“Ilma, kamu masuk pagi atau malam? Aku lagi di Jakarta nih..di Grand Melia, ketemuan yukkk..” begitu sms pertama darinya.
Wah..langsung seneng banget. Beberapa hari kemudian kami bertemu selepas jam kantor. Saat itu ketemu di PIM, karena kebetulan saya habis meeting lalu menyesuaikan tempatnya yang deket kantor.
Ya ampun..dia benar-benar tak berubah. Gayanya..masih sama seperti dulu. I really like her for who she really is. Lalu kami ngobrol banyak hal.
Dia dulu teman “seranjang” saya selama hampir 2 bulan di kecamatan Wedi, Klaten.
Kini..teman-teman sudah tersebar..
Virtri di Surabaya, Firman dulu di Denpasar sekarang balik ke Jogja, Jeffri di Kalimantan, Yance di Padang, Agung di Yogya dan sering juga tugas ke luar kota, Rara di Bantul, lalu Darsono.. ah entah dimana dia.
Terakhir kami ketemu di awal 2005 pas nengokin Rara, lalu tahun 2006 melihat pondokan KKN yang runtuh karena gempa di DIY.
Dia sempat menengok kos saya di Tanjung Barat juga.. dan ketika melepas dia pulang, saya sempat sedih.. kapan ya bisa bertemu lagi.
Take a good care, Luna *begitu dia menyebut dirinya*. Goodluck for your life, dear. You deserve to all of the good things.
