Jul 29

Sedih sekali jika saya melihat anak-anak kecil tidak sekolah pada jam yang semestinya dia sekolah. Lalu bagaimana dengan masa depan mereka?


Itu pula yang membuat saya bercita-cita menjadi orang tua asuh semenjak kuliah. Sekarang saya punya beberapa anak asuh. Alhamdulillah..
Sebenarnya saya ingin berbuat lebih banyak, saya ingin bisa memberikan pendidikan, terutama moral, sikap, kebiasaan, dan pola pikir yang baik untuk mereka. Agar mereka jadi anak bangsa yang berkualitas.

Hmm..ini tentu tanggung jawabnya besar.. Mereka juga masih punya orang tua.. sehingga saya tak berharap banyak untuk soal sensitif ini. Saya ingin bisa memotivasi mereka untuk bersemangat menggapai cita-citanya.

Dan masih banyak anak-anak Indonesia yang terlantar dan kekurangan. Masak sih mereka harus jadi anak jalanan? Nggak tega rasanya melihat jumlah anak jalanan yang semakin banyak. Ayo kita selamatkan. Mulailah dari lingkungan di sekitar kita.

*Aditya, Laila, Junaidi, dan Nadia..sukses ya Nak*

Jul 28

Reuni buat saya sangat menyenangkan. Selain untuk melepas kangen, reuni ini juga untuk mengingat masa-masa membahagiakan dalam suka dan duka waktu kami bersekolah bersama.

Reuni kuliah sudah sering, apalagi bila kerja di bagian yang sama atau di kota yang sama atau bahkan di perusahaan yang sama :D
Reuni SMA juga, karena ikatan emosional teman-teman SMA yang kuat, tak heran pada masa-masa ini pertemanan bisa terus berlanjut sampai tua
Reuni SMP, hmm..karena teman-teman SMA sebagian juga teman SMP maka kerap juga. Walau beda SMA, saya masih kerap kontak dengan sahabat-sahabat saya waktu SMP, biasanya tiap lebaran masih ngumpul.
Lalu bagaimana dengan reuni SD?

Waktu di Palm Resto
Hmmm..lucu juga ya? :D
Reuni terakhir terjadi 10 tahun yang lalu, yaitu tahun 1998. Kami sendiri lulus tahun 1994.
Dan sekarang kami adain reuni lagi :). Saya antusias sekali dengan ini.
Insya Allah reuni ini akan terjadi pada bulan Oktober 2008 :).

Weblog: http://sd16solo.wordpress.com
Mailing list: sd16solo-1994@yahoogroups.com

Dan berikut adalah foto kami waktu pentas di Gedung Wayang Orang, Sriwedari, Solo. Lucunaaaaa..

Pentas Seni Sriwedari

Jul 25

“Mbak Ilma, apa itu RXI?”

Adin, lulusan Teknik Elektro UGM, kerja di sebuah subkontraktor Telco

Jawab:

Bentuk Fisik RXI
RXI adalah nama untuk radio agregrator yang menghubungkan RNC dengan Node B (sebutan untuk BTS pada 3G). Di dalam RXI terjadi proses switching dan multiplexing E1/J1 melewati virtual channel pada jaringan ATM.

Arsitektur RXI
RXI bekerja pada koneksi paket switching dengan tipe AAL1/AAL2 bisa memberikan 400 koneksi per detik (pada Radio Access Network/RAN P2.0), 450 koneksi per detik (RAN P2.1), sampai 600 koneksi per detik (RAN P3). Pada P3, RXI tersebut sudah IMA* supported dengan IMA link menggunakan STM-1 centralised.

Tidak semua network menggunakan RXI. Di HCPT (Hutchinson) kita tidak mengenal RXI. Dan RXI adalah ATM agregrator yang diberi nama Ericsson. Di Nokia kita mengenal RXI dengan nama SaxC dan di Siemens namanya SurpassHID.

Catatan:
*IMA adalah kumpulan E1, sedang E1 adalah sistem transmisi (30 circuit) pada transmisi digital yang membawa 32 timeslot.

Jul 24

Saya hanya terkagum-kagum dengan ide dan kiprah Jepang ketika sore itu suami saya bercerita tentang proyek yang akan dia kerjakan. Sebuah perusahaan pemerintah Jepang yang membantu dan menangani bencana-bencana alam di dunia.. mengambil dan mempelajari kasusnya.. meneliti dan mengembangkan teknologi apa yang berguna untuk dapat melakukan tindakan preventif yang bisa menyelamatkan penduduk negara tersebut.. lalu menjual teknologi baru tersebut.

Tidak berlama-lama berada di suatu negara lalu berpindah ke negara lain untuk membantu dan meneliti gempa yang terjadi di negara tersebut. Kabarnya, setelah proyek untuk gempa Jogja tahun 2006 lalu mereka akan pindah ke China untuk proyek penelitian terhadap bencana alam disana. Tak heran teknologi di Jepang maju :).

Lalu bagaimana di Indonesia?
Menurut data statistik; pada tahun 2005 hanya sebesar 0,05% dari PDB (Produk Domestik Bruto) atau kurang dari Rp 40 milyar. Tahun 2008 ini menjadi Rp 127 milyar.

Alokasi anggaran bolehlah semakin bergerak naik, namun geliat peneliti Indonesia tampaknya masih sepi-sepi saja. Menurut Muhammad Munir, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2007 data menunjukkan jumlah paper yang dihasilkan peneliti Indonesia hanya 522, Malaysia mampu tiga kali lipatnya, yaitu 1438. Sedangkan Thailand yang sudah menghasilkan 2.397 papers, Singapura sebanyak 5.781 papers. Sedangkan Jepang, hingga dua tahun lalu saja sudah mampu menghasilkan 83.484, Cina 57.740, Korsel 24.477, dan India mencetak 23.336 papers.

Dunia penelitian baik dari civitas akademika Perguruan Tinggi, lembaga pemerintah dan swasta memang semestinya lebih banyak ditingkatkan. Toh, sebenarnya SDM kita untuk itu banyak dan berkualitas bagus. Ada Prof Hamzah Latief, ahli tsunami dari ITB atau dari UPN Jogja, Eko Teguh Paripurno yang concern terhadap banjir. Di luar bidang bencana ada Dr. Munti Yuhana di mikrobiologi, ada juga Dr Warsito yang menemukan teknologi tomografi medan listrik 3 dimensi (ECVT); dengan teknologi tersebut pasien miskin bisa melakukan cek kesehatan yang jauh lebih murah daripada CT scan atau MRI yang 2 dimensi.

Padahal, Menristek kita Pak KK (Kusmayanto Kadiman) dalam Netsains.com pernah berkata sains dan teknologi merupakan tonggak kemajuan suatu bangsa. Dunia penelitian adalah dunia yang tidak bisa dipisahkan dari sains dan teknologi. Jadi kapankah sinergi cantik itu terwujud ya? :)

Jul 22

Ada diskusi menarik di milis Telcomedia yang saya ikuti. Ini berkaitan dengan penetrasi WIMAX ke Indonesia. Saya sendiri sudah pernah membahas di blog ini.

WIMAX sedianya memang dijadwalkan pada tahun 2008 ini untuk mulai diimplementasikan di Indonesia. Namun mengapa tender WIMAX belum juga dibuka? Apakah menunggu kesiapan dari industri dalam negeri atau sikap skeptis terhadap teknologi WIMAX itu sendiri? Apa sebenarnya tujuan diterapkannya WIMAX?

Pihak yang paling bertanggung jawab dalam membuka pangsa WIMAX di Indonesia adalah pemegang kebijakan ITC, yaitu: Postel dan Depkominfo. Sementara itu saat ini kita masih jor-joran pembangunan industri seluler termasuk 3G. Menurut data, sekitar puluhan trilyun anggaran pemerintah untuk industri seluler, sedang industri manufaktur hanya kebagian 3% saja.

Di saat yang sama, sebagian investor WIMAX mulai meluncurkan ambisinya untuk menguasai dunia dengan teknologi WIMAX. Investor-investor kelas kakap yang diusung oleh perusahaan-perusahaan besar akan menjadi ikan besar di antara ikan-ikan kecil di “kolam” WIMAX (Tengoklah ambisi Intel untuk memasukkan chip WIMAX ke dalam notebooknya). Ini tentu akan membuat industriliasisasi WIMAX pada akhirnya akan membuat perusahaan-perusahaan asing menjadi semakin kaya dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi susah bernafas.

Kembali ke teknologi WIMAX itu sendiri..
Tentu kita masih ingat WiFi yang di awal tahun 2000 menjadi booming.
Pada permulaan teknologi ini diluncurkan, banyak perusahaan yang meraup keuntungan dari WiFi. Namun ketika banyak perusahaan kecil juga mengusung WiFi, pada akhirnya WiFi menjadi semakin turun nilainya.
Itu juga menjadi ketakutan pemerintah untuk mengembangkan WIMAX, akankah WIMAX bernasib seperti WiFi.

Oke, kita ambil sisi optimisnya. Ambil kasus China..

China adalah negara yang mampu membuat hampir semua teknologi lalu menjualnya dengan harga murah. Mereka tidak takut dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mendominasi dan tidak merasa susah dengan gap teknologi yang ada. Kuncinya adalah industrialisasi untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar (untuk menampung jumlah tenaga kerja China yang membludak). Perlu diingat, China banyak melakukan plagiatisme teknologi namun kaya implementasi. Dengan prinsip ini mereka menjadi negara industri kuat yang mampu berkompetisi dengan negara-negara lain.

Lalu bagaimana dengan Indonesia dalam menanggapi WIMAX ini?

Jika kita menggunakan WIMAX produk asing maka produk lokal akan kalah. Kesempatan kita hanya akan menjadi konsumen dan pedagang. Namun seandainya kita buat WIMAX dengan standar Indonesia, maka pemain-pemain lokallah yang akan berkiprah. Kita bisa menjadi inovator, konsumen, dan pedagang. Ini artinya WIMAX akan menjadi kepentingan yang berpihak pada negeri ini.

Mampukah? Siapkah kita?
Well, I have a dream.. Bagaimanapun nasionalisme itu tetaplah diperlukan untuk membuat kita tegak berdiri.

Jul 22

Congrats buat Elfa’s Singer atas kemenangannya sebagai Grand Champion di World Choir Games 2008 yang berlangsung di Graz, Austria pada Minggu, 13 Juli 2008 waktu setempat. Elfa’s Singer telah mengalahkan 20.000 peserta dari 93 negara yang terbagi dalam 20 kategori. Wakil dari Indonesia ini sendiri meraih 2 kategori untuk pop dan jazz.

Dengan kemenangan ini, Elfa’s Singer telah menjadi juara dunia 5 kali berturut-turut. Wow..sebuah prestasi yang membanggakan.

Saya nonton rekamannya beberapa hari lalu di Showbiz on Location, Metro TV. Emang bener-bener bagus.. Dari kualitas vokal penyanyi-penyanyinya, harmonisasi suaranya, koreografi dan kostumnya, pemilihan lagu dan improvisasinya, aransemennya.. Semuanya perfect!!

Setelah itu mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil terharu.. lalu bercerita ke media dengan antusias dan mata berbinar-binar. Selamattt Indonesia.. :)
*Btw, saya jadi keinget waktu menang lomba Musik jaman SMP bareng temen-temen. Seneng banget karena mewakili sekolah dapet juara 1 di tingkat propinsi Jawa Tengah waktu itu, hahaha. Nana, Pipit, Ikko, Hengky..i miz that moment*

Jul 19

Hari Kamis, 17 Juli 2008 sepulang kantor, suami menjemput saya ke kantor lalu kami meluncur ke Plaza Semanggi. Setelah buka puasa, kami lalu bertemu teman-teman dari KLP 4. KLP (Kagama Leadership Program) tahun ini memang memasuki angkatan ke-4. Rencananya, akhir Agustus, KLP 4 akan mengadakan baksos di Jakarta dan sekitarnya.
Goodluck friends, kami siap membantu :).

Jul 16

Ini bulan Juli, sudah semester kedua tahun 2008..

Saya bersyukur dengan kenaikan grade dalam pekerjaan yang terjadi pada bulan lalu :).

Kini, pikiran saya selalu dipenuhi kata-kata “What’s next?” Masih banyak yang ingin saya wujudkan.

Jul 15

Tadi malam saya dan suami nonton kungfu Panda di PIM. Disana kami ketemu 2 temen kantor yang nonton bareng juga. Filmnya lucu sekali.. Mas sebelumnya emang pingin nonton itu.

Sehari sebelumnya, saya dan Dhe Ouw nonton Tri Mas Getir di Margo City. Kalo Dhe Ouw sih udah nonton Kung Fu Panda 3 kali :D.

Lucu sekali karena mengisahkan Panda gendut anak pembuat mie yang hobi makan dan nggak pernah serius punya mimpi jadi pendekar kungfu yang hebat. Mimpi itu kemudian menjadi kenyataan melalui sebuah kecelakaan yang lucu :p pada saat Po (nama panda itu) ingin nonton pemilihan pendekar naga (julukan untuk seorang pendekar legendaris yang akan menyelamatkan masyarakat di tempat itu). Kemudian bagaimana transformasi Po menjadi pendekar kungfu dengan cara yang lucu juga :D

Di balik film ini banyak terdapat banyak filosofi hidup. Guru kura-kura yang sangat bijak yang selalu percaya dan positif.

Saya banyak diskusi dengan Mas Nova tentang filosofi-filosofi itu.

Ya sayang..saya tau banyak yang harus diperbaiki dalam diri ini.
Mengalami berbagai pengalaman memang membuat kita jadi wise, dan saya bersyukur bisa mengcapture dan menyempurnakan itu dengan orang sepertimu :).

Link terkait: Kung Fu Panda - Wikimu

Jul 12

“Sayang, aku tunggu di rumah ya..” kata Mas Nova di ujung telpon.

Pernikahan memang sangat membahagiakan dan melegakan.
Sebuah buku berjudul “Pasanganku Surgaku” yang saya baca menjelang nikah berisi hal-hal mengenai pernikahan, hukumnya, adab-adabnya, persoalan sehari-hari, dll. Lengkap sekali.

Kalau ada sesuatu yang memperbaiki akhlak, itu adalah pernikahan.
Malam sebelum saya pulang ke Solo untuk menikah saya menuliskan “janji” saya dalam pernikahan. Tidak ada yang tau saya melakukan ini.

Suami saya adalah orang yang sangat baik.. Dan mencintai saya dengan dalam.. Dan romantis.. Dan giat bekerja.. Dan mau melakukan pekerjaan rumah dengan rajin.. Dan menginspirasi saya untuk memperbaiki diri.. Dan gantenggg hehehe..

Dia kerap memeluk saya, begitupun saya kalau pulang kerja, mencium tangannya kalau mau berangkat kerja dan habis sholat.. Di rumah kerap sekali peluk dan cium.. Pelukan itu ternyata sangat menenangkan. Rasanya aman dan nyamannn sekali.

Kata suami saya dia udah yakin saya ini istrinya ketika pertama kali kami bertemu *waks* sepertinya dia punya indra keenam dalam hal ini.

Semoga Allah menjaga kami. Amin.

Ah, saya pingin puasa sunah. Udah lama nggak melakukannya. *Temani aku, sayang*

« Previous Entries