Nov 3

Bismillahi tawakaltu wa laa haula wa laa quwatta illa billah.

Bagi saya;
spiritualitas adalah hal yang sangat personal.
Suatu sikap atau pilihan pribadi yang saya hormati dan saya hargai. Begitupun halnya saya ingin diperlakukan :).

Ketika seseorang merasakan kemudian meyakini bahwa ada “kekuatan” lain atas keberadaan dirinya dan semesta..kekuatan yang Maha Dasyat yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya, maka spiritualitas baginya telah terbuka.

Kemudian, ketika ia berupaya membangun hubungan harmonis dengan Sang Pencipta, hubungan yang harmonis dengan alam, dan dengan makhluk sekitarnya..itu adalah spiritualitas :).

Saya memiliki keyakinan akan adanya waktu yang paling utama dibandingkan dengan waktu hidup kita di dunia ini.

Karena itu, saya ingin selamat.

Menjalani kehidupan di dunia-akherat dengan kebahagiaan dan ketenteraman.

Maka ketika saya memutuskan untuk berhijab sejak 15 Oktober 2009, sebenarnya itu adalah sesuatu yang tak saya rencanakan. Saya tiba-tiba saya memutuskan begitu ketika bangun tidur.

Telah lebih dari 10 tahun, ketika saya tertarik untuk mengenakannya; yaitu pada tahun 1999. Dan keinginan itu sebenarnya telah terkubur seiring proses kehidupan saya. Mudah-mudahan Allah memaafkan saya.

Ada ketetapan-ketetapan Allah, yang tidak bisa saya lawan..
Ada rencana-rencana Allah, yang lebih hebat daripada rencana saya..
Saya pasrah dan saya ikhlas..
KepadaMU kupersembahkan hidup dan matiku..kupersembahkan segala upayaku..
Saya hanya ingin menjadi hamba yang taat… Ingin menjadi cantik di mataNya..

Dan jika yang kita miliki hanya WAKTU, saya ingin amanah dan optimal dalam waktu saya.

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Surah Al’ Asr: 1-3

Ah, saya akan lebih tekun mengaji…
Lebih tekun puasa..
Sholat di awal waktu..
Terasa sayang jika saya tidak melakukannya..
Saya masih sangat belajar…

Terima kasih saya untuk suami saya, Arinova Gita Utama, atas izin dan dukungannya.

Mohon doa restu teman-teman.

Sep 16

Antara Pekerjaan, Keluarga, dan Pengabdian harus seimbang
Hillary Clinton

Ketika saya membaca kalimat ini dari Biografi Hillary Clinton, saya setuju. Mungkin itu juga yang mendasari mengapa saya memilih untuk berorganisasi. Apa sih manfaatnya ikut organisasi? Mungkin begitu yang ada dalam pikiran banyak orang.

Well, sepanjang saya menginjak masa remaja (SMP) sampai sekarang, saya telah lebur dalam kehidupan organisasi.

Karena dulu masih sekolah, organisasi yang bisa diikuti adalah organisasi sekolah.
Sedangkan sekarang, yang sesuai dengan saya, adalah organisasi profesi.

Kebutuhan untuk berorganisasi bagi saya;
lebih pada rasa haus untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik, atau melakukan kemajuan sesuai dengan bidang yang sesuai dengan kapasitas.

Juga untuk pengabdian..

Mengabdi?
Ya.

Meski dengan bangga saya berkata;
bahwa pekerjaan saya adalah cita-cita saya sejak saya kuliah tingkat akhir.
Dan Alhamdulillah itu tercapai.

Tetap saja ada ruang di hati..
untuk memberikan sesuatu..

Terdengar mulukkah?
Tapi inilah yang membuat saya memelihara spirit organisasi.
Bahwasanya munculnya memang naik turun, pasang surut dalam kehidupan organisasi..
Saya menganggapnya sebagai dinamika :).

Terima kasih saya kepada rekan-rekan seorganisasi saya, yang saya kasihi dan saya banggakan.
Terima kasih telah ikut mendewasakan hati saya dan menguatkan mental saya.

Sep 13

Salam Hangat,
Sudah lama juga ya nggak isi blog ini :).

Saya mendapat beberapa pertanyaan mengenai apa itu NOC, dan NOC Engineer. Baiklah saya coba jelaskan..

Sudah 2 tahun 2 bulan ini saya bertugas shift sebagai NOC (Network Operation Center) Engineer. Spesialisasi saya adalah Front Office; yaitu sebagai front liner atau komando awal jika sesuatu terjadi pada network (misal: site down, transmisi down, dll).

Saya bekerja sama dengan tim saya, yang terdiri dari 4 orang, memonitor network yang sesuai dengan klien kantor saya. Kebetulan, saat ini saya bertugas di proyek Axis.

Untuk proyek yang sekarang, kami menghandle 2G maupun 3G pada bagian RAN (Radio Access Network), yaitu dari BSC-to-BTS (2G) atau RNC-to-Node B (3G).

Bekerja shift, ada enaknya ada tidaknya. Tentu saja saya harus menyesuaikan diri dengan jam biologis saya. Ketika shift malam terutama, saya harus men-switch tubuh untuk bisa beradaptasi dengan jam kerja kantor, menjadi “manusia malam”. Hal ini perlu juga dukungan dari pihak keluarga, bagi mereka yang telah berkeluarga.

Bagi saya, bekerja shift berarti ketika shift saya, saya harus benar-benar fokus menghandle segala kejadian pada jam tersebut. Dan kemudian setelah itu pulang, dengan tenang :).

Terima kasih Allah telah memberikan saya kesempatan bekerja shift. Insya Allah bermanfaat :).

Jun 26

Hari itu mendung..
Orang-orang mulai menggerutu;
“Cucianku nggak kering-kering”

“Ah, malas sekali di rumah”

Kenapa begitu?
Apakah Sang Matahari sedang menangis..
Ahhh..panasnya bara yang seharusnya menguapkan air mata itu ternyata masih kalah oleh kegetiran jiwanya.
Begitu kata orang-orang.

***

Lalu ada seorang ibu muda, usianya 27 tahun, wajahnya manis, dan ia menangis..

Melihat anak-anak di jalanan yang seharusnya bersekolah pada jam itu..
“Nak, kenapa kamu ada di sini, seharusnya kamu sekarang belajar”

Si anak kecil bilang;
“Aku harus disini Mbak, cari uang..kalo nggak nanti serumah nggak bisa makan”

Lalu ibu itu memberikan uang dan bungkusan makanan yang ia miliki. Ia tau itu bukan cara yang mendidik karena dengan cara itu si anak akan meminta-minta terus, namun ia tak sampai hati melihat anak itu..

Ia berpikir seharusnya anak-anak itu belajar…tapi bagaimana caranya?

***

Menlanjutkan perjalanan dan melihat nenek-nenek..
Usia senja, dan seharusnya ia bersama keluarga yang ia cintai..
Tinggal di panti jompo adalah pilihannya sendiri, karena ia tak ingin merepotkan anak-anak yang sudah punya keluarga masing-masing.
Suaminya meninggal sudah lama..
Dan ia memilih di panti jompo, bersama teman-temannya yang lain, sekedar merajut atau membuat kue, dirinya berkata bahwa ia ingin bermanfaat, walaupun itu kecil..

***

Di jalan..
ia melihat kebakaran di sebuah pertokoan..dan kebakaran itu meluas sampai membakar rumah-rumah di sekitarnya..
ia melihat orang-orang yang bersedih karena kehilangan rumah tempat tinggal mereka..

Dan tak ada apapun yang bisa dilakukannya selain menonton…

***

Sampai rumah, ia capek…
Merebahkan badan sebentar;
Anaknya yang paling besar berkata;

“Bunda..bunda kenapa? Kecapekan ya Bunda…”
“Kok seperti habis menangis, Bun?”

Perempuan itu berkata;
“Ia Nak..bunda sedih melihat ketidakadilan..kasian orang-orang itu”

Si anak berkata;
“Bunda..jangan sedih, ini PRnya sudah Mas kerjain..tolong diperiksa dong, Bun”
“Bunda jangan menangis dong…nanti ga bisa merika PR Mas..kan kata Bunda, Mas harus ngerjain PR”

***

Perempuan itu tersenyum.
Bahwa sedih, apapun itu tak boleh membuat lemah…ada tugas-tugas yang harus dilakukan.
Bahwa matahari tak boleh menangis.
Karena matahari itu punya komitmen, untuk menyinari, tanpa lelah, tanpa pamrih.

(Catatan: kumpulan kisah yang akan kumasukkan dalam
catatan Bunda;
“Anakku Sayang, Aku Mencintaimu Sebelum Kau Ada Hingga Akhir Masa”)

May 28

Ketika sesuatu tampak tak sederhana, memburuk, dan complicated..
Ingat saja 3 aturan:

1. Berbuat baik
2. Jangan berbuat tidak baik
3. Ikhlas

Sudah..sederhana sajalah, teman. Saya tak sanggup mikir yang berat-berat :D, kemampuan otak saya terbatas..

Kalau merasa tidak menyakiti, tapi kok disakiti.. Ya sudah.. Kalau memang itu orang yang kamu sayangi, maafkan saja.. Anggap saja bukan dia, tapi setan yang merayu, membujuk, dan memperdaya orang yang kau sayangi itu.

Alhamdulillah, saya sudah bersilaturahmi dengan sahabat saya (di postingan soal “Kasturi”) , dia sama sekali tak ingat..dan malah terharu ketika saya mengingatkan.. Dia adalah sahabat yang terus mengingatkan saya untuk “meluaskan hati”..

Gusti Allah mboten sare, Allah tidak tidur..
Selalu ada hikmah, kebahagiaan, dan ketenangan bagi orang-orang yang berbuat baik, sabar, dan ikhlas.

May 9

Waktu SMP, sahabat saya berkata pada saya bahwa ia suka sekali dengan kata; “Kasturi”.
Nama itu artinya; bunga terharum di surga.
Saking sayangnya dan saking eratnya persahabatan kami; ia beride agar nama itu diberikan pada anak perempuan kami nantinya… Saya saat itu setuju :) karena saya menganggap nama itu indah dan bermakna indah.

Waktu berlalu..
Lalu sekarang kami sudah menikah dan sama-sama belum punya keturunan.

Waktu saya utarakan nama itu pada suami..terasa aneh. Dan kami minta maaf jika tidak bisa menetapi janji untuk menggunakan nama itu ke anak kami, jika Allah memberikan anak perempuan nantinya.

Saya tidak tau, apakah sahabat saya masih ingat pada janji masa remaja kami itu..karena saya belum sempat bertemu lagi dengannya semenjak saya menikah. Saya di Jakarta, dan dia di Solo.

Tapi saya akan minta maaf, apakah ia ingat atau tidak dengan hal itu.
Ah..saya harus menelponnya besok :) Bersilaturahmi juga dengan ibu dan adiknya.

Moral story: janji itu penting. jangan janji kalau tidak bisa menepati. makanya hati-hati.. seberat apapun untuk dijalani, berusahalah menepatinya. seringan apapun, segeralah menunaikannya. jangan mudah menyerah dengan janji, berusaha dahulu sekuat tenaga, kalau tidak bisa baru minta maaf. bersikap ksatria, tidak soal laki-laki atau perempuan.

May 9

Ya..
Kita belajar untuk dewasa

Bahwa ada cara-cara untuk menyelesaikan masalah
terkadang satu cara tidak berhasil, lalu cobalah dengan cara lain

Bahwa memang tidak pernah ada kesempurnaan
namun value engineering mengatakan; “kesalahan yang diwajarkan adalah sumber kerusakan negara”

Bahwa kesederhanaan adalah esensi keindahan
namun jangan menyederhanakan, hanya dengan alasan malas untuk mengurusi hal-hal yang remeh
apalagi menyangkut manusia

Kita belajar dan masih belajar

Apr 20

Pilihlah kebiasaanmu karena kebiasaanmu akan membentuk watakmu.

Teruskan yang sudah baik, jagalah dan syukuri, dan ubahlah yang kurang baik menjadi baik.
Selamat berusaha. Semoga berhasil dan dilindungi.

Apr 17

Tulislah Catatan Prestasi.

Jika ingin termotivasi dan lebih bersemangat..maka tulislah catatan prestasi. Beberapa waktu lalu, waktu saya membersihkan rumah, saya menemukan catatan tahun 2008.

Saya tau, sudah tiba saatnya saya mengisinya lagi.

Menulis catatan prestasi untuk berpacu dengan diri sendiri. Apakah hari ini diri ini lebih baik dari kemarin..

Menyenangkan apabila kita tau kita bisa fokus untuk mendeskripsikan ide-ide kita dengan jelas dan melaksanakannya.

Tulislah catatan..tapi bukan untuk kesombongan atau membanding-bandingkan dengan yang lain..karena prestasi itu sesuatu yang ukurannya lebih pada berpacu dengan diri sendiri. Meneruskan dan mempertahankan yang sudah baik, meneruskan rencana yang sudah setengah jalan, atau mengubah sesuatu ke arah yang lebih baik.

Selamat menulis catatan prestasi. Saya tau Anda bisa lebih berhasil dari sekarang :)

Apr 8

“Ilma, kenapa? Kok isi tulisan kamu berubah menjadi sufistik begini?” tanya seorang teman kemarin.
“Apa kamu sudah gak memikirkan dunia lagi?” candanya :D

Saya tersenyum simpul, mengingat banyak yang terjadi.
Proses menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

Itu juga berarti menuju sebuah harapan. Ada sedih, ada tawa, ada tangis, ada marah, ada kecewa namun ada juga: sabar dan syukur.

Saya senang bisa merasakan semuanya itu.

Saya ingin bersih-bersih..jiwa, raga..tubuh, pikiran, perasaan, sikap, dan perbuatan.
Seperti baju putih yang sedang saya pakai ini.

« Previous Entries