Mar 31

“Ilma, kamu masuk pagi atau malam? Aku lagi di Jakarta nih..di Grand Melia, ketemuan yukkk..” begitu sms pertama darinya.

Wah..langsung seneng banget. Beberapa hari kemudian kami bertemu selepas jam kantor. Saat itu ketemu di PIM, karena kebetulan saya habis meeting lalu menyesuaikan tempatnya yang deket kantor.

Ya ampun..dia benar-benar tak berubah. Gayanya..masih sama seperti dulu. I really like her for who she really is. Lalu kami ngobrol banyak hal.

Dia dulu teman “seranjang” saya selama hampir 2 bulan di kecamatan Wedi, Klaten.

Kini..teman-teman sudah tersebar..
Virtri di Surabaya, Firman dulu di Denpasar sekarang balik ke Jogja, Jeffri di Kalimantan, Yance di Padang, Agung di Yogya dan sering juga tugas ke luar kota, Rara di Bantul, lalu Darsono.. ah entah dimana dia.

Terakhir kami ketemu di awal 2005 pas nengokin Rara, lalu tahun 2006 melihat pondokan KKN yang runtuh karena gempa di DIY.

Dia sempat menengok kos saya di Tanjung Barat juga.. dan ketika melepas dia pulang, saya sempat sedih.. kapan ya bisa bertemu lagi.

Take a good care, Luna *begitu dia menyebut dirinya*. Goodluck for your life, dear. You deserve to all of the good things.

Mar 31

Mengirimkan artikel saja belum cukup bagi sebuah situs informatif seperti Netsains. Untuk operasionalnya diperlukan sumber daya yang mau terus mendukung hidup dan tumbuhnya Netsains.

IKC (Ilmu Komputer dotCom) adalah sebuah situs yang dibangun mirip dengan Netsains dengan pengelola Romi Satrio Wahono; akademisi, peneliti, dan pembicara IT itu. Situs ini sudah berjalan selama 7 tahun dan juga diperlukan pengorbanan besar untuk memeliharanya.

Saya yakin Netsains juga bisa bertahan lama. Asal punya itikad untuk mewujudkannya. Untuk sebuah idealisme, memang diperlukan pengorbanan. Dan orang-orang yang mampu mengejawantahkan idealisme mereka ke dalam bukti nyata (yang positif) itu adalah orang-orang yang hebat, orang-orang yang dibutuhkan bangsa ini.

Maju terus Netsains sayang!

Mar 29

Apakah yang membuat Anda bersemangat dan merasa termotivasi?

Apakah waktu bersama keluarga dan teman-teman Anda? Bisa berarti untuk sesama? Bisa berarti untuk suatu instansi? Apakah memiliki banyak uang? Apakah untuk terus menimba ilmu? Apakah untuk berpetualang di tempat-tempat menarik di dunia? Apakah untuk meraih gelar yang tinggi? Atau memiliki bisnis yang sukses? Ataukah bisa menghasilkan karya kreatif?

Saya kerap kali menuliskannya dalam Buku Tujuan, atau Buku Mimpi.

Oya, saya dan Mas Nova pernah punya Agenda Refleksi dan Tindakan yang sama. Bedanya saya mengisi sampai buku itu sampai habis harinya, sedang dia tak mengisinya :D. Dulu kami menulis sama-sama. List saya panjang (sebagian sudah tercapai).. dan ketika melihat listnya dia, list dia hanya satu: Ilma Pratidina Suryandari. Dan itu tercapai :). Congratttssss..kamu hebat sayang!! *hahahaha..*

Saya juga membuat buku tujuan untuk keluarga yang akan kami bina nanti. Lengkap dari tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Lalu pelaksanaan nyatanya. Evaluasi. Sepertinya, itu menjadi buku yang wajib bagi kami agar impian dan cita-cita tidaklah hanya menjadi angan-angan semu.

Mar 26

Meeting di hari Senin kemarin membuat saya benar-benar yakin bahwa memang jawaban dari yang kami tunggu sudah ada. Saya dan beberapa teman dipindahkan ke operator baru tapi sebenarnya sudah lama, yaitu: NTS.

Ini adalah pengalaman pertama, dimana kami menangani sistem yang multivendor, yaitu: Core-nya adalah Huawei dan Radio-nya adalah Ericsson, dan kami menangani 2G dan 3Gnya. Benar-benar pengalaman baru.

Tentu saja, saya excited dengan tugas baru ini. Saya berterima kasih atas apa yang saya dapatkan selama disini.

Orang yang lebih berarti itu, sesungguhnya dilihat dari apa yang dia berikan.
Saya ingin menjadi orang yang lebih berarti. Amin.

Di Jakarta ini, antara Gatot Subroto dan Pondok Indah, disitulah saya..

Performance network, itulah yang saya fokuskan.
Bismillah, kini saya menyambut tugas baru mulai Senin depan. Ciao..

Mar 25

Latar belakang: seseorang tidak menyelesaikan kerjaannya sampai selesai padahal kemarin dia sudah janji dan kami (saya dan Pak Ketua) percaya padanya
Dan jadilah.. di siang-siang yang mendung, saya tinggalkan kerjaan saya sebentar, saya tau ketika itu banyak alarm dan kami sedang dalam proses pindahan.. Untung teman-teman saya baik..
Saya:
- Ke bank mengurus pembayaran kembali dan transfer ke rekening teman
- Kembali ke bank karena ada yang tertinggal (bodohnya saya yang tak memperkirakan saya harus bawa itu..lupa!!! tidak terpikir!!)
- Mengejar waktu ke bank lagi
- Akhirnya selesai juga :)

Pelajaran moral:
Ini sudah sering banget. Jangan berjanji, jangan bikin orang lain berharap kalau kau tak bisa menepatinya. Lebih baik tidak berjanji dan orang itu tidak kecewa. Karena kecewa itu tidak enak!

Lakukanlah pekerjaanmu sampai selesai. Sekali lagi, lakukanlah pekerjaanmu sampai selesai.

Lebu katiyup angin itu saya sering mengalami, tapi saya tak sendiri. Hal-hal yang tidak enak, halangan. Alhamdulillah teman-teman begitu baik dan banyak memberikan support. Tapi, jangan menyerah akan hal itu. Hadapi dan berdamai dengan apa yang mungkin orang bilang: nasib buruk atau kurang beruntung. Jadikan itu suatu keberuntungan. Buktikan saja!! Lahir batin, luar dalam. Itu baru namanya satria.

Mar 24

Seserahan - Tukar Cincin
Rabu sore, 19 Maret, saya, Mas Nova, dan adik saya, Mitha meninggalkan Jakarta untuk pulang ke Solo.

Beberapa saat sebelum itu, Mas Nova pergi ke Cikini untuk mengambil cincin pesanan kami. Alhamdulillah, pas banget.. Penjualnya sangat ramah dan kata Mas, dia termasuk orang yang paling sering bilang, “Selamat” pada pasangan pengantin.

Sampai Solo kami langsung menuju rumah. Ngobrol dulu dengan Bapak-Mama lalu bersiap ke Jogja untuk menghadiri pernikahan teman kami (teman kampusnya Mas Nova) dan maen ke kos saya waktu kuliah di Pogung Baru.

Kamis sore, kami kembali ke Solo, ditemani Ibu (ibunya Mas Nova). Sampai stasiun, kami dijemput Om Yanto & Bulik Andri sekeluarga yang selama ini begitu baek :).

Kami mempersiapkan keperluan seserahan, fitting baju pengantin, serta mendiskusikan & mengkoordinasikan hal-hal yang diperlukan untuk acara seserahan hari Sabtu sore dan hari H pernikahan kami.

Alhamdulillah..
Pada hari Sabtu, acaranya berjalan lancar. Banyak anggota keluarga yang bisa hadir. Termasuk 2 sahabat saya, Iwuk dan Dian serta pasangan-pasangannya.. Wah.. thanks banget.

Semoga Allah memberi kami kemudahan. Teriring haru dan doa, kamipun menghitung hari..

Mar 15

Yustika sayang..
Selamat ulang tahun ke 26 ya.

Ucapan ini kutulis menjelang pergantian hari ini.

Tadi cuma ngucapin lewat sms aja..

Semoga senantiasa dilindungi Allah dan bahagia lahir batin ya :).

Jaga kesehatan dan pikiranmu, terutama buat calon ponakanku yang ada di perutmu itu ya..
Yang kata kamu Bapaknya udah ga sabar ngajakin sepak bola…hahahaha…lucunaaaaa..
Duh..kamu itu sahabatku sejak TK. Semoga persahabatan kita akan selalu abadi selamanya ya :).
I’m so proud to be your friend :).
Luv U,
Ilma

Mar 15

Sabtu ini, langit Jakarta cerah :), birunya indah sekali.

Mari kita jalan-jalan dan foto-foto, sudah lama kau tak memotretku, sayang.

Aku janji tak akan menahan senyum dan lalu senyumku terlihat aneh :D. Aku akan tersenyum lepas :).

Mar 14

Di balik aktivitas menunggu jawaban itu..
Saya sudah beberapa kali izin meeting di perusahaan baru itu. Sebenarnya saya merasa bersalah juga. Jadwal kerap kali bentrok membuat saya harus memilih pekerjaan utama saya sekarang.

Di samping itu, situs kesayangan saya, Netsains, sebenarnya sekarang juga sedang ada masalah. Mereka butuh perbaikan di manajemennya. Saya buatkan draft saja untuk sedikit perubahan. Hmmm..ternyata kontribusi saya memang dibutuhkan disini. Seperti yang dikatakan Romi Satrio Wahono, pendiri IlmuKomputer.com, untuk sebuah idealisme memang butuh pengorbanan. Saya salut kepada orang-orang yang bisa mengejawantahkan idealismenya menjadi suatu karya nyata yang dibutuhkan oleh bangsa kita. Nyata itu artinya: tidak omong doang.

FAM PII juga membutuhkan perhatian, saya sudah berikan apa yang bisa saya beri. “Ilma jangan sakit dong, nanti FAMnya ga keurus” atau “Ilma, saya butuh bantuan kamu”.

Beberapa bulan lagi, kepengurusan ini akan selesai. Saya sudah siapkan reportnya per bulan sehingga nanti saya tinggal menyusunnya saja, tanpa perlu pusing-pusing meruntut satu per satu.

Kasian juga dirimu, FAM… Tapi saya katakan bahwa di masa-masa ini saya tak bisa berjanji banyak. Repot kan kalau sudah berjanji ini itu tapi tak bisa menyanggupi. Karena itulah saya berhati-hati bila menjanjikan sesuatu karena saya tak mau mengecewakan.

Pun dengan tulisan-tulisan dan bacaan-bacaan saya yang banyak terbengkalai, saya tinggalkan begitu saja. Dan hanya saya teruskan kalau saya ada waktu luang, misalnya ketika sedang libur.

Sekarang tiap hari jadwal saya hanya 2 kegiatan. Saya batasi seperti itu. Semoga semua ini cepat mendapatkan jawaban yang terbaik.

Rabu sore saya pulang ke Solo, untuk sebuah acara yang indah bersama calon suami saya :). Tapi bukan menikah kok, belum :). Tidak ada maksud untuk menunda-nunda pernikahan ini, karena sejak awal memang sudah diperoleh waktunya, dari orang tua kami. Kami masih beradaptasi dengan karakter masing-masing. Lucunya kami adalah pribadi yang kontras tapi juga sama persis :).

Kami optimis semua lancar. Allahu akbar!! :)

Mar 8

Ini kesan-kesan yang diperoleh setelah nonton Ayat-Ayat Cinta. Mas Arinova membaca novel ini ketika terjadi gempa di Jogja pertengahan tahun 2006. Saya membaca beberapa bulan setelah itu.

  1. Film yang eksotis sesuai keinginan sutradara Hanung Bramantyo sudah tercapai. Ini terlihat dari pemilihan angle, property, actor’s performance, wardrobe dan lighting kamera sehingga menghasilkan visualisasi yang indah. Tempat-tempat seperti tepi sungai Nil, jembatan, flat Aisha-Fahri, mewakili momen-momen indah itu.
  2. Tokoh Fahri terlihat terlalu emosional, grusa grusu, dan kurang sabar dibandingkan dengan novelnya. Sorot matanya kurang menunduk, kurang khusyu dan terlalu ngepop. Bisa dimaklumi, wajah Fedi Nuril emang ngepop sih.
  3. Tokoh Aisha dan Maria bagus. Walau menurut saya, Maria bisa terlihat lebih intelek. Bukankah di novel Maria adalah gadis koptik yang sangat cerdas? Dan adegan-adegan Aisha yang ditonjolkan terkesan seperti Aisha istri yang mendominasi suami, padahal kesan ini tak ada di dalam novel.
  4. Adegan ketika Noura dibantu Fahri untuk menemukan orang tua kandungnya dan ke adegan berikutnya, yaitu: berkumpulnya keluarga asli mereka terlalu cepat. Kesannya jadi kasar, seperti beberapa adegan yang terpaksa dipotong *hmm..ini sudah menjadi kebiasaan dunia perfilman?*
  5. Bagaimana dengan Nurul? Bukankah Nurul akhirnya bersama Syaiful, salah seorang sahabat Fahri? Kok tidak ada di filmnya ya? :D
  6. Akhir cerita film ini sedikit dipanjangkan :). But, it’s OK. Kan sudah disetujui Kang Abik :D
  7. Film ini berbeda dari kebanyakan film Indonesia. Yang nonton dari berbagai kalangan. Bahkan Hidayat Nur Wahid memuji film ini sebagai film yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Lepas dari semuanya, saya menyadari bahwa film dan novel adalah media yang berbeda. Film adalah bahasa visual, novel adalah bahasa tulis. Film memberikan bentuk tontonan nyata, sedang novel membiarkan alam imaji pembaca berkelana sesuai dengan tulisan si penulisnya.

« Previous Entries