Nov 30

A Library
Saya menuliskannya di daftar mimpi. Sebuah perpustakaan keluarga yang lengkap. Biografi, telekomunikasi, agama, sastra, self-development, hobby, psikologi, komputer, kesehatan, novel. Kamu bisa menambahkan topik apapun di shelter yang kamu suka.

Mungkin ini pula keinginanmu, sahabat :).

Mari merapikannya, buku kita sudah cukup banyak :).
Karena anak-anak, generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita sekarang :).

Nov 27

Selepas dari bekerja 16 jam (2 kali shift) di hari Sabtu pagi kemarin *ketika itu banyak site yang down karena pemadaman listrik bergilir*, saya bersiap-siap menghadiri Rapat Kerja FAM PII di Halimun. Alhamdulillah, setelah 2 kali mengalami penundaan acara ini berhasil diselenggarakan dengan lancar.

Kemudian keesokan harinya (Minggu), saya istirahat seharian sembari membaca buku yang belum selesai saya baca. Senin, saya mengurus rekening FAM PII dan pembayaran konsumsi rapat. Selasa, saya meeting mengenai training audit energi listrik di Halimun. Pak Pekik sebagai pakar energi dari ITB akan menjadi pemateri training ini. Beliau ini juga pengurus PII dari Komite Pembinaan dan Pengembangan Profesi. It’s gonna be great!

Kebetulan saya memiliki piutang shift yang dibayar oleh teman saya sehingga pada jam kerja saya libur dan bisa mengerjakan tugas saya di FAM.

Hari Rabu, Insya Allah, saya bertemu dengan teman-teman di Netsains. Seorang kawan di FAM bertanya kenapa saya begitu terobsesi dengan Netsains. Apa alasannya, apa tujuannya. Saya melongo karena saya tidak merasa begitu. Entah kenapa teman saya menilai saya terobsesi.

Saya hanya katakan bahwa saya suka. Sejak lama saya menginginkan ada wadah ilmiah seperti ini, dimana orang-orang kompeten di bidangnya masing-masing bisa bertemu dan sharing, namun tidak terkesan berat seperti halnya penelitian di laboratorium.

Dia lalu berkata panjang lebar dan menjelaskan teori keinginan parafisik. Dia mengatakan dream comes true. Saya tersenyum.

Sejak masih kuliah beberapa tahun yang lalu, saya sudah ngefans dengan Mbak Merry Magdalena, foundernya Netsains. Dan sekarang saya sering berhubungan dengan dia, bahkan rumahnya dekat dengan saya. Itu saya sudah senang sekali.

Insya Allah, minggu depan kami akan ketemu lagi di kantor Ristek dengan Pak Kusmayanto Kadiman. Alhamdulillah, tidak bertabrakan dengan jam kerja saya sebagai Network Engineer.

Oya, sebagai penulis, sudah 2 orang yang menanyakan tulisan saya. Terus terang, saya ingin tulisan yang dalam dan luas. Ketika saya ingin mengetahui sesuatu saya ingin tau secara dalam. Begitu pula ketika saya menulis sesuatu.

I wish I could do that..

Tetap semangat!!

Nov 23

Berbicara tentang sikap, penting rasanya untuk mengulang. Bukan karena tak lulus. *Hey ini tak seperti pelajaran sinyal digital yang kamu tak lulus lalu kau ulang lagi di semester berikutnya!* :)

Hanya saja terkadang saya lupa.

Bahwa saya harus hadapi hal-hal penting dengan pikiran santai dan bebas.

Bahwa saya akan menjaga kebiasaan bahwa saya akan wudhu dulu sebelum tidur, tidak hanya menyikat gigi, membersihkan wajah dan mengoles krim malam.

Bahwa meskipun mimpi buruk, saya akan tetap tersenyum ketika bangun pagi. Tapi bukan pura-pura tersenyum.

Bahwa saya akan juga akan berdoa dengan tersenyum :).

Nov 18

Membaca berita di DetikInet hari ini, membuat saya berpikir bahwa kita ini memang terlalu banyak mengadopsi teknologi telekomunikasi. Bahkan ada celetukan, “Kalau mau bikin sistem, cobalah di Indonesia baru disebarin“. Lihat saja semua ada di sini, dari GSM, CDMA, CDMA2000, WCDMA, WiMax, semuanya ada!!

Sekarang masalahnya, bagaimana kalau masyarakat terlanjur menggunakan teknologi tersebut lalu terjadi migrasi yang mengakibatkan teknologi sebelumnya menjadi tidak terpakai lagi? Ambil contoh, kasus cutoff layanan Flexi frekuensi 1900 MHz untuk kemudian migrasi di frekuensi tunggal 800 MHz.

Menurut saya, resources akan terbuang banyak sekali. Okelah, mungkin untuk kompensasinya sendiri dari PT Telkom berjanji akan selesai sebelum 31 Desember 2007. Tapi bagaimana dengan perangkat yang sudah terlanjur diinstall untuk mendukung infrastruktur jaringan tersebut?

Rugi dong.

Itulah sebabnya, pada akhirnya Ericsson dan NSN memilih untuk tidak mengembangkan CDMA.

*hhmm, apakah ada hubungannya bahwa Eropa cenderung sentimen terhadap teknologi buatan Amerika ini? Karena itu yang sering saya tangkap*.

Menurut saya, teknologi semaju apapun jangan membuat kita menjadi gegabah dan membabi buta untuk menerapkannya. Lihat-lihat dulu platformnya, lihat-lihat dulu lifetimenya dan juga kebutuhannya.

Baca juga: Review GSM dan CDMA dari Wireless Access Lab TELKOMRisTI (Tempat KP saya dulu nih).

Nov 15

Ingin membentuk CV / PT / Yayasan / Organisasi Nirlaba yang punya legalitas yang kuat? Perbincangan dengan Mbak Merry dari Netsains beberapa kali dalam minggu ini membuat saya kembali menanyakan ke orang yang lebih kompeten. Saya sempat bertanya pada teman saya yang pernah bekerja di Law Firm dan adik saya yang lulusan Fakultas Hukum. Perkembangan Netsains yang pesat selama 4 bulan terakhir membuat wadah “ilmiah gaul” ini perlu memiliki keberadaan dan jaminan hukum yang jelas.

Yang perlu diperhatikan dalam pendirian Badan Usaha, antara lain: 
I. Memilih Bentuk Badan Usaha yang Sesuai 
II. Dokumen yang Perlu Disiapkan dan Biaya-biayanya 
III. Langkah-langkah Pembuatan Badan Usaha 

Ulasannya sbb; 
I. Memilih Bentuk Badan Usaha yang Sesuai 
1. Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh: perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya. 

Ciri dan Sifat perusahaan perseorangan :
- relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
- tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
- tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
- seluruh keuntungan dinikmati sendiri
- sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
- keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
- jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
- sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan 

2. Perusahaan / Badan Usaha Persekutuan / Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah Firma dan Persekutuan Komanditer alias CV. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait. 

a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. 

Ciri dan Sifat Firma :
- Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
- Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
- Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
- keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
- seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
- pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
- mudah memperoleh kredit usaha 

b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan CV disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif. 

Ciri dan Sifat CV :
- sulit untuk menarik modal yang telah disetor
- modal besar karena didirikan banyak pihak
- mudah mendapatkan kredit pinjaman
- ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
- relatif mudah untuk didirikan
- kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu 

3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya. 

Ciri dan Sifat PT:
- kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
- modal dan ukuran perusahaan besar
- kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
- dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
- kepemilikan mudah berpindah tangan
- mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
- keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
- kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
- sulit untuk membubarkan PT
- pajak berganda pada Pajak Penghasilan / PPh dan Pajak Deviden 

Sumber: Bentuk, Jenis & Macam Badan Usaha / Organisasi Bisnis Perusahaan

II. Dokumen yang Perlu Disiapkan dan Biaya-biayanya

1. Akta notaris (Siapkan KTP dan KK)
2. SIUP
3. TDP
4. NPWP
5. Surat ijin domisili

Biaya ini bervariasi, tergantung pada siapa kita berhubungan di tempat-tempat pengurusan, masing-masing poin berkisar mulai Rp 50.000,- sampai jutaan kali ya kalau di Jakarta (cmiiw). 

Sumber: Dunia Wirausaha - Pendirian Badan Usaha 

III. Langkah-langkah Pembuatan Badan Usaha 
1. Akta Notaris. Pendaftaran akta notaris ke departemen kehakiman.
2. Tanda daftar peruahaan (TDP) ke Deperindag.
3. Surat Ijin Usaha perusahaan (SIUP)
4. NPWP (banyak klien yang akan meminta NPWP badan usaha sehingga dianggap cukup perlu)
6. Surat ijin domisili ke kelurahan.
7. Khusus untuk yang mau membuka usaha catering, harus ada surat dari Dinas Kesehatan 

Tips:
1. Persiapkan AD/ART yang jelas ketika menghadap Notaris.
2. Untuk organisasi nirlaba, alternatif selain membentuk Yayasan (untuk Yayasan bisa profit dan nonprofit) adalah Persekutuan Perdata (misal: Klinik Bersama). Adanya Persekutuan Perdata memungkinkan masing-masing profesional bisa berdiri sendiri sehingga apabila ada kasus hukum, bisa diarahnya ke individunya, kelompoknya tidak ikutan kena.
3. Semua harus jelas di awal agar tidak menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Hal-hal yang menjadi pilar-pilar organisasi harus ditetapkan dari awal. 

Ada masukan lain?

Nov 9

Dalam perjalanan menuju makan malam kami, saya terhenyak ketika mendengar;

Kita tu nggak punya vendor sendiri ya? Coba kalau ada vendor dari Indonesia.

Benar juga, pikir saya. Operator lokal nggak perlu terlalu banyak nguntungin perusahan-perusahaan milik negara-negara yang udah kaya itu.

Tapi teknologi kita masih tertinggal ya..

Waduh, kebiasaan buruknya muncul. Nggak jadi ide. Miyur tekade. Saya sebal kalau begitu.

Selama ini operator-operator lokal yang sahamnya sudah banyak dikuasai oleh negara-negara asing, seperti: Singtel (Telkomsel), ST Telemedia (Indosat), dan Telekom Malaysia (XL) masih menggunakan jasa rekanan dari vendor asing yang sebagian besar milik negara-negara Eropa (Ericsson, Nokia-Siemens Networks, Motorola, Alcatel) atau China (Huawei, ZTE). Tidak bisa dipungkiri, operator kita masih sangat bergantung dan membutuhkan vendor-vendor ini. Dengan engineer-engineer terbaik bangsa kita yang dibayar mahal, mereka bekerja untuk mengerjakan operator lokal dalam bendera perusahaan asing.

Bisa dibilang, pendapatan untuk telekomunikasi banyak yang mengalir ke pihak asing karena Indonesia belum mampu menyediakan tool-tool yang dibutuhkan untuk itu. Baik dari sisi hardware maupun software. Hellooo…ngapain aja ya para insinyur kita? :D

Teman saya dari Bali barusan cerita. Dia service untuk proyek milik vendor China.
Katanya di Bali, sistem penggunaan towernya berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Mereka bisa menyewa tower yang sudah ada, lalu digunakan bersama. Satu tower bisa untuk lebih dari satu vendor? Saya baru tau. Karena biasanya 1 tower dibangun untuk 1 vendor. Begitupun untuk switching platform, dari Alcatel ke Ericsson misalnya. Tetap 1 vendor.

Irit benar vendor tersebut. Bekerja bak sapi perah, membangun site dari survey, planning, implementasi, sampai maintanance, yang semuanya dikerjakan oleh satu tim dari sebuah subcontractor. Wuiihh..

Back to the topic, terus terang saya prihatin. Untuk perusahaan jasa subcontractor, sudah banyak milik Indonesia. Begitupun dengan perusahaan agen. Tapi mereka tetap bekerja untuk vendor yang memiliki sistem, teknologi, dan authority yang mantap, which is: perusahaan asing.

Saya bangga bisa dididik oleh perusahaan vendor asing tempat saya bekerja sekarang. Namun seandainya negara kita memiliki vendor yang seperti ini juga, saya lebih bangga lagi.

Kapan ya terwujud?

Semoga dengan adanya berbagai ujian terhadap kesatuan NKRI, berbagai bencana alam, berbagai konflik SARA, berbagai konflik dengan negara tetangga, bisa mendewasakan bangsa ini. Mungkin kita perlu begini dulu agar sadar, agar kemudian terwujud Indonesia yang masyarakatnya maju dan sejahtera. Buat apa sih bertikai, kalau itu justru menghalangi kita untuk bekerja sama?

Semoga berbagai kenyataan yang ada tidak membuat kita semakin pesimis akan nasib bangsa ini.

Btw, hey selamat dengan pertumbuhan ekonomi kita sebesar 6.2%. Ini yang terbaik sejak Krisis Moneter 1997/1998 :).

Nov 8

Dari dulu, saya selalu mengagumi seseorang yang piawai membagi waktu. Banyak aktivitas, banyak tanggung jawab, tapi beres semua. Apa kiatnya?

Mbak Dewi Lestari misalnya. Seorang istri dan ibu dari balita yang saat ini sedang mengerjakan proyek menulis, sekaligus proyek soundtrack sebuah groupband. Agar bisa berkonsentrasi menulis, Mbak Dewi kos di Bandung. Kos-kosannya dijadikan “kantor” untuk menulis tanpa terganggu aktivitas lainnya. Pulang dari kos seperti halnya pulang kantor. Dia juga bilang bahwa menjadi vegetarian sangat membantu badannya untuk selalu fit.
*Ngomong-ngomong saya pernah juga jadi vegetarian tapi cuma tahan 2 minggu, hahaha*

Pak Mas Wigrantoro, beliau seorang dosen di Universitas Budi Luhur, Universitas Moestopo, dan Universitas Indonesia. Sedang menyelesaikan pendidikan S3. Menjadi staf ahli Menkominfo, komisaris beberapa perusahaan, dan aktif menulis. Beliau mengatakan dari dulu memang sudah terbiasa mengerjakan banyak proyek, walaupun sekedar melihat the big picture saja.

Saya kagum dengan orang-orang kayak gini. Yang jelas kuncinya: jangan menunda!! Lakukan apa yang harus dilakukan bukan melakukan yang disukai ketika saat yang kita mau. Wah, ini namanya mood-moodan. Kadang, saya seperti ini. Nggak mood, alasannya juga pinter: bioritme saya sedang turun nih.. *Hahaha, dasar alasan!!*

Yuk, sama-sama membenahi untuk lebih produktif lagi. Untuk masa depan yang lebih baik!

Nov 7

Conference Room
Barusan datang dari JCC (Jakarta Convention Center), dari acaranya PII, International Investment Summit Responding to the Energy Challenges yang diagendakan 3 hari pada 5-7 November 2007. Banyak pejabat yang hadir disitu. Dari Presiden SBY dan rombongan (termasuk Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng), Wapres Jusuf Kalla, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekretaris Negara yang mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Oya, tentu saja hadir Ketua PII Jakarta Airlangga Hartarto, Ketua Bimasena - Mines and Energy Society, dan juga beberapa investor luar.

Dalam bahasa Inggris semua membahas mengenai tantangan energi baik di tingkat global maupun lokal-nasional. Isu ini meliputi pemanasan global, energi alternatif, harga minyak dunia, kebijakan strategis, serta teknologi tepat guna. Terasa banget bahwa isu ini tak hanya masalah lingkungan, namun juga berdampak pada isu ekonomi, politik, yang berdampak pada tatanan perilaku masyarakat. Tentu saja, perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan energi juga harus benar.

Untuk memulainya, hematlah listrik, air, dan bahan bakar :D tanpa mengurangi produktivitas. Bisa nggak ya? Ya, harus bisa lah, kasian anak cucu kita..

Beberapa perwujudan nyata, di antaranya: komunitas Bike To Work Indonesia dengan bersepeda ke tempat kerja, di negara-negara maju sudah banyak mobil bioenergi untuk mengurangi emisi karbon ke atmosfer. Mantan Wapres AS Al Gore bahkan mendapat Nobel Perdamaian untuk Kampanye Pemanasan Globalnya ke seluruh dunia.

Tantangan keterbatasan energi.. Siap tidak siap, inilah yang dihadapi. Ya kan? :)