Jun 26

Hari itu mendung..
Orang-orang mulai menggerutu;
“Cucianku nggak kering-kering”

“Ah, malas sekali di rumah”

Kenapa begitu?
Apakah Sang Matahari sedang menangis..
Ahhh..panasnya bara yang seharusnya menguapkan air mata itu ternyata masih kalah oleh kegetiran jiwanya.
Begitu kata orang-orang.

***

Lalu ada seorang ibu muda, usianya 27 tahun, wajahnya manis, dan ia menangis..

Melihat anak-anak di jalanan yang seharusnya bersekolah pada jam itu..
“Nak, kenapa kamu ada di sini, seharusnya kamu sekarang belajar”

Si anak kecil bilang;
“Aku harus disini Mbak, cari uang..kalo nggak nanti serumah nggak bisa makan”

Lalu ibu itu memberikan uang dan bungkusan makanan yang ia miliki. Ia tau itu bukan cara yang mendidik karena dengan cara itu si anak akan meminta-minta terus, namun ia tak sampai hati melihat anak itu..

Ia berpikir seharusnya anak-anak itu belajar…tapi bagaimana caranya?

***

Menlanjutkan perjalanan dan melihat nenek-nenek..
Usia senja, dan seharusnya ia bersama keluarga yang ia cintai..
Tinggal di panti jompo adalah pilihannya sendiri, karena ia tak ingin merepotkan anak-anak yang sudah punya keluarga masing-masing.
Suaminya meninggal sudah lama..
Dan ia memilih di panti jompo, bersama teman-temannya yang lain, sekedar merajut atau membuat kue, dirinya berkata bahwa ia ingin bermanfaat, walaupun itu kecil..

***

Di jalan..
ia melihat kebakaran di sebuah pertokoan..dan kebakaran itu meluas sampai membakar rumah-rumah di sekitarnya..
ia melihat orang-orang yang bersedih karena kehilangan rumah tempat tinggal mereka..

Dan tak ada apapun yang bisa dilakukannya selain menonton…

***

Sampai rumah, ia capek…
Merebahkan badan sebentar;
Anaknya yang paling besar berkata;

“Bunda..bunda kenapa? Kecapekan ya Bunda…”
“Kok seperti habis menangis, Bun?”

Perempuan itu berkata;
“Ia Nak..bunda sedih melihat ketidakadilan..kasian orang-orang itu”

Si anak berkata;
“Bunda..jangan sedih, ini PRnya sudah Mas kerjain..tolong diperiksa dong, Bun”
“Bunda jangan menangis dong…nanti ga bisa merika PR Mas..kan kata Bunda, Mas harus ngerjain PR”

***

Perempuan itu tersenyum.
Bahwa sedih, apapun itu tak boleh membuat lemah…ada tugas-tugas yang harus dilakukan.
Bahwa matahari tak boleh menangis.
Karena matahari itu punya komitmen, untuk menyinari, tanpa lelah, tanpa pamrih.

(Catatan: kumpulan kisah yang akan kumasukkan dalam
catatan Bunda;
“Anakku Sayang, Aku Mencintaimu Sebelum Kau Ada Hingga Akhir Masa”)

May 28

Ketika sesuatu tampak tak sederhana, memburuk, dan complicated..
Ingat saja 3 aturan:

1. Berbuat baik
2. Jangan berbuat tidak baik
3. Ikhlas

Sudah..sederhana sajalah, teman. Saya tak sanggup mikir yang berat-berat :D, kemampuan otak saya terbatas..

Kalau merasa tidak menyakiti, tapi kok disakiti.. Ya sudah.. Kalau memang itu orang yang kamu sayangi, maafkan saja.. Anggap saja bukan dia, tapi setan yang merayu, membujuk, dan memperdaya orang yang kau sayangi itu.

Alhamdulillah, saya sudah bersilaturahmi dengan sahabat saya (di postingan soal “Kasturi”) , dia sama sekali tak ingat..dan malah terharu ketika saya mengingatkan.. Dia adalah sahabat yang terus mengingatkan saya untuk “meluaskan hati”..

Gusti Allah mboten sare, Allah tidak tidur..
Selalu ada hikmah, kebahagiaan, dan ketenangan bagi orang-orang yang berbuat baik, sabar, dan ikhlas.

May 9

Waktu SMP, sahabat saya berkata pada saya bahwa ia suka sekali dengan kata; “Kasturi”.
Nama itu artinya; bunga terharum di surga.
Saking sayangnya dan saking eratnya persahabatan kami; ia beride agar nama itu diberikan pada anak perempuan kami nantinya… Saya saat itu setuju :) karena saya menganggap nama itu indah dan bermakna indah.

Waktu berlalu..
Lalu sekarang kami sudah menikah dan sama-sama belum punya keturunan.

Waktu saya utarakan nama itu pada suami..terasa aneh. Dan kami minta maaf jika tidak bisa menetapi janji untuk menggunakan nama itu ke anak kami, jika Allah memberikan anak perempuan nantinya.

Saya tidak tau, apakah sahabat saya masih ingat pada janji masa remaja kami itu..karena saya belum sempat bertemu lagi dengannya semenjak saya menikah. Saya di Jakarta, dan dia di Solo.

Tapi saya akan minta maaf, apakah ia ingat atau tidak dengan hal itu.
Ah..saya harus menelponnya besok :) Bersilaturahmi juga dengan ibu dan adiknya.

Moral story: janji itu penting. jangan janji kalau tidak bisa menepati. makanya hati-hati.. seberat apapun untuk dijalani, berusahalah menepatinya. seringan apapun, segeralah menunaikannya. jangan mudah menyerah dengan janji, berusaha dahulu sekuat tenaga, kalau tidak bisa baru minta maaf. bersikap ksatria, tidak soal laki-laki atau perempuan.

May 9

Ya..
Kita belajar untuk dewasa

Bahwa ada cara-cara untuk menyelesaikan masalah
terkadang satu cara tidak berhasil, lalu cobalah dengan cara lain

Bahwa memang tidak pernah ada kesempurnaan
namun value engineering mengatakan; “kesalahan yang diwajarkan adalah sumber kerusakan negara”

Bahwa kesederhanaan adalah esensi keindahan
namun jangan menyederhanakan, hanya dengan alasan malas untuk mengurusi hal-hal yang remeh
apalagi menyangkut manusia

Kita belajar dan masih belajar

Apr 20

Pilihlah kebiasaanmu karena kebiasaanmu akan membentuk watakmu.

Teruskan yang sudah baik, jagalah dan syukuri, dan ubahlah yang kurang baik menjadi baik.
Selamat berusaha. Semoga berhasil dan dilindungi.

Apr 17

Tulislah Catatan Prestasi.

Jika ingin termotivasi dan lebih bersemangat..maka tulislah catatan prestasi. Beberapa waktu lalu, waktu saya membersihkan rumah, saya menemukan catatan tahun 2008.

Saya tau, sudah tiba saatnya saya mengisinya lagi.

Menulis catatan prestasi untuk berpacu dengan diri sendiri. Apakah hari ini diri ini lebih baik dari kemarin..

Menyenangkan apabila kita tau kita bisa fokus untuk mendeskripsikan ide-ide kita dengan jelas dan melaksanakannya.

Tulislah catatan..tapi bukan untuk kesombongan atau membanding-bandingkan dengan yang lain..karena prestasi itu sesuatu yang ukurannya lebih pada berpacu dengan diri sendiri. Meneruskan dan mempertahankan yang sudah baik, meneruskan rencana yang sudah setengah jalan, atau mengubah sesuatu ke arah yang lebih baik.

Selamat menulis catatan prestasi. Saya tau Anda bisa lebih berhasil dari sekarang :)

Apr 8

“Ilma, kenapa? Kok isi tulisan kamu berubah menjadi sufistik begini?” tanya seorang teman kemarin.
“Apa kamu sudah gak memikirkan dunia lagi?” candanya :D

Saya tersenyum simpul, mengingat banyak yang terjadi.
Proses menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

Itu juga berarti menuju sebuah harapan. Ada sedih, ada tawa, ada tangis, ada marah, ada kecewa namun ada juga: sabar dan syukur.

Saya senang bisa merasakan semuanya itu.

Saya ingin bersih-bersih..jiwa, raga..tubuh, pikiran, perasaan, sikap, dan perbuatan.
Seperti baju putih yang sedang saya pakai ini.

Apr 5

Hari-hari kulalui berminggu-minggu, tanpa planning berarti, mengalir saja, kuingin santai dulu..

Karena kadang, sudah kuplanning baik-baik, ketika hambatan semakin besar..
Astaghfirullahal adzim, aku tak ingin mengeluh disini..
Karena kuyakin pasti bisa. Allah Maha Adil, Maha Tau, dan Maha Penolong.

Kupernah coba ‘tuk berontak, itu ketika aku marah..

Tapi Rasulullah SAW telah mengatakan; “Musuh terbesar kita adalah diri sendiri (hawa nafsu).
Ah, aku ternyata sudah terlalu banyak membuat setan-setan penggoda tertawa kesenangan, dengan amarahku atau kekecewaanku, ketika ku tak kuat untuk bersabar..

Aku ingin berada dalam kedamaian.

Rumah orang tuaku, di Solo..
adalah tempat ku kembali.. Mama sering menginginkan aku pulang lebih sering, apalagi ketika aku mengalami tekanan ibukota.

Alhamdulillah, seorang lelaki telah meminang adikku, Mitha. Kami pun kembali menentukan hari baik untuk mereka. Dalam masalah penentuan hari baik, aku memilih untuk ikut dan menghormati.
Perubahan dalam kehidupan Mitha ini membuatku lebih mawas diri. Kehidupan pernikahan benar-benar berbeda dengan masa pacaran. Pernikahan bukanlah perpanjangan dari masa pacaran..

Lalu aku kembali terpikir oleh adikku..
Itu membuatku harus lebih baik lagi. Hatiku harus lurus, jalanku harus kujaga..
Bukan berarti kutakut, tapi.. terkadang melakukan suatu kebaikan itu lebih mudah daripada menjauhkan dari yang bathil. Dengan kata lain dalam masalah amal, justru kebathilan itu yang lebih susah dihindari.

Hidupku kujalani tanpa rencana ini..aku hanya mengalir saja..bekerja mengalir saja…
Alhamdulillah, makin bisa memasak..
Beberapa janji, Alhamdulillah, bisa terpenuhi (karena aku paling bangga dengan sifat ini).

Kini aku melangkah lagi. Lewati jalanku, hari-hariku yang indah bersama keluarga dan orang-orang sekitarku.

Dan tidak ada yang lebih penting, selain menjalani semua dengan ridhoNya.

Alhamdulillah, wa syukurillah..
Terima kasih Sang Pemilik Segala-galanya.

Mar 21

Teruntuk Yang Maha Cemburu
aku tau betapa cemburunya Kau
ketika hambaMu yang Kau pelihara baik-baik
mulai mempertuhan yang lain
atau lebih mencintai yang lain dibanding Engkau

tak heran Kau sering memberi ujian pada hal-hal
atau orang-orang yang sangat kucintai
karena Engkau tak mau dinomorduakan
tidak berhenti-hentinya begitu
duh Dikau..cemburuMu itu

Yang Maha Mengetahui
maafkan aku, semua yang kumaksud Kau telah mengerti
semua kelemahan, aib, dan dosaku Kau telah mengetahui
kubegitu hina, namun kutak mampu
menanggung konsekuensi dari kehinaanku

Yang Kucinta
aku akan berhati-hati pada apapun yang kurasakan atau kupikirkan
atau kukatakan atau kulihat atau kudengarkan
lebih-lebih pada yang kuperbuat, harus lebih hati-hati
Engkau Maha Tau isi hati

Tolong tuntunlah caranya
Berilah kemudahan
Karena diriku ini begitu lemah

Yang Maha Cemburu
tak ada yang lebih penting dari kasih sayangMU

dan ketika aku sadar akan itu, semua terasa ringan
tak ada apa-apanya dibandingkan DIRIMU

Dalam setiap langkah dan nafasku, tolong jangan tinggalkan aku
kubutuh Engkau, sungguh hanyalah Engkau

Tolong ajari dan tuntun aku,
bagaimanakah dan dengan apakah, aku kan mengabdi?

~Sepenuh cinta~
hambaMu, makhlukMu, kekasihMu

Mar 17

Bismillahirrahmanirrahiim..

Jika ikhlas bisa membuatMU makin mencintaiku, Ya Allah..maka aku akan lakukan untukMU :)

Bukankah aku ini memohon petunjuk dan tuntunanMU, namun kok malah protes ketika Engkau menuntunku ke sesuatu yang aku merasa “ini tak enak, Tuhan” atau “bukan ini yang kumaksud” atau “aku tak pantas begini”
Hahahaha..

Pingin ketawa rasanya..mohon pada Engkau, kok malah tidak konsekuen dengan permohonan sendiri.

Bukankah Engkau yang paling mengerti kondisi hambaMU?
Apa yang dinamakan pengorbanan, bukanlah pengorbanan jika kita melakukukannya dengan ikhlas dan senang hati..

Lalu merasa berkorban padahal kita sendiri sesungguhnya tidak tau dengan pasti, seberapa kapasitas hati kita..seberapa besar hati kita untuk “menampung”, seberapa kapasitas kemampuan kita..

Sepuluh tahun yang lalu, seseorang pernah mengatakan kepada saya;
“Ilma, coba berikan garam pada segelas air lalu rasakan airnya..rasanya asin bukan?
Lalu berikan garam itu pada lautan..dan rasakan airnya..tidak terasa apa2..
Dan begitulah..jadikan hatimu seluas lautan itu, Ma”

Hmm..nasihat itu saya masih sering kurang sungguh-sungguh dalam menjalaninya.

Allah mengikuti prasangka hambaNYA, maka ketika sedang ditimpa ujian kesabaran, sesungguhnya Allah sedang menggerakkan kamu, Allah sedang mengajari kamu bagaimana cara mencintaiNYA.

Ya Allah, jika ikhlas bisa membuatMU makin mencintaiku, akan kulakukan untukMU.
Ajari aku cara mencintaiMU :).

“Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (QS. Ar Ra’d, 13:28).

Alhamdulillah..

« Previous Entries