Feb 26

Diam-diam saya menyimak pembicaraan teman kantor saya dengan anaknya.

“Halo Mbak Icha..lagi ngapain??”

Lalu terdengar samar-samar suara anak kecil..lucuuuuuu sekali.

“Ini Bapak lagi di kantor..sebentar lagi pulang kok. Mbak Icha udah makan?”
Dan lalu mengalirlah obrolan ayah-anak itu :).

Kemarin saya ditunjukki foto anak teman saya itu. Gadis kecil yang lucu dan energik.

Duhh..mendengar pembicaraan begitu saja, mata saya jadi anget. Kebayang nanti suami saya menelpon anaknya :). Mengharukan banget ya..

Haduuuh..ngayal lagi ngayal lagi..Kebiasaan buruk!!

*akukansabarsampaisaatnyatiba*

Feb 26

OMDO (=omong doang) adalah istilah yang muncul di antara saya dan Mas Arinova. Dan kami kerap gengsi kalau salah satu sampai mengatakan OMDO. 

Kata-kata itu sebenarnya muncul dari kekecewaan atas harapan yang terlanjur diberikan namun tak bisa diwujudkan. Misalnya, sudah bilang A ehh..nggak jadi. 

Kami suka mengejek satu sama lain begitu. Tapi sebenarnya kami saling memotivasi.

Karena kata-kata OMDO sebenarnya kami tujukan kepada orang yang sudah kami percaya. Kami yakin orang yang kami bilang OMDO itu bisa menepati janji.

Kami jarang sekali bilang begitu ke orang di luar kami, jadi kalau suatu ketika kami mengatakannya, jangan tersinggung ya.. karena sebenarnya itu bentuk kepercayaan bahwa kamu mampu menepati janji.

 :) Ok? Cheers..

Feb 26

“Loh..kok berkurang lagi pesertanya?” tanya dia.
“Iya.. dari perusahaan X yang satu lagi tugas ke luar kota, yang dari perusahaan Y nggak jadi karena kita ubah tempatnya,” jawab saya.

“Ahh..biasa, udah sering,” saya menambahkan sambil tersenyum.

Saya tau dia sudah mengerti maksud saya. Sudah sering itu artinya sudah sering mengalami kesialan, hal-hal yang tidak menyenangkan, atau cita-cita yang terhambat atau apalah. Kadang tertawa aja, yaa..kalau bukan gini bukan saya namanya :D. Tertawa getir.

Kok mengasihani diri sendiri?
Ah, tidak. Memang kenyataannya begitu.

Cengeng? Mellow? Menyerah? Mutung?
Ah tidak juga. Wong saya berasal dari ras keras kepala kok.

Melambat?
Ya, itu kata yang tepat. Melambat dari yang seharusnya. Menyusut dari yang seharusnya. Lebih sulit dari yang seharusnya. Sebagian besar dari yang lain akan menyerah, ya saya tau itu.

Tapi apapun itu, tidak jadi penghalang. Bukankah lakon itu orang yang mengalami banyak penderitaan lalu bahagia di akhir? Dan saya tetapkan hati, demi sebuah janji di lubuk hati.

Mari melangkah lagi :). Tentu saja, setiap kejadian ada hikmahnya.

Feb 25

“Aku tu kalau ada pekerjaan semuanya beres, meskipun kadang pake dimarah-marahin bos dulu tapi semuanya beres.”
Teman kantor saya berkali-kali bilang sambil membanggakan dirinya seperti itu.

Dia bilang kayak gitu kok sepertinya sombong sekali ya. Kalau saya, meskipun iya, saya nggak akan bilang gitu deh.

Bekerja dengan dia membuat saya tau, bahwa dia orang yang percaya diri dan tegas. Pikirannya tidak bercabang.

Dalam hati saya iri…huhuhu. Kok dia bisa guarantee bahwa pekerjaannya dia semuanya beres. Nggak ada yang nggantung. Huwaaaaaa..percaya dirinya mantab!!

Saya liat dia emang hebat, men! Kalau ada pekerjaan yang ditinggalkan dari shift sebelumnya dia selalu berusaha menyelesaikannya. Problem solvelah, koordinasi sana sinilah. Dan kadang-kadang marah-marahin orang, “Lu niat kerja atau enggak sih?” Hahaha..begitulah teman saya itu.

Satu hal yang saya pelajari dari dia selain pekerjaannya yang selalu beres adalah kemampuannya mendelegasikan pekerjaan.

Hmmmm..bagi saya, mendelegasikan tugas kadang tak semudah itu. Saya kerap merasa sungkan atau menganggap saya bisa mengatasinya. Akibatnya saya sendiri kadang kewalahan. Padahal harusnya saya bisa lebih mendelegasikan ke orang lain.

Hmm..ini tips delegasi pekerjaan, suatu kemampuan yang harus dipelajari lebih baik:

  1. Pandai-pandailah menempatkan diri. Lingkungan cowok atau cewek beda cara bergaulnya.
  2. Delegasikan pekerjaan jika itu memang perlu dan kontrol lagi setelah selesai.
  3. Selesaikan pekerjaan tepat waktu.
  4. Kalau ada yang nggak lega, berarti masih ada masalah yang harus diselesaikan. Maka selesaikanlah demi tanggung jawab dan kesehatan mentalmu :D. Nggak enak banget kan kalau ngerjain sesuatu setengah-setengah.

Oya, PR buat saya lagi nih..
Belajar 3G WCDMA lebih banyak lagi dan troubleshoot!!

Duh..banyak banget PRnya saya ini :(. Menjadi seperti yang saya impikan memang butuh perjuangan.

Intinya:

  • Guarantee *dalam hati saja* kalau apapun di tangan saya selesai dengan baik
  • Menambah keahlian troubleshooting

Go on..

Feb 23

Ini buku yang terkenal sekali karangan Michael J. Losier. Saya tertarik dengan konsep ini. Ketika berdiskusi soal Hipnotis Diri Sendiri beberapa waktu lalu, Law of Attraction (Hukum Ketertarikan) menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya karena sama-sama berada di lingkup NLP (Neuro Language Programming).

Bahwasanya setiap kita memancarkan getaran, positif atau negatif dalam suatu waktu. Yup, hanya positif dan negatif, dan tidak ada lagi lainnya. Hukum ini menyatakan bahwa apapun yang kita pancarkan akan menarik atau mendatangkan sesuatu dari jenis yang sama.

Studi mengenai masalah ini dideteksi pada perkembangan peradaban manusia pada tahun 1900-an. Berikut sejarahnya:

  • 1906-Atkinson, William Walter
    Getaran Pikiran atau Hukum Ketertarikan Alam Dunia Pikiran
  • 1926-Holmes, Ernest
    Ide-Ide Dasar Ilmu tentang Pikiran Manusia
  • 1949-Holliwell, Dr. Raymond
    Bekerja dengan Hukum

Tanpa disadari, ada getaran hebat yang bekerja di dalam diri setiap orang. Ia seperti “magnet hidup” yang bisa mendatangkan energi positif maupun negatif.

Buku “Law of Attraction” juga memberikan petunjuk bagaimana mengenali hasrat keinginan kita lalu membiarkan ia menjelma menjadi nyata. Karena ternyata, tak semua orang mengenali keinginannya sendiri. Kebanyakan orang mengenali apa yang ia tidak suka. Tapi jangan kuatir, ada tipsnya. Dengan mengenali apa yang kita tidak suka kita bisa mengenali apa yang sesungguhnya menjadi hasrat kita.

Hmmm..Neuro Language Programming memang selalu menarik :).

Feb 22

Sudah beberapa hari ini saya nggak online. Saya ngantor di kantor PII di Jl Halimun untuk mengurus training. Akibatnya saya tak bisa mengikuti YM conference dengan teman-teman seputar rencana ke Waterpark The Jungle yang diundur karena cuaca buruk.

Saya setuju sih karena cuaca emang tidak mendukung kesana. Dan beberapa teman sakit. Cuma..kenapa ya, semudah itu orang mengundurkan acara itu ke bulan April..padahal kalau toh tidak jadi kan bisa ke tempat lain, Citos atau PIM misalnya.

Hmm..kok gampang banget nyerah sih!! Saya jadi kesal.
Karena saya sendiri pas itu juga sebenarnya kerja, tapi saya sudah minta tuker dengan teman saya. Saya juga sudah menghubungi pihak The Jungle seputar perjalanan ke sana.

Udah gitu mereka bilang komunikasi kurang.. Huahahaha..emang sih dulu dealnya terlalu cepat. Lha siapa yang membuka floor duluan..giliran dilayani malah mundur. Makanya, kalau ada uneg-uneg itu disampaikan..biar nggak jadi membingungkan gini kan. Tau nggak, ini sifat buruk banyak orang Solo yang nggak saya suka!! Sensitip, emosinan, maunya apa nggak jelas. Bikin komunikasi nggak lancar. Bikin yang udah susah-susah mengusahakan jadi kecewa..hiks hiks..

Tapi meskipun mengecewakan saya, saya tetap cinta kok pada semua teman-teman saya. Yang di Solo apalagi. Rata-rata mereka hatinya baik dan nggak suka curang.

Udah ah..back to work..

*Sedikit curhat di jam makan siang :)*

Feb 21

Ini aktivitasku hari-hari terdekat ini. Semoga dimudahkan.

  1. Deal project operator baru => ASAP
  2. Meeting CakraLink Telematics => 21 Februari 2008, Blok M Plaza
  3. Reuni Kasmaji => 23 Februari 2008, The Jungle Waterpark-Bogor Nirwana Residence
  4. Forum Telekomunikasi “Next Generation Enterprise Networking” => 26 Februari 2008, Hotel Shangrila-Jakarta
  5. Training Energi PII => 27-29 Februari 2007, Hotel Ibis Kemayoran-Jakarta
  6. Pe-Er Pe-Er Menulisku => everyday

Semangat!! Yuuukkk..

Feb 21

2 hari ini saya sakit. Meriang dan pusing-pusing.

Dulu saya pernah agak menggerutu pas sakit, alasannya apa yang sudah direncanakan jadi tertunda. Lalu Sodiq, teman saya mengingatkan saya agar tak boleh begitu. Sodiq bilang kalau orang ikhlas saat sakit, maka sakitnya bisa jadi penggugur dosa-dosa.

Wah, saya berterima kasih sekali dengan teman-teman saya. Entah GR atau tidak, saya kerap menemukan teman-teman saya tidak rela dan segera mengingatkan kalau saya menyimpang.

Contohnya, pas saya secara tidak sengaja bergosip. Gosip selebriti sih.. Lalu teman-teman mengingatkan, “Nggak boleh begitu..itu bisa menjurus ke ghibah, Ilma.”

Contohnya lagi, ketika empati saya sedang kurang, maka saya juga jadi mudah sakit. Mungkin saya kasihan dan merasa bersalah, seharusnya saya bisa lebih berempati terhadap orang lain.

Dan banyak sekali kejadian lain.

Saya bersyukur saya kerap mengalami kejadian dimana seakan-akan Sang Penguasa Alam memberi peringatan atau balasan atas perbuatan saya dengan cepat. Yah, namanya manusia tak luput dari lupa dan salah. Dan Dia Maha Adil. Saya kerap mengalami adilnya Dia secara cepat. Dan saya lebih suka begini :).

Kalau kamu pernah merasakan peringatan dari hidup dengan segera, maka bersyukurlah :) karena seperti itu sebenarnya lebih baik daripada balasan di akhir.

Ada lagi, satu kejadian. Saya jadi ingat chattingan saya dengan Dina, teman kampus saya dulu. Saya bercerita cukup banyak dengannya.
Obrolan ditutup dengan kesimpulan: semoga kita semua berbahagia.

Hehehe..Anand Krisna banget yah :).

Buat Dina.. bener, apa yang kamu cari sudah ada di dalam dirimu sendiri. Gudlak buat ke depannya ya..

Feb 18

Mas pernah bilang bahwa menikah itu ibadah. Begitu juga dengan Mama dan mantan ibu kosku dulu waktu kuliah, Bu Nur. Di dalam perjalanan kita akan mengalami banyak hal, kalau yang enak tentu kita asyik-asyik aja, namun dengan yang kurang menyenangkan?

Mungkin ini klise. Tapi menerima kekurangan pasangan adalah salah satu kunci yang dikatakan mereka yang telah berhasil mengalaminya. Adaptasi dengan pasangan juga mutlak, mengingat pasangan adalah orang lain juga, yang memiliki latar belakang sendiri, sifat dan karakter sendiri.

Kebetulan karena anak pertama, Mas adalah orang yang cukup keras walau kadang bisa jadi sangat lembut dan romantis. Namun saya merasa bahwa itulah yang saya butuhkan. Dia sangat disiplin dan pekerja keras. Pekerjaan rumah pun dia handal.

Sejak awal jadian sampai sekarang, saya membiasakan diri untuk mencium tangannya ketika berpisah atau ketika selesai berdoa. Kata dia ini juga latihan :).

Pernah sekali, saya mutung ketika kami sedang berbeda pendapat :D lalu kemudian orang tua saya malah membela dia. Hahahaha..

Hmmm..pernahkah kau sadari bahwa kita ini mendapatkan anugrah? :)

Feb 18

Ayat-ayat Cinta
Sejak bulan Desember tahun 2007 kemarin, saya dan Mas sudah menunggu film Ayat-ayat Cinta. Saya jadi ingat pertama kali kami dekat, saat itu kami mendiskusikan novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Sharazy itu.

Kata teman saya, hari ini di Plaza Senayan film itu diputer. Wah, jadi penasaran. Apa iya filmnya sebagus novelnya yah?

Meski Fahri, tokoh utama di film itu melakukan poligami menjelang kematian Maria, tapi kami berdua memiliki pandangan yang sama soal pernikahan, yaitu: monogami :).  

« Previous Entries