Oct 28

Di kantor. Membaca 1 paragraf bersama dan kami mulai berdiskusi..

Indonesia butuh pemimpin yang berusia muda.
Alasan: semangat dan idealisme kaum muda, bebas dari orde baru. Alasan implisit: hari ini hari sumpah pemuda, hehehe.

Saya heran, orde baru seakan menjadi barang haram.
Negeri kita ini punya kebiasaan jelek. Mencap negatif penguasa atau era yang dianggap GAGAL memenuhi harapan rakyat. Tanpa memikirkan kesinambungan dari pembangunan itu sendiri.

Tidak bermaksud membela;
Orde baru ada bagusnya. Visi Pelita (Pembangunan 5 Tahun) yang dulu menjadi semangat pembangunan negeri ini. Bukankah itu bagus?
Orde reformasi juga bagus, meluruskan kesalahan orde sebelumnya, menampung aspirasi dan kebutuhan rakyat dengan lebih menyeluruh. Tentu saja hasilnya tidak bisa diliat dalam sekejab mata seperti sulapnya David Copperfield.

Tadi malam kami menonton Eagle Awards 2007 di Metro TV.
Seorang kawan mengikuti seleksi tersebut namun dikalahkan oleh Saat Sang Saka Tak Lagi Berkibar.
Ketika film ini menang bersama film Kepala Sekolahku Pemulung, dia mengirimkan sms;
“Kalau begitu emang pantas aku kalah, hehehe”

Kami hanya tersenyum membaca smsnya. Teman, menang atau kalah, dihargai atau dilupakan, selama kita melakukan TINDAKAN NYATA bagi negeri ini, kau akan tetap menjadi kebanggaan bagi negeri tercinta ini.

Selamat hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007.

Oct 27

Bondan Winarno, dalam wawancaranya di The Jakarta Post berkata;

The Spice of Life is A Loving Heart

Benar juga. Segala bentuk ketidakbahagiaan di dunia ini bersumber dari penyakit hati. Sumber dari penyakit hati itu ada 2: disakiti atau menyakiti diri sendiri dengan iri dengki, kebencian, kemarahan, rasa takut, dan penyesalan.

Kita sendiri yang harus rajin-rajin membersihkan hati agar hati kita sehat.

Bagaimana caranya?
Positive thinking dalam hidup, ikhlas terhadap ketentuanNya, memaafkan diri sendiri dan orang lain, berbuat yang terbaik agar jangan sampai ada penyesalan, dan kedekatan dengan Illahi.

Tak bisa bayangkan, apabila kita jauh dariNya.. Betapa setiap hari kita bergantung padaNya.

Aku tidak bermaksud ceramah, karena aku sendiri juga bukan orang suci. Jujur saja, aku pernah minta maaf pada pasanganku, karena: masih mencampur yang hak dengan yang batil.

Seseorang bijak pernah berkata, cintai musuhmu karena dia menunjukkan kelemahanmu.

Bagiku, ya, mencintai tanpa membeda-bedakan, walau terkadang ego yang terluka menghalangi kita (ya, nggak munafik). Namun, di atas itu semua. Mencintai tetap pilihan yang terbaik. Mengapa? Karena setiap dan semua manusia itu KASIHAN, urusannya masih panjang, pertanggung jawabannya masih panjang.. Kalau membenci karena perbuatan dia di dunia ini, rasanya bukan hak kita, karena ada suatu masa lagi, dimana ada yang lebih dari itu semua.

Untuk itu.. semoga kita diberi keikhlasan dan kecintaan pada Illahi lebih dari apapun di dunia ini. Agar kebahagiaan di dunia dan di akhirat dapat kita raih. Agar kita bisa mencintai tanpa membedakan dan melayani demi kemanusiaan.

Wuih, tumben kata-kataku hebat banget.. Aku lagi berkumur kali ya..

Oct 27

Ma, besok gw datengnya telat ya. Gw ada urusan bentar..

Tindih, Team Leader, menelpon semalam

Guys, gw hari ini gantiin Benny, sorry ya, gw datengnya telat. Anak gw sakit nih..

Dwinanto, Core Engineer, memberi kabar lewat sms

Berita-berita seperti itu sering kedengaran. Karena jadwal kerja kami sudah pasti, terlambat 30 menitpun sudah cukup mengganggu. Memang, bisa dihandle dulu sama anggota tim yang lain, tapi tetap saja, semua ada jatahnya masing-masing.

Pada awal aku bekerja di tempat kerjaku ini, aku pernah komplain kenapa report jam 3 sore baru dikirim jam 4 sore. Itu bisa mengganggu tim selanjutnya, sehingga mereka tidak bisa langsung bekerja. Alhamdulillah, setelah beberapa bulan kondisi seperti itu sudah tidak ada lagi.

Pada libur lebaran kemarin, trafik naik, agar network tetap beroperasi dengan maksimal kami memeriksa KPI lebih sering dan lebih mendetail dari biasanya. Alhamdulillah, berkat komitmen, semangat, dan dedikasi semua bisa lancar.

Ini patut dirayakan, seperti halnya family-gathering yang akan kami adakan besok. Meskipun pada saat itu, aku tidak bisa datang karena sedang bertugas. Bagiku, tak mengapa. Komitmen tetaplah komitmen.

Semoga kita menjadi orang yang bisa memegang komitmen. Jujur dan berdedikasi. Insya Allah, Amin.

Oct 26

Yustika memberiku tugas tentang 8 hal mengenai diri sendiri, soal kebiasaan dan sifat-sifat. Ini jawabanku..

  1. Setiap hari tidak lengkap tanpa to-do list.
    Ini kulakukan sudah sejak remaja, kira-kira sejak SMP karena dulu di SD hanya mencatat PR saja. Sedang setelah SMP mulai ada aktivitas di luar sekolah. Sampai sekarang, menulis to-do list masih kulakukan, efektif untukku.
  2. Nggak suka film horror.
    Berbeda dengan adikku yang menyukai film horror, aku nggak suka film horror. Film favoritku: komedi romantis, tentu saja :). Film terakhir yang kutonton: Lucky You (Drew Barrymore, Eric Bana) dan Love and Other Disasters (Brittany Murphy). Tapi karena Mas suka film action, aku jadi ikutan suka juga nonton Die Hard, juga serial 24 dan Prison Break :).
  3. Suka puisi.
    Aku suka menulis, kalau lagi suntuk aku menulis. Dan itu memang menyembuhkan. Walau tulisanku biasa aja, bodo amat deh. Ya, aku memang suka menulis apalagi kalau suatu ketika terbersit ide untuk menulis puisi.
  4. Betah berjam-jam di toko buku.
    Buatku, pergi ke toko buku itu refreshing. Kalau lama nggak kesana, rasanya kayak lumutan. Udah semacam kebutuhan sih..
  5. Sering mandi sehari 3 kali.
    Karena Jakarta panas aku jadi sering mandi sehari 3 kali. Pertama, mandi pagi. Kedua, mandi sore. Ketiga, mandi malam terutama habis keluar bepergian.
  6. Nggak suka meninggalkan kamar dalam kondisi acak-acakan.
    Sebelum meninggalkan kamar, biasanya aku merapikannya dulu karena aku nggak suka liat yang kotor-kotor.
  7. Suka olahraga yang menantang.
    Aku pengen ngerasain bungee jumping, paralayang, naik gunung, dan ya, nyobain tornadonya Dufan (ini bukan olah raga ya). Tapi sedih, karena tanggal 1 Oktober kemarin tornado memakan korban, 23 orang tewas. Olahraga terakhirku yang sedikit menantang: rafting.
  8. Punya daftar mimpi yang akan diwujudkan.
    Ehm.. yang jelas ini sangat membahagiakan. Apalagi kalau mimpi ini mimpi bersama orang yang sangat dicintai. Hihihihi.. :D.

    Ok, sekarang saatnya meneruskan ke:

Oct 8

Menjelang mudik malah sakit, hiks :(. Terpaksa beberapa rencana batal.
Ini akibatnya kalo kerja nggak jaga kesehatan.
Menjelang mudik ada beberapa urusan yang terselesaikan.
Alhamdulillah dengan hati terbuka, bisa diselesaikan dengan baik.
Walau ada juga yang terpaksa ditunda sampai sesudah lebaran seperti: Rakernas dan beberapa tulisan masih dalam proses. Aku mudik bawa laptop, seperti pesanan Adikku –jadi kalau tiba-tiba muncul ide aku bisa langsung menuliskannya :)–

Oya, tadi malam aku mimpi ketemu Bung Karno sama SBY.
SBY mengatakan tentang kesabaran. Beliau mengukur tentang batas kesabaran manusia pada umumnya, dan jika kita bisa melewati batas itu, akan ada hasil yang luar biasa.
Well..cocok dengan kondisiku saat ini.

Juga tentang cinta..
Ada seserang menulis dan aku setuju dengan pendapatnya:

Love is not about finding the right person, but CREATING the right relationship. It’s not how much love you have in the beginning, but how much love you BUILD until the end

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf segala kekhilafan dan kesalahan, lahir dan batin.

Sampai ketemu lagi!

Oct 4

Itu judul sebuah buku yang pernah kutemui di Gramedia Depok.

Ketika SMA sahabatku berkata bahwa yoga hanya untuk orang-orang stres. Aku hanya tersenyum dalam hati mendengar komentarnya :). Sebenarnya manfaat yoga lebih dari itu.Gerakan sholat mirip dengan gerakan (asana) yoga. Bahkan ada yang menyebutkan praktek Sholat sebagai perwujudan yoga yang paling sempurna. Dengan yoga itu sendiri, badan menjadi sehat, hati senang, dan pikiran suci.

Gerakan sholat mirip dengan gerakan (asana) yoga. Bahkan ada yang menyebutkan praktek Sholat sebagai perwujudan yoga yang paling sempurna. Dengan itu sendiri, badan menjadi sehat, hati senang, dan pikiran suci.Siapa yang tak mau merasakan kedamaian dan efektivitas hidup seperti ini?

Untung saja, huney memberikan aku CD praktek Yoga sendiri :). Lumayan, kalau nggak mau kena macet di tempat Yoga di kawasan Buncit :D.