Making a decision tentang karir yang ditekuni, ternyata memang butuh petualangan. Meraba-raba apa yang benar-benar kita suka dan kita mau itu kadang nggak gampang loh.
Aku sendiri nggak pernah menyesal, lulus hampir 6 tahun dengan IPK yang nggak nyampe cumlaude *tapi untung lebih dari standar, ya itu yang terbaik yang bisa kulakukan lah*, dan bolak-balik pindah kerja part-time pas kuliah.. Semua kurasakan bener saat ini..
Aku bersyukur bisa mengayakan waktu yang hampir 6 tahun itu, dengan pengalaman organisasi yang lebih dari cukup, dengan pengalaman bekerja yang lebih dari cukup buat aku.. It’s all worth-it!
Walau harus beberapa kali ditolak perusahaan, ya semua kuanggap proses. Bukan berarti aku ini jelek atau nggak qualified *sampai ada yang bilang pantesan perusahaan mikir-mikir kalo nerima kamu, ugh..jahat bgt*. Hey!! Aku yakin kok, itu masalah waktu aja.
Jatuh bangun itu biasa, justru itulah yang membuat kita lebih kuat, lebih optimis, dan lebih pandai bersyukur. Sekarang aku di perusahaan telekomunikasi di Jakarta, di tempat yang kuinginkan untukku bekerja. Bukan berarti Solo atau Yogya itu jelek, tapi buat aku Jakarta lebih memberiku kesempatan buat mengupgrade kemampuan dan wawasan kerja.
Dan apapun karir yang dipilih, jangan harap bisa sesuai 100% dengan yang kita mau, nggak bakal ketemu deh yang kayak gitu.. Ketika sudah memilih, ya pasti harus dijalani. Justru itulah, yang menantang kita, yang membuat kita bisa mengeluarkan seluruh potensi kita, dan menjaga kepercayaan yang diberikan pada kita :).
Hahaha, sok bijak yah :D.
PS. Tuhan, terima kasih atas hadiah tahun baru yang amat sangat manis :). Semoga menjadi ibadah yang barokah buatku.