Apr 27

Tanya:
Bukannya operator itu baru launching, kok udah rusak?

Jawab:
Sebenernya bukan rusak, tapi banyak yang harus dikerjakan dan dipastikan sebelum sebuah operator di-launching ke publik. Sebelumnya, orang-orang dalam sebenernya sudah menggunakan dan menikmati layanan operator tersebut. Ini juga sekaligus sebagai bagian dari fit n proper test bagi operator tersebut.

Ada banyak sekali site yang on air. Di Jabodetabek sendiri bisa hampir 1000 site (tergantung besar kecilnya operator tersebut), belum lagi di luar Jabodetabek.

Karena jumlah site banyak sekali, sangat logis terjadi kekurangan di sana sini, baik di sisi instalasi power, hardware, ITC, coverage, bahkan sampai pada community issue, misal: site tersebut berada di rooftop sebuah gedung di perkampungan.

Pada awalnya, 2G dulu yang kita fokuskan. Kalau sudah 2G bener-bener oke, baru kita ekspand ke 3Gnya. Untuk itulah, di awal-awal pengerjaan, 2G dulu yang establish. Iya..secara berapa sih perbandingan pengunaan 2G dengan 3G? :)

Oya, selama ini layanan 3G (dan 3.5G termasuk HSDPA) paling banyak digunakan untuk internet, baru kemudian video call dan video streaming.

Apr 23

Salah satu indikator organisasi yang sehat dan berkembang adalah sektor finansial yang kuat. Hal ini meliputi bagaimana kas organisasi bisa berkembang. Nah, tadi saya dapat sms apakah saya punya ide soal ini?

Ini pendapat saya secara umum:
1. Jangan berkecil hati dengan kas yang sedikit, jangan terlena dengan kas yang banyak

Jika kas organisasi sedikit, ini adalah tantangan untuk menaikkan kas tersebut, dengan mengcreate kegiatan-kegiatan dan menggalang kerja sama yang luas dengan banyak pihak. Jika kas banyak, jangan lengah dan terlena ya.. Karena kalo dipake terus tanpa ada pemasukan, kas yang banyak itu lama-lama akan habis juga kan? :)

2. Terus produktif dengan kegiatan yang profitable

Apa sih salah satu keuntungan kita berorganisasi. Salah satunya nih ye..kita bisa mengcreate kegiatan yang kita mau. Tentu saja sesuai dengan peran dan fungsi kita plus realistis dengan sifat dan kemampuan organisasi itu.

3. Go Public

Dengan nama organisasi yang sudah dimiliki, galang kerja sama yang baik dengan rekanan. Tentu akan terwujud simbiosis mutualisme. Saya ingat sekali, ketika training manajemen energi, justru pihak PLN lah yang menginginkan training itu diadakan kembali ketika mereka tau kami bisa mengcreate training itu.

4. Tim solid yang tau apa yang dituju

Miliki tim yang solid yang tau apa yang dituju. Sehingga apapun yang terjadi di tengah jalan, tim tetap tegar ke tujuan awal organisasi.

Apr 19

Alhamdulillah..terima kasih buat teman-teman yang baik.. :)
Kehilangan laptop saat shift malam tidak membuat saya membatalkan janji dengan Mas Heru untuk masuk menggantikan dia shift malam pada saat dia sedang berada di Semarang. Walau ketika itu saya tidak memegang laptop. Beruntung ada yang berbaik hati meminjamkan laptop pada saya. Dia adalah teman setimnya Mas Heru, Takbir, yang dulu pernah ditugasin di Bali.

Thanks juga buat Widya..gw nunggu info dari elo, moga-moga semua lancar keurus.

Hmmm..mari lupakan kondisi yang kadang tegar kadang “agak perih” :D

Hari ini saya dan Mas Nova hunting tempat tinggal (lagi).

Awalnya ada beberapa opsi:
- beli rumah di pinggir kota
- sewa atau beli apartemen di tengah kota
- sewa rumah di tengah kota

Lalu melihat kondisi pekerjaan dan rencana kami ke depan, tampaknya pilihan yang ketiga yang paling sesuai dengan kami. Mas Nova orangnya sangat memperhatikan lokasi, tekstur dan topografi tanah.. Mungkin karena basicnya dia Teknik Sipil :).

Hmmm..saya ngerasa banget, orang yang mau nikah..orang-orang lebih menyambut kami dengan suka cita..

“Yang cowok ganteng.. yang cewek cantik.. cocok”
begitu kata Ibu itu :D.

Dia bertanya macem-macem di situ, sehingga saya jadi kehabisan ide untuk apa yang akan saya tanyakan. Hahaha.. saya diem aja udah beres kali tuh.. :D. Tapi tentu tidak begitu, dia juga bertanya pada saya apakah saya sreg dengan rumah itu.

Kemudian dia mengantarkan saya ke kantor. Saya senang sekali kalau saya diantar dia ke kantor. Seperti dia sedang menjaga saya dan bertanggung jawab pada saya.. *that’s why I call him my man* :) 

Terima kasih sayang, selamat istirahat.. kamu pasti capek. Insya Allah, besok kita lanjut lagi :).

Apr 19

Selepas shift malam, tanggal 17 pagi saya menunggu jemputan dari kantor. Alhamdulillah, jam 7 pas pekerjaan kami ketika itu sudah selesai, sehingga handover ke shift berikutnya menjadi lancar.

Ternyata sopir yang seharusnya menjemput kami tak datang-datang. Beberapa kali ditelpon tak ada jawaban, saya pun memutuskan untuk pulang sendiri.

Naik busway lalu disambung taksi, begitulah rutenya. Saya mengambil taksi yang paling cepat datang. Lalu ketika sampai dekat kos, saya hendak membayar, sopir berkata tidak punya kembalian. Lalu saya tukarkan dulu di warteg sembari saya meninggalkan tas laptop saya (saya bawa 2 tas, tas pundak dan tas laptop yang dijinjing). Jujur aja, saya memang capek dan ngantuk banget karena belum tidur semalaman sehingga saya sengaja meninggalkan laptop itu duluan (ini berbeda dengan kebiasaan saya, biasanya saya tak pernah meninggalkan tas saya).

Saya membayar dan tak sadar ternyata saya lupa mengambil tas laptop saya.

Begitulah lalu saya makan..dan saya baru sadar sekitar 15 menit.

Saya pergi bertanya ke warteg dan orang disana sempat melihat sopir taksi tersebut membawa tas saya. Saat itu saya masih positive thinking bahwa dia berniat mengembalikan tas saya. Ini saya buktikan dengan menceritakan bahwa sopir itu berniat mengembalikan dengan menampakkan diri di warteg itu, tapi saya tak ada.
Lalu saya menelpon perusahaan taksi ini. Sayangnya saya tak ingat lagi nomornya karena capek dan ketika itu terpikir tugas yang akan saya lakukan kemudian. Ini sulit dilacak bagi taksi tadi.

Beberapa jam saya tidur, saya menelpon lagi untuk menanyakan kabar. Ternyata masih tak ada jawaban.

Lalu saya pergi ke kantor polisi. Pertama di Pos Polisi Ragunan, saya diarahkan ke Polsek Pasar Minggu. Disana ternyata saya tak bisa melapor karena tempat kejadian tidak berada di wilayah Pasar Minggu (yahh..meneketehe, pikir saya, tapi sudahlah..). Lalu saya ke Polsek Jagakarsa.

Saya menceritakan kronologisnya dengan detail kepada Kepala Polisi Jagakarsa, bahkan sampai-sampai Bapak Polisi itu memerintahkan salah satu Sersan Polisinya untuk mengantar saya ke Pool taksi itu. FYI, itu adalah inisiatif dari Kepala Polisi langsung (bukan saya yang meminta) dan polisi itu tampil seperti kebanyakan anak muda karena ia tak pakai seragam dinas.

Lalu jadilah saya ke pool taksi itu ditemani polisi dan mencari satu per satu wajah sopir taksi itu dengan melihat foto-foto sopir disitu (hmm..tentu saja foto tidak selalu sama persis dengan wajah aslinya kan?)
Saya tak berani menunjuk orangnya, karena takut salah. Saya hanya menggambarkan ciri-cirinya.

Laptop saya memang tak ketemu, tapi setidaknya saya telah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Saya bahkan memotret gambar-gambar sewaktu saya berada di pool taksi itu. Usaha yang saya lakukan sudah maksimal.

Sersan polisi yang tau bahwa saya bekerja di bidang telekomunikasi bahkan bertanya banyak kepada saya..dan apakah saya bisa membantu dia misalnya melacak nomor seseorang.

Kata saya, “Wah..kalau gitu saya jadi polisi dong!!”
Hahaha..

Alhamdulillah, kantor mengganti laptop saya yang hilang.
Data-data memang tidak terselamatkan (sebagian saya bisa mengambilnya dari email dan sebagian ngopy dari teman-teman).. ini memberikan banyak sekali pelajaran bagi saya;

1. Pilihlah taksi yang bisa dipercaya.
2. Selalu ingat nomor taksi.
3. Simpel aja, jangan bawa tas 2. Supaya secapek dan seperti apapun kondisinya kita bisa tetap sigap.

Dan saya juga ingin berterima kasih kepada:
1. Manajer saya, admin, dan teman-teman kantor yang udah begitu baik dan perhatian.
2. Kepolisian Jagakarsa.
3. Mas Nova dan keluarga saya, selama hari itu kami terus kontak-kontakan lewat telpon dan sms.

Ini juga saya lagi “diingetin”. Semua ada hikmahnya kan.. :)

Apr 16

A network operations center (NOC) -a definition from WhatIs.com- is a place from which administrators supervise, monitor and maintain a telecommunications network. Large enterprises with large networks as well as large network service providers typically have a network operations center, a room containing visualizations of the network or networks that are being monitored, workstations at which the detailed status of the network can be seen, and the necessary software to manage the networks. The network operations center is the focal point for network troubleshooting, software distribution and updating, router and domain name management, performance monitoring, and coordination with affiliated networks.

Apr 13

Selamat datang shift malem.. Thanks buat Pak Ashadi yang sudah mengantar jemput.

Daripada bengong, ngantuk kalo nggak ada kerjaan..

Hmm..soal menjaga hati. Sebenernya siapa sih yang berkewajiban menjaga hati kita sendiri? Jawabannya ya jelas diri kita.

Tapi kalau ada orang yang peduli untuk menjaga hati kita..bukankah ini suatu bonus yang harus disyukuri? Sedang orang itu sebenarnya tidak bertanggung jawab terhadap kesehatan hati kita.

Hmmm…
Lalu bolehkah kita berharap orang lain menjaga hati kita? Sedang kita sendiri terkadang luput dari menjaga hati orang lain?

Mengapa manusia cenderung mudah sekali merasakan dampak dari orang lain yang tidak menjaga hatinya sedang dia sendiri mungkin saja tak berbuat serupa untuk orang lain?

Keadilan???

Mau mengharap keadilan?

Memang siapa yang paling benar dalam menilai manusia?

Saya jadi inget kejadian di suatu siang. Saya naik busway, duduk persis di belakang sopir. Kebetulan sopirnya cewek.

Saya sangat memperhatikan apa yang dia lakukan, emosinya, tingkah lakunya.. tanda-tanda peringatan apa yang dia lakukan dengan tepat dan apa yang dia lewatkan. Bagaimana ketika dia bosan seperti menyandarkan tangan atau makan permen.

Dan satu ciri khas dia; dia selalu menghentikan busway ketika ada orang lain menyeberang jalan. Dalam perjalanan Ragunan-Halimun itu, pertama ada bocah SMP menyeberang, kemudian sekeluarga, sekeluarga lagi, dan terakhir bapak-bapak kantoran. Saya memperhatikan bagaimana ekspresi orang-orang yang ”ditolong” menyeberang oleh si mbak sopir busway ini,
dan saya memperhatikan juga bagaimana mereka tersenyum, mengucapkan
terima kasih atau mengacungkan jempol kepada si mbak sopir busway ini.

Saya senang ketika si mbak sopir busway ini berhenti, untuk kemudian melancarkan orang yang akan menyeberang jalan.

Saya jadi berpikir..ketika setiap saat ada malaikat yang melihat perbuatan baik kita, seperti: menolong orang..
tentu malaikat ini akan senang sekali. Asumsinya manusia yang ciptaan Tuhan senang, tentu malaikat juga senang.

Begitupun dalam hal menjaga hati..kalau kita bisa lebih dalam menengok ke sana, dan menyapu kotoran-kotoran termasuk penyakit-penyakit disana tentu malaikat di dekat kita akan senang, jauh lebih senang daripada kita menuding orang lain tanpa kita sendiri melakukan “tengokan ke dalam” dulu, betapapun niat kita baik atau demi keadilan.

Hmmm..wallahu alam. Emang aku ini sapa..ngoceh kagak jelas!!! huhuhuhu

Semangat aja yah sampe pagi.. :)

Besok bobok trus njagong Ana.

Apr 10

Sayang, nanti kalo kamu di tempat baru belajar yang banyak ya..

Saya sangat senang kalau ada kesempatan training. Seperti kemarin. Walau cuma 2 jam tapi itu cukup memberikan pengetahuan mengenai link transmisi.

Itu membuat antusias saya meningkat. Uniknya, di dalam 1 ruangan saya bisa mendengar bahasa Indonesia, Melayu, Inggris, Mandarin, dan terkadang Jawa :D.

Saya senang jika bertemu dengan senior. Itu membuat saya bisa bertanya dan terus bertanya.

Terus semangat belajar!! :) Hidup belajar!!

Apr 9

Pertengkaran atau perbedaan pendapat adalah wajar terjadi pada pasangan. Tapi aku ini orang yang sangat sedih kalau mengalami itu.

Seorang kekasih sejati, pasti mengalami pertengkaran yang membuat dia semakin mengerti apa yang membuat kekasihnya bahagia.

Saya pernah bercerita pada Mas.. saya juga pernah bercerita pada teman saya. Saran teman saya, saya harus banyak mengalah. Biarkan saja.

Ya, kalau sudah begitu, saya lebih baik mengalah saja.

Mengalah bukan berarti kalah. Tantangan yang banyak bukan berarti sesuatu yang kurang beruntung. Justru, semakin tinggi seseorang dia akan semakin dicoba bukan?

Kalau sudah begini, saya memang lebih banyak mengalah saja :), justru dengan itu saya bahagia, orang lain juga lebih bahagia.

Mas Arinova adalah orang yang paling sering bertanya, “Kamu hidup untuk apa?” ataupun “Kamu menikah untuk apa?”

Itulah yang membuat saya terharu ketika mengingatnya bahkan ketika kami sedang berbeda pendapat :)

Apr 9

Hehehe.. ini blognya Iwuk: http://darmastuti.wordpress.com/

Nama aslinya Setyo Darmastuti, dari kecil dipanggil Iwuk.. orangnya kalo ngomong lucu banget, hahaha.. Gak bisa diem, sibuk mlulu. Luv u Wuk.

Thanks a lot yaaaaaa..

Apr 8

Ya kita selalu butuh kritik untuk perbaikan, untuk pendorong diri kita untuk ke arah yang lebih baik.
Tapi apa kita siap dikritik?
Terlebih jika kita merasa sudah memberikan yang terbaik?

Ternyata..ternyata..sesempurnanya kita melakukan sesuatu, tetap tak sempurna juga.
That’s human, but I’ll fix it.

Mungkin kita memang benar-benar harus teliti memeriksa niat kita, agar ketika kita dikritik, kita hanya bisa berkata; “Tuhan, maafkan saya karena saya gagal dalam melayaniMu, saya akan perbaiki lagi untukMu dan hanya karenaMu.”
:)

« Previous Entries