Dec 30

Sedih melihat berita di TV, membaca koran atau media-online. Banyak sekali bencana di negeri kita di penghujung tahun 2007 ini.

Mulai dari kotaku, Solo tercinta yang terkena banjir. Alhamdulillah rumahku nggak apa-apa. Seorang kawan, Ika, pulang ke Solo untuk memastikan keluarganya baik-baik saja. SMS dari dia tadi siang mengatakan bahwa rumah neneknya terendam banjir setinggi 1,5m. Sampai tadi sore hujan masih terus mengguyur.

Tawangwangu, di kaki Gunung Lawu, terkena musibah tanah longsor. Beberapa korban berjatuhan dan sampai sekarang petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban.

Luapan sungai Bengawan Solo juga menggenangi daerah Jawa Timur. Ngawi, Bojonegoro, dan Lamongan terkena imbasnya. Di Ngawi terdapat 19 orang menjadi korban.

Tanggul ambruk di Pacitan juga menyebabkan banjir.
Telak! :D

Saya ingat percakapan seorang kawan, ketika kami kumpul-kumpul di Depok Town Square hari Sabtu siang kemarin. Tuhan Maha Pemurah..semua makhlukNya diberi rezeki. Tuhan memberikan kebaikan karena sayangNya pada makhlukNya, Tuhan juga beri bencana juga karena sayangNya. Tidak ada yang tidak baik yang diberikan oleh Tuhan.

Harapan selalu ada kawan. Apakah hari ini mendung atau badai ataukah matahari menyengatmu terlalu terik.. tersenyumlah selalu :). Bersemangat!!

Dec 28

Terorisme. Kali ini membawa korban seorang pemimpin oposisi rakyat Pakistan yang juga mantan Perdata Menteri. Seorang wanita. Benazir Bhutto. Tewas tertembak di leher akibat aksi bom bunuh diri yang juga menewaskan sedikitnya 20 orang warga Pakistan.

Serangan terhadap Benazir sudah terjadi semenjak kedatangannya kembali ke Pakistan pada 19 Oktober 2007 lalu. Benazir Bhutto tewas setelah memberikan kampanyenya di sebuah taman di Rawalpindi dekat Islamabad, menjelang Pemilu Pakistan 8 Januari 2008.

Saat ini masa pendukung Benazir marah dan dunia mengecam peristiwa tersebut. Presiden SBY dalam pidato kepresidenannya menyampaikan duka cita dan harapan agar hal seperti ini tak terjadi di Indonesia.

Berikut berita pertama dari Detikcom, Kamis tanggal 27 Desember 2007 jam 21.02:

Dec 27

Saya sudah mengenal PII sejak masih kuliah di Jogja, yaitu tahun 2004 saat PII cabang Yogya membuka FAM (Forum Anggota Muda) PII, yaitu: Sarjana Teknik kurang dari 35 tahun dan mahasiswa yang telah menempuh 120 sks.

Ketika itu saya belum familiar organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1952 itu. Bahkan saya baru saja mendengar namanya.

Ternyata itu pula yang terjadi di masyarakat umum. PII tidak terdengar. Gaungnya sangat jauh dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mengapa bisa begitu? Padahal di Singapura, Malaysia, dan Australia PII sangat populer?

Interaksi dan Publikasi

Ambil contoh IDI. Seorang teman wartawan pernah bercerita kepada saya, bahwa orang IDI itu ada yang dilantik dokter saja mengundang wartawan. Belum lagi karena profesi dokter yang langsung berhadapan dengan praktek di masyarakat. Sangat bersentuhan. Tak heran, organisasi profesi ini sedemikian populer.

Lalu bagaimana dengan PII?

PII sangat bersentuhan dengan profesi insinyur. Kuliah Engineering Ethics menjelang seorang mahasiswa teknik diwisuda melibatkan PII.

PII mengadakan berbagai training dan pelatihan. Seperti Kursus Pembinaan Profesi (KPP) yang merupakan program rutin PII se-Indonesia dan juga program-program lain sesuai dengan rancangan PII di daerah tersebut.

PII juga mengadakan sertifikasi keahlian bagi para insinyur yang konsisten di dunia keinsinyuran. Sertifikasi Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), dan Insinyur Profesional Utama (IPU) mungkin belum banyak dimiliki orang. Namun di beberapa bidang pekerjaan, sertifikasi itu menjadi value-added bagi seorang insinyur.

Antara Sarjana Teknik dan Insinyur

Dulu kuliah teknik itu ada pendidikan profesi di akhir masa studi. Inilah yang sekarang dihilangkan dari lulusan Fakultas Teknik di Perguruan Tinggi di Indonesia. Inilah beda antara Sarjana Teknik dan Insinyur.

Sekarang, lulusan Teknik Sipil hanya bisa berkata bahwa dia lulus dari jurusan Teknik Sipil. Tidak bisa berkata seperti Si Doel, “Saya ini Insinyur” :D.

Ya. Walau name tag kantornya memang tertulis “Engineer”, namun ternyata itu masih belum menjadikannya berkata dan dikenal masyarakat sebagai insinyur.

Seorang yang bekerja di dunia teknik dan seorang insinyur.

Beda artikulasi dan maknanya. Justru menurut saya, sebutan insinyur di zaman dulu itu sudah yang terbaik :).

“Kamu kalau besar ingin jadi apa?”

“Jadi insinyur Ma”
Dan bukan,
“Ingin bekerja di perusahaan teknik”

Beda kan?? :D
Insinyur itu lebih pada etika dan sikap profesi.

Dengan banyaknya orang penting di negeri ini yang berkiprah di PII (Hatta Rajasa, Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Fauzi Bowo, Kusmayanto Kadiman, Wiranto Arismunandar, Purnomo Yusgiantoro, Rachmat Witoelar, dll), semua orang yang peduli berharap bisa membawa nama PII sampai pada grassroot, sampai ke orang awam.

Dan semoga PII bisa membawa kemajuan bagi negeri tercinta kita ini. Lebih baik dari sebelumnya.

Luv u Indonesian Engineers :)

Dec 26

Selama ini reksadana paling sering dibandingkan dengan instrumen investasi seperti:

  • Deposito
  • Bursa Saham
  • Properti

Dan juga satu lagi produk perbankan, gabungan reksadana dan asuransi, yaitu: Unit Link.

Untuk menginvestasikan anggaran ke sistem reksadana diperlukan pengetahuan dan analisis yang tepat agar tidak salah langkah.

Buku “Reksadana Investasiku” karangan Adler Haymans Manurung banyak menjawab rasa penasaran saya mengenai reksadana. Pengalaman penulis dalam dunia praktisi, akademisi dan peneliti telah menjadikannya matang “berbicara” reksadana.

Di buku itu diulas mengenai tipe-tipe reksadana (reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, atau reksadana campuran) termasuk memilih manajer investasi yang tepat.

Sistem reksadana sendiri baru mulai dikenalkan di Indonesia sekitar tahun 1996 dan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di tahun-tahun selanjutnya.

Reksadana tak melulu bernilai tak terjangkau. Nilai dari reksadana bisa dibeli mulai Rp 100rb sampai Rp 100 juta.

Ada yang mau share soal reksadana?

Dec 21

Mari menghitung berkah..

  1. Masuk Ericsson sebagai engineer seperti yang diimpikan. Alhamdulillah.
  2. Pengalaman bekerja di Adacellworks dan Sinergi Telecom telah banyak membuka wawasan tentang dunia telekomunikasi di sisi subkontraktor. Saya sangat berterima kasih untuk itu.
  3. Finally found soulmate. Slowly but sure, karena niat sejak awal kami memang sebagai suami-istri. Insya Allah, Amin.
  4. Unit Link sebagai asuransi dan investasi.
  5. Tabungan berjangka untuk “memaksa” menabung.
  6. Terpilih menjadi pengurus harian FAM PII.
  7. Menjadi penulis di Netsains dan bergabung dengan komunitas keren itu.
  8. Bisa memiliki buku-buku sebagai cikal bakal perpustakaan keluarga. Dan membacanya sampai selesai dong!! :D.
  9. Hubungan dengan keluarga dan teman-teman berjalan dengan baik.
  10. Bisa bersyukur dan menikmati waktu-waktu terbaik bersama orang-orang tersayang.

Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.

Saya berharap lebih baik di 2008. Bekerja lebih profesional, lebih mumpuni di bidang yang saya pilih, dan lebih berguna bagi sesama :).

Evaluasi sahabat:

Tulisan menjelang 2007:

Dulu saya cuma berharap di karir dan asmara.. Itu yang penting, tapi rasanya saya memperoleh lebih dari itu :D. Alhamdulillah.

Dec 19

Jangan dipikir terus yang bikin sakit..

Begitu isi sms dari kamu :).

Ya sayang, terima kasih :). Tidak ada kebahagiaan yang lebih dari kebahagiaan menyayangi, memberi, dan memaafkan. Dan karena saya ini memang egois karena ingin bahagia maka saya memilih untuk memaafkan.

Besok, hari Raya Idul Adha tiba..
Berusaha memaknai kata “berkorban” sebagai ketaatan dan perbuatan yang disukai Allah di tengah ego dan keinginan pribadi..

Bersyukur atas adanya kita hari ini..

Tetap semangat, tetap senyum :) 

Dec 17

Saya beberapa kali menanyakan loyalitas dan kecintaannya pada klub Inggris itu,

Mengapa Liverpool?”

Dia hanya menjawab bahwa dia suka. Dulu di era 80an Liverpool berjaya, sehingga penggemarnya dari kalangan tua sampai muda. Beda dengan klub yang baru berjaya di era 90an, Manchester United misalnya.

Liverpool itu tim tersukses di Britania, terutama di era 80an. Selain 18 gelar juara Liga Inggris (yang susah ditandingi) juga punya rekor 5 kali juara Liga Champion Eropa ,” katanya.

Malam itu, Minggu 16 Desember 2007 saya menemaninya nonton Liga Inggris. Di kafe Score, Citos, kami nonton pertandingan Liverpool. Bersama seorang sahabatnya, Wahyu.

Malam itu, Liverpool dikalahkan Manchester United 0-1.

Namun, saya merasa itu malam Liverpool.

Supporter berdiri menyanyikan anthem song Liverpool sambil mengangkat banner kain Liverpool.

Liverpool itu kalah atau menang pasti nyanyi,” jelas Wahyu.

Sorak-sorainya mengalahkan supporter klub lawan yang menang. Supporter yang loyal dan membanggakan, dengan anthem song yang bikin merinding “You’ll never walk alone“, memang milik Liverpool.

Link terkait:

Dec 17

Ki-ka: Merry, Astronot Malaysia, Aku, Pak KK, Sarie

Sabtu, tanggal 15 Desember 2007, komunitas Netsains mengadakan gathering lagi. Kali ini di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung. Acara ini juga dibarengi peresmian teropong surya, peresmian Wisma Kherkova sebagai Pusat Informasi dan Komunikasi Bosscha, Penanaman Pohon Langka oleh Dubes Malaysia, Dubes Belanda, dan tentu saja Pak Kusmayanto Kadiman (KK) sebagai Menristek dan pemegang hajat :D.

Seru juga bisa ngumpul dan kopi darat. Ada juga Audrey Clarissa mantan presiden ikatan mahasiswa Farmasi sedunia (IPSF) yang saat ini sedang bekerja untuk proyek I-biotech, mengenalkan teknologi pada anak-anak sekolah.

Di situ banyak wartawan. Saya sendiri duduk di sebelah wartawan Jurnal Nasional (Jurnas). Selain itu, ada juga wartawan Sinar Harapan, Tempo, Okezone, Investor Daily, dll.

Di Taman Observatorium Bosscha

Link terkait:

Dec 13

Suatu ketika, RNC (Radio Network Controller) di Pontianak mengalami gangguan. Koneksi terputus ke SGSN (Serving GPRS Support Node) Surabaya -dimana network didesign kesitu- sehingga PS (Packet Service) mati. Setelah ditelusuri di transmisinya, ternyata E1 link antara MGW (Media Gateway) Surabaya dan MGW Pontianak mengalami intermitten (keadaan up dan down secara bergantian). Lalu kami mengunci E1 pertama dan menggunakan E1 kedua. Kemudian IMA (gabungan E1) link UP (naik, beroperasi kembali). Koneksi tersambung kembali, service kembali lancar.

Kasus demi kasus banyak mengajari saya dan juga menuntut saya untuk menguasai jaringan. Agar tidak salah dalam memberikan dan menerima informasi serta memberikan petunjuk kepada engineer-engineer di lapangan.

Banyaknya kasus yang kita temui dan berhasil kita pecahkan menjadikan kita engineer yang matang. Ternyata untuk bisa menggunakan pelayanan seluler dengan nyaman, banyak orang bekerja keras di belakang layar. Yang rela begadang di dini hari dan terkaget-kaget dengan alarm indikator :D.

Lalu saya teringat seorang teman saya,
“Ilma, kamu mau di manajemen atau di spesialis?”

“Kalau di manajemen kerjaan kamu akan semakin banyak karena urusan semakin banyak, sementara spesialis kerjaan kamu semakin sedikit. Hanya dihubungi di saat-saat tertentu, ilmunya jago, duitnya banyak, bisa transfer dengan mudah keluar negeri lagi.”

“Pilih mana Ma?”

Saya diam. Mungkin karena saya terlanjur mencintai dunia ini. Bagaimanapun dan dimanapun saya berada.. Naifkah saya?

Dec 11

Tak bisa dipungkiri, kebutuhan akan pasokan energi yang berkualitas dari waktu ke waktu terus meningkat. Energi listrik masih terus menjadi pemasok energi utama dalam kebutuhan hidup manusia. Konsumen juga terus semakin sadar akan haknya dari perusahaan listrik. Walaupun para system designer telah bekerja keras menghasilkan sistem tenaga listrik yang baik, bermacam gangguan yang menerpa sistem tidak semuanya bisa diatasi.

Masalah kualitas daya menjadi semakin penting untuk dicermati sejalan dengan era keterbukaan dan deregulasi. Sayangnya, masalah kualitas sebenarnya adalah masalah yang subyektif, sehingga sulit untuk dikuantifikasi. Kualitas baik bagi satu pihak belum tentu baik bagi pihak yang lain. Menurut perusahaan listrik, yang disebut gangguan biasanya adalah:

  • sambaran petir
  • hubung singkat
  • kerusakan komponen
  • naik-turun beban atau ketidakseimbangan beban
  • arus beban sinusoidal

Bagi pelanggan, arus tak seimbang dan nonsinusoidal bukanlah gangguan. Akan tetapi, adanya kedip atau naik turunnya tegangan dianggap sebagai gangguan. Banyak industri yang mengalami kerugian besar walaupun pemutusan hanya terjadi selama beberapa siklus.

Bagi perusahaan listrik, kualitas daya yang buruk dapat menyebabkan:

  • naiknya susut daya di peralatan listrik (trafo dan kabel)
  • gangguan pada sistem pengukuran dan proteksi
  • pemanasan lebih pada trafo dan kabel
  • gangguan pada sistem telekomunikasi
  • menurunkan citra perusahaan

Bermacam cara dan bermacam peralatan telah dikembangkan untuk memahami bermacam fenomena penyebab turunnya kualitas daya dan cara mengatasinya. Sayangnya, tidak ada satu metoda atau alat yang bisa mengatasi semua masalah kualitas daya. Setiap masalah selalu berbeda dan memerlukan metoda pemecahan tersendiri. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan terhadap permasalahan kualitas daya secara umum dan cara mengatasinya. Ini merupakan audit energi.

Sedangkan manajemen energi berkisar alokasi penggunakan atau konsumsi tenaga listrik. Berapa persen energi digunakan untuk proses produksi, berapa persen untuk maintanance alat-alat, berapa persen untuk kerumahtanggaan. Alokasi energi ini juga bisa dikelompokkan berdasarkan fungsional dan tipikal alat.

Intinya adalah jangan sampai kerusakan di sisi beban itu bisa menimbulkan kebocoran atau memberikan dampak yang tidak baik bagi keselamatan manusia. Tema inilah yang akan diangkat dalam pelatihan PII di Bandung bulan depan dengan pemateri utama Ahli Listrik dari ITB, Dr Pekik Argo Dahono.

« Previous Entries