Oct 27


Sebagian besar dari kita telah bermaaf-maafan, memohon maaf atas segala khilaf dan juga memaafkan, mencabut paku yang menancap di hati (no more hurt feelings, please!!), mengikhlaskan dan mempererat silaturahmi di antara kita..

What’s next?? :)

Remember this huney..
Tetap jaga hati, bahkan lebih berhati-hati dalam menjaganya..
Sikap dan perilaku harus tetap dijaga..
Jangan kotori lagi, jangan sia-siakan ibadah, pengorbanan, dan perjuangan kita di Ramadhan kemaren..
Berharap semoga kita bertemu lagi dengan Ramadhan mendatang..
Tetap bersemangat dalam ibadah apapun, termasuk bekerja..
Selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita..

Teman, Sahabat, kita telah menjadi diri yang baru..
Semoga kita menjadi hambaNYA yang bertakwa..
Semoga Allah selalu menuntun langkah kita agar sukses dan selamat dunia-akhirat :)

With Love,
Ilma Pratidina

Oct 7

Konvensi Teknologi & Industri

Gerbang Pameran

Jika pengurus PII se-Indonesia bertemu, apa jadinya?
Itulah yang terjadi pada 19-22 September 2006 lalu di Hotel The Sultan (Hilton), Jakarta.
Kongres ini dibuka langsung oleh Presiden, dan ditutup Wapres. Ada beberapa acara yang diagendakan, antara lain:

  • Sidang Dewan Insinyur
  • Konvensi Teknologi dan Industri
  • Pameran Teknologi dan Industri
  • Penganugrahan PII Awards
  • Penganugrahan Insinyur Cilik Indonesia
  • Persidangan Kongres

FAM PII sendiri banyak berperan di Pamerannya..
Untuk menyiapkan itu, FAM PII Jogja yang mengambil tema: PII Peduli Gempa sudah bergerak sejak beberapa minggu sebelumnya, dengan menggodok dalam rapat-rapat, dll tapi tentu saja di minggu terakhir, baru tim kami kerja (lebih) keras :D.

Sedikit yang jadi sorotan kami;
apakah acara semacam ini akan bisa menghasilkan suatu perubahan nyata ke arah yang lebih baik, ataukah semua ini hanya retorika belaka, sebuah rendezvous yang ironi karena kurang optimalnya elemen-elemen yang seharusnya sinergis..

Hmm.. semua ini akan terjawab dengan satu kalimat: tetep optimis, yang penting action!!
Huehuehuehue.. kok kayak yang dibilang Pak Said Didu, wakil terpilih :D.
Nggak nyontek loh padahal!! :D Jadi kompak dong?? :D.

Di Depan Tank Pindad

FAM PII Jogja

Oct 6

Decision Making bukan suatu keterampilan yang diperoleh secara langsung. Meskipun kita dididik mandiri sejak kecil, bagaimanapun juga decision making ini berkembang seiring dengan perkembangan diri kita. Bisa tambah baik, bisa juga menurun kualitasnya.

Setiap orang sangat perlu memiliki decision making yang baik, bukan hanya seorang pemimpin saja, karena tiap-tiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. So, gimana sih langkah-langkah supaya kita jadi decision maker yang handal. Berikut tipsnya:

  1. Kenali dan pahami situasi
  2. Kenali pilihan-pilihan apa saja yang bisa diambil
  3. Pertimbangkan pilihan dengan bijak dan tanpa prasangka
  4. Jangan ragu atau plin-plan karena itu akan menurunkan kredibilitas kita
  5. Sekali keputusan diambil, lupakan alternatif yang lain, dan lanjutkan menjalani pilihan dengan penuh tanggung jawab

Ini jadi catatan buatku sendiri sebenernya..
gimana aku sering ragu, lambat dan bodoh dalam mengambil keputusan, karena decision making yang buruk, huehuehuehuehue.

Semoga kita terhindar dari hal yang demikian :), karena keterampilan kita dalam decision making sangat-sangat memudahkan hidup kita selanjutnya.

All the best! :)