Mengambil materi dari bahan skripsi dulu. Ini tulisan pertama yang dimuat di Netsains.
Salut buat Mbak Merry dkk yang ingin membumikan sains :). Semangat ya Mbak :).
 
Mengambil materi dari bahan skripsi dulu. Ini tulisan pertama yang dimuat di Netsains.
Salut buat Mbak Merry dkk yang ingin membumikan sains :). Semangat ya Mbak :).
 
Apa penyesalan terbesar dalam hidupmu?
Begitu seseorang bertanya kepadaku.
Tak perlu berpikir lama-lama untuk menjawab bahwa,
Aku menyesal karena tidak bisa mempertahankan komitmenku.
Aku membuat keputusan yang salah untuk kuliahku ketika umur 19 tahun. Itu menyebabkan waktu lulusku mundur. Meski kuakui itu tahun-tahun yang sulit, tapi aku tetap tidak boleh seperti itu kan?
Sampai sekarang, kesalahan itu masih membekas padaku. Walau aku sudah minta maaf pada orang tuaku dan mereka memaafkan.
Ah, sudahlah..
Bukankah manusia itu tak sempurna dan dari kesalahan itu kita bisa belajar dewasa?
Menjadi manusia yang bisa memegang janji; itu kualitas yang paling membanggakan buatku.
Bagaimana dengan kamu?
“Tidak perlu menanggapi seemosional itu. Kamu buang-buang energi,” kataku.
“Kamu itu yang buang-buang energi. Kamu perlu menyaring mana yang perlu kamu pikirin mana yang enggak,” jawabmu.
Ah, seperti katamu..
Aku mungkin terlalu sensitif banget.
Sekarang aku makin bisa mengerti, sikap kerasmu karena kamu sayang padaku :). Tidak membiarkan orang lain yang mengkritik aku.
Terima kasih.
Karena kau selalu mendukung kebaikan dan perbaikanku.
Sampai sekarang, aku belum bisa merumuskan bagaimana mobile network ideal itu. Network ideal hanya bisa dirasakan di sisi pelanggan, dimana ia bisa melakukan panggilan maupun sms 24 jam tanpa ada hambatan, bisa menikmati layanan-layanan yang ditawarkan oleh provider secara optimal. Resources yang didapat sesuai dengan teknologi yang ditawarkan dan trafik lancar.
What else? How come? Hmm.. selama ini hanya melihat bagian per bagian, apa yang dikerjain aja, tapi tidak tau secara universal. Meski tau pun, belum bisa terangkum secara menyeluruh sebagai aliran yang berkesinambungan.
Gusti Allah, paringana persa..Â
Sebanyak 99 persen sistem belanja operator telekomunikasi saat ini mengalir ke luar negeri, dan hanya 1 persen yang mengalir ke industri nasional. Menurut Direktur Industri Telematika Depperin Ramon Bangun, sebanyak Rp 100 trilyun total belanja operator telekomunikasi di Indonesia namun hanya sekitar Rp 1 trilyun yang masuk ke industri telekomunikasi dalam negeri. Minimnya aliran tersebut terkait dengan sistem tender yang masih menguntungkan bagi luar negeri.
Misalnya, perusahaan vendor China Huawei. Huawei membawa semua komponen untuk tender yang dimenangkannya di Indonesia dari China. Padahal Indonesia sendiri telah mampu membuat modul-modul sendiri untuk keperluan telekomunikasi. Andaikata masih dilakukan proses produksi di luar negeri, namun karena desain dari Indonesia, maka akan jauh lebih murah daripada membeli dari perusahaan telekomunikasi asing terkemuka.
Padahal dengan luasnya wilayah dan besarnya penduduk, Indonesia merupakan salah satu pangsa terbesar industri telekomunikasi. Apalagi perilaku konsumen kita yang masih cenderung mudah terpengaruh oleh trend. Tak jarang, seorang konsumen menggunakan 2 atau 3 handphone untuk keperluan komukasi bergerak.
Sumber: Antara News
Menurut Project Controller PT Sinergi Telecom, Achmad Izudin, sebuah perusahaan menentukan subkontraktor dengan 2 sistem, yaitu: sistem tender dan penunjukkan. Dengan sistem tender, maka perusahaan subkontraktor akan mengikuti tender yang digelar melalui konferensi dengan pihak perusahaan. Dengan penunjukkan, mereka akan menunjuk perusahaan yang telah eksis atau memiliki track record bagus. Sehingga hal yang terpenting adalah hubungan baik dengan decision maker. Ada keuntungan maupun kerugiannya. Karena perusahaan subkontraktor menjual service maka karyawan bertanggung jawab agar pekerjaan itu selesai dengan baik tanpa komplain. Dia tidak harus memikirkan di luar itu. Namun, resiko juga tinggi karena serba tidak pasti. Proyek bisa diperpanjang maupun tidak, demikian pula dengan karyawan yang tidak mendapatkan hak-hak seperti yang bisa diterima oleh karyawan tetap suatu perusahaan, meski tak jarang pula seorang karyawan kontrak subkontraktor memperoleh penghasilan yang lebih besar daripada karyawan tetap.
Telekomunikasi Indonesia… majulah!

Jogja yang eksotis menempaku selama 6 tahun..
Jogja yang bikin kangen..
Jogja hometownku kedua..
Menyisakan sedih di sudut hati..
Mungkin karena masa-masa itu adalah masa-masa unhappy sepanjang umurku..
Meski begitu, aku tak ingin menghindarinya..
Karena ke Jogja pula, Insya Allah kami akan berlebaran tiap tahun.
Terima kasih Jogja

Film yang bergenre drama, action, dan kolosal ini bercerita tentang perjuangan 300 pasukan Sparta melawan musuh-musuhnya dari Persia yang jauh lebih banyak dan kuat.
Strategi perang yang hebat yang diimbangi keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh Raja Leonidas sebagai pimpinan perangnya. Dan walaupun akhirnya pasukan itu kalah tapi mereka membuka jalan kemenangan bagi Yunani.
Pasukan 300 mereka menjadi inspirasi bagi rakyat Yunani. Real heroes..
Jika terwujud, telekomunikasi umum akan menggunakan wireless atau nirkabel dengan 3G.
Ini memungkinkan masyarakat menggunakan video call, streaming internet, maupun VoIP (telepon lewat internet) dengan layanan publik seperti kita telepon di wartel. Sebuah vendor menetapkan tahun 2015 sebagai perwujudan hal ini.
Mimpi yang terlalu ambisius kah?
Tahun 2005, dosenku di laboratorium Elektronika Dasar memulai penelitiannya tentang internet televisi.
Idealismenya: masyarakat di desa bisa memperoleh koneksi internet lewat televisi, karena mereka umumnya sudah punya televisi tetapi infrastruktur IT belum terakses sampai sana.
Sementara kaum industriawan berambisi untuk membuka pasar baru di pedesaan dengan menawarkan solusi.
Solusi teknologi untuk koneksi pedesaan berbasis seluler GSM itu terdiri dari, perangkat akses poin di area pedesaan dan perangkat di pusat akses di regional. Tiap desa, menurutnya, memungkinkan untuk mengatur sendiri modul akses poin tersebut yang terdiri dari GSM radio, power, perangkat IT dan komponen software.
Tentu saja solusi ini akan membuka peluang bagi pengusaha operator. Lalu bagaimana dengan nasib penelitian kampus yang sudah bekerja bertahun-tahun lamanya? Dan juga ada penganaktirian teknologi di sini, dimana layanan selain pedesaan sudah menggunakan 3G.
Well, apapun itu, industrialisasi dan komersialisasi telekomunikasi tidak bisa dihindari, semoga yang paling diuntungkan adalah masyarakat kecil dan masyarakat pedesaan.
Kasian kan..
Alhamdulillah..
Kita bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.
Sucikan hati, luruskan niat, jaga diri dari segala tutur dan perbuatan.
Mohon maaf lahir batin.
Ayoo.. semangat menggapai ridhoNya!!

Sedih sekali ketika kita ingin menyumbangkan pemikiran, ide, tapi ternyata kita menyadari bahwa pengetahuan kita masih sepotong-sepotong. Masih belum memenuhi kompetensi untuk memberikan wacana tentang dunia yang kita tekuni.
Pesan untuk Ilma; kalau pengen maju jangan kesusu..
Begitu kata teman kuliahku dulu.
Dunia telekomunikasi tempatku bekerja sekarang memang lagi booming. Apalagi ditambah masuknya operator baru baik asing maupun lokal. Mengupas hal itu tentu sangat mengasikkan, banyak hal yang bisa dibahas.
Tapi mengapa aku miskin ide ya? Coba ditelusuri deh..
Dulu, aku melihat mobile network (jaringan telekomunikasi bergerak) dari sisi bawah.
Karena di bagian Radio (jaringan yang transmisinya dengan gelombang microwave atau disebut juga gelombang radio), kami berkutat dengan sinyal downlink dari base transmitter system (tower GSM) atau node-B (sistem 3G) ke mobile station yang berada di sisi pengguna.
Belum lama di situ sudah pindah ke bagian yang lain, dimana sekarang kami melihat network dari sisi sebaliknya.
Kami berada di sisi atas network.
Kami harus memastikan bahwa tidak ada masalah di core network maupun radio access network, transmisi yang failed harus segera diatasi. Begitupun dengan media gateway, mobile switching center, maupun radio network controller harus selalu beroperasi dengan baik. Sekarang equipment yang diperhatikan adalah yang berada di sisi atas.

Sisi baiknya, jika terus mencari penggalan potongan-potongan itu, pengetahuan kita akan lebih kaya.
(sebenarnya butuh training nihhhh, kapan kapan?? hiks)
Jadi kuusahakan untuk belajar, kira-kira 1 jam pun tak mengapa asalkan rutin tiap hari.
Kemudian di tempat kerja kupraktekkan lagi apa yang kupelajari itu.
Alhamdulillah, timku benar-benar memiliki kompetensi soal 3G *mereka pintar-pintar* dan itu sangat menguntungkan buatku.
PS: Buat teman-teman yang requestnya belum terpenuhi baik dalam kehidupan nyata maupun internet, tunggu ya.
Insya Allah, ASAP pokoknyaaahh..