Jan 29


Nggak tau pengen mau nulis apa.

Cuma pengen bilang aja “terima kasih”

Hidup emang seperti roda ya, kadang di atas kadang di bawah.
Dimanapun kita berpijak, itu semua harus diperjuangkan sebagai rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan. Takdir ALLAHlah yang berkehendak atas apa yang menjadi kepastian buat kita. Yang penting tetep berusaha.
Semoga kita bisa selalu bijak menghadapi apapun yang terjadi ya temans.

Terima kasih buat semuanya yang nggak bisa disebut satu per satu..
Temans, kerabats, rekans.. semuanyaaa..

Terima kasih atas nikmatMU..

Aku bahagia.
Terima kasih :).

PS. Aku kangen sama temans kuliah & skul, sama yang udah lama nggak ketemu, where are you guys?

Jan 14

Minggu siang..
setelah dari acara akikahan anak Bos Haji, back to office, overtime.

Sebuah sudut di ruang kaca lantai 9. Nyaman dengan kesendirian, stats, dan database.
Ada juga yang datang kemudian. Dan security setia menjaga di dekat pintu masuk.

Dan aku menunggumu datang selepas ashar. Terima kasih sudah datang.

PS. Ternyata aku difitnah di sebuah situs blog. Untungnya aku segera menghubungi si pemilik blog itu. Nyebelin juga, dengan namaku dan link blog ini, orang bisa memanipulasi apa yang aku ucapin. Sabar..sabar.. 

Jan 11

Kerja adalah cinta yang mengejawantah
dan apabila engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta
maka akan lebih baik jika engkau meninggalkannya
dan mengambil tempat di depan gapura candi
meminta sedekah dari mereka
yang bekerja dengan suka cita

(Sang Nabi, Kahlil Gibran)

Hey!
angkat wajahmu
bermuram durja tak guna
susunlah lagi rencana
yang harus engkau benahi
bangun jiwa, bangun raga bijana!

Hey, Bertahanlah!
Kegagalan adalah satu sukses tertunda
jangan ragu
tetap pada arahmu sejak dulu
keyakinan, pengharapan
teguh dalam tujuan

Bekerja dengan cinta
bagai sang Pencipta
membentuk citra insaninya,
satukan dirimu
seutuhnya…
sebar benih dengan kemesraan
hingga panen tiba
kita tuai kegirangan
satukan dirimu
seutuhnya…

Hey, siagalah!
raih kesempatan begitu kau jumpa
atur nadimu seiring irama bumi mengalun
bangun jiwa, bangun raga bijana!
(Katon Bagaskara, medio 1991)

Ini lagu favoritku, yang disisipi oleh masterpiece karya pujangga favoritku juga :D. Menurutku syairnya gagah banget :).
Memberi semangat untuk bekerja giat dengan hati yang ceria, nggak merengut :D.

Kayak hari ini nih..aku terserang morning sickness lagi. Ngantuk. Kurang tidur. Semalam tidur di atas jam 12, sebelum jam 4 sudah bangun dan berangkat jam 6.15.

Sampai kantor ada setumpuk tugas yang harus diselesaikan.
Dan juga tugas tambahan, as a part-time enterpreneur.

Meski capek, nggak boleh ngeluh ah..
Malu sama Masku. Hehehe..

Oh ya, berbicara tentang gagah.. Aku punya opini sendiri.

Menurutku ketika orang berani keluar dari comfort zone-nya untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini benar, untuk membela kepentingan yang menjadi tanggung jawabnya, untuk tetap bertahan menghadapi situasi yang mungkin tidak mengenakkan baginya karena dia tau perjalanan belum usai.

Itu gagah.

Bekerja tanpa mengeluh untuk keluarga itu gagah.
Berjuang lulus kuliah walau sudah lewat waktu *aku tau betapa sulitnya* itu gagah.
Mempertahankan keutuhan keluarga karena komitmen kepada ALLAH itu gagah.
Bersikap gentle kepada wanita yang dicintai itu gagah.
*hehehe..kok jadi kemana-mana*

Tetap semangat temans!!
Merdeka!!! :D

Jan 10

Tita

Hari ini 10 Januari 2007, sepupuku Tita ulang tahun ke-10.
Tadi pagi sebelum berangkat, aku menanyakan dia pengen apa di hari ulang tahunnya.
Ternyata kepengen mukena :D.
Ya sih, emang mukenanya dia udah kekecilan, Tita kan ndut en gede banget sekarang..

Adikku yang satu ini, rajin banget ibadahnya. Begitu adzan terdengar, nggak pake males, langsung serentak bergegas wudhu. Kayak militer gitu, saking tepat waktunya dia wudhu :D.

Sholat tahajud juga selalu dilakukan, kecuali kalau dia lagi sakit atau kecapekan. Dia kalau kecapekan suka mimisan, sama kayak aku dulu. Kemaren aja dia pulang pagi, dianter gurunya karena mimisan. Jadi hari ini dia nggak masuk sekolah.

1 dari 6 psikolog anak menyatakan dia autis. Tapi Alhamdulillah, sekarang di umur 10 tahun kemajuannya sudah pesat banget. Komunikasinya jauh lebih baik daripada dulu. Namun kemampuan motoriknya belum cukup berkembang. Dia jelek di pelajaran olahraga. Bahasa Inggrisnya lancar banget, begitu pula dengan melukis. Rumahnya penuh dengan lukisan kanvasnya dia. Mengaji.. jangan ditanya.. Suka dan lancar banget.

Karena bapaknya keturunan Belanda, Tita jadi mirip indo gitu. Sama kayak Tory, kakaknya yang kuliah hukum di UGM. Tapi Tory selalu marah kalo dikatain bule, dia sih ngakunya Solo asli. Hahahaha..

Happy B’day, Tita.. semoga tambah pinter, rajin belajar, tambah nurut sama ortu, en tetep sholehah.. Sun sayang dari Mbak Ma. Muuacchh..

Jan 4

Dear diary,
Kali ini, aku ingin bercerita tentang persahabatan berjuta musim, tentang bagaimana manusia bisa menyentuh hidup manusia lain dengan caranya sendiri. Cara yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun juga.

Ini adalah sebuah cerita tentang persahabatan, tentang aku, Luna, dan Bintang. Persahabatan kami unik, karena aku siang, dan mereka malam.

Luna, bukan nama sebenarnya, perempuan, 24 tahun.

Pertemuan kami dimulai ketika aku melihat dia menyeberang jalan di bilangan Graha Sabha UGM, dia sedikit berlari, kemudian masuk ke ruangan tempat kami dan teman-teman lain berkumpul.
Namanya tidak pasaran, bahkan sedikit susah diucapkan. Nama panjangnya cantik, dia perempuan berkulit bersih dan menarik.
Lalu dimulailah hari-hari dimana kami bisa saling menyelami diri masing-masing.
Aku tidak bisa tidak mengagumi dia, dengan kemurahan hatinya, percaya dirinya, kecerdasannya, pengertiannya, sikapnya terhadap hidup dan sesamanya. Dia wanita hebat yang membuat aku beruntung mengenalnya.
Berlebihan? Ah, tidak. Tanya saja pada Bintang :).

Bintang, bukan nama sebenarnya, laki-laki, 25 tahun.

Pertama kali kukira dia adalah laki-laki yang dingin dengan tatapan mata yang tajam. Namun dugaanku ternyata salah. Hatinya hangat dan dia tipikal orang yang “hidup”.
Pengalamanku dengannya cukup kompleks, dia laki-laki romantis dan berjiwa besar. Baik hati, seperti Luna. Bahkan sangat.
Dia tidak selalu kelihatan, tapi dia selalu ada. Selalu membuat Luna merasa nyaman, itulah dia.
Bintang, adalah orang yang menyebutku Matahari. Meyakinkanku bahwa aku tidak perlu merasa tidak pantas disebut begitu.

Buatku, mengenal Luna dan Bintang adalah tentang bagaimana mereka mengajariku untuk lebih menyukai hidup. Untuk menikmati setiap sudutnya -menurut Luna-, dan setiap perjalanannya -menurut Bintang-.
Mereka melakukannya tanpa kata, dengan cara yang wajar, dewasa dan jelas.

Bahwa jika pikiran kita hanya ke tujuan, kita malahan mengerdilkan diri kita sendiri karena tak bisa menikmati proses. Sedang sukses tak pernah berupa suatu akhir dan kegagalan tak pernah mematikan.
Bahwa di setiap saatnya, di setiap geraknya, adalah syukur yang luar biasa pada HIDUP dan KEHIDUPAN itu sendiri.
Apabila kita merasa berterima kasih, tentu kita tidak akan menyia-nyiakan suatu hal, dan ketika itulah kita akan memberikan yang terbaik dengan hati gembira. Tulus, tanpa berharap sesuatu.

Yaahh..begitulah secumik tuturku tentang mereka :). 

Seumur hidup,
orang pasti akan bertemu dengan orang-orang yang membuat mereka kagum. Mungkin sedikit jumlahnya, mungkin juga banyak.

Buatku, Luna dan Bintang di antaranya :).

Jan 2

Pergantian tahun ini kulewati dengan menghabiskan waktu dengan tante dan sepupuku di Bintaro. Aku menelpon rumah Solo, namun tidak ada jawaban. Menjelang tahun baru, kedua adikku menelponku dengan suara ceria..

Kemudian aku juga menelpon masku di Jogja, dia sedang ada acara keluarga. Tahun ini kami nggak bisa melewatinya bersama, tak mengapalah.. Masih ada tahun-tahun berikutnya yang bisa kami lewati, Insya Allah. Amin.

Tahun 2007, resolusiku tidak sebanyak 2006, jadi kuharap itu bisa maksimal. Semoga tahun ini lebih baik dan lebih dilewati dengan keceriaan hati.

Sukses dan bahagia buat kita. Selamat tahun baru 2007.