Sep 27

Di tiap tempat kita bertemu dengan pemimpin; apakah itu bos kita, teman seorganisasi, ataupun suami :D. Dan sesungguhnya diri kita pun adalah pemimpin, baik ketika kita mendrive diri sendiri ataupun memang di dalam pekerjaan kita memiliki peran tertentu. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia lakukan.

Saya sering berpikir; kita bekerja setiap hari sebenarnya untuk apa?
Saya menganggap bahwa waktu kita untuk bekerja terlalu mahal apabila kita hanya bertujuan untuk materi ataupun jabatan. Umur kita..waktu yang telah diberikan oleh Sang Maha Segalanya terlalu hebat..terlalu besar..lebih daripada bagaimana kita berlomba-lomba dengan ukuran-ukuran dunia.

Sehingga saya menginginkan ketika bekerja..ruh atau jiwa dalam melakukan pekerjaan harus lebih dari itu.

Setiap hari kita bekerja..kita bersinggungan dengan orang lain.. Untuk sebuah pekerjaan yang selesai dengan baik, ada banyak tangan-tangan hebat yanga ada di situ. Saya masih ingat bagaimana tim saya di back up tim selanjutnya ketika kami sedang mengalami masalah di BSC Medan (hub dari bts-bts di Medan). Sudah sepantasnya saya bersyukur dan berterima kasih atas bantuan tangan-tangan hebat yang ada di dalam pekerjaan kami.

Dan cara kita bersyukur antara lain adalah sikap kita terhadap orang-orang di sekitar kita. Menyadari bahwa kita dikelilingi orang-orang hebat.. Dan berpikirlah bagaimana caranya agar mereka bisa lebih hebat lagi. Itulah kepemimpinan.

Kepemimpinan yang bijaksana akan membesarkan orang lain..
Tidak usah terlalu peduli apakah kondisi kita saat ini sedang tidak terlalu kuat..karena ketika kita mampu membantu, membesarkan dan mengangkat orang lain, KITA KUAT.

Bangsa kita, bangsa Indonesia..sampai saat ini masih terus mengalami banyak masalah. Harga yang terus naik, pelayanan publik yang kurang memuaskan, dan banyak tragedi kemanusiaan yang memilukan (seperti tragedi di Pasuruan, makanan yang tidak layak makan, dan lain sebagainya) namun JANGAN PERNAH BIARKAN KESEDIHAN BERCAMPUR DAN MEMPENGARUHI TUJUAN KITA YANG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, sahabatku.
Selamat berkumpul bersama keluarga
Mohon maaf lahir batin.

Semoga Allah menjadikan kita hambaNya yang mendapatkan pertolongan dariNya. Amin.

With Love,
Arinova&Ilma

Sep 24

Ramadhan tak terasa sudah memasuki 10 hari yang terakhir.

Untuk yang muslim, jangan lupa berzakat ya..
Karena tiap harta kita ada hak-hak orang lain. Zakat sendiri sama artinya dengan pensucian harta.
Besarnya zakat fitrah setara dengan 2,5kg makanan pokok; bagi yang telah bekerja zakat profesi 2,5% penghasilan.
Penjelasan mengenai zakat:

Semoga Allah mengampuni kita, menguatkan ikhtiar kita, dan mensucikan jiwa kita.. sehingga kita bisa kembali suci dan meraih kemenangan sejati; kemenangan terhadap hawa nafsu; kemenangan hidup. Kesempatan itu ada, dibuka selebar-lebarnya pada bulan ini.. Betapa sayangnya Allah pada kita :)

Sep 14


Tadi malam suami mengajak saya nonton bareng Liga Inggris di Midpoint 2 Cafe (basecampnya Liverpool Fans Club). Selamat atas kemenangan Liverpool atas MU 2-1. Secara umum Liverpool memang main lebih baik. Ryan Babel jadi penentu kemenangan Livelpool di menit ke-77 setelah sebelumnya seri melalui gol dari Carlos Tevez dan gol bunuh diri dari Van der Sar.

Selamat ya..
Dan seperti biasa.. anthem song dan yel-yel supporter setia Liverpool ada selama pertunjukan live dari ESPN itu berlangsung.


Baca juga: Babel Pahlawan Liverpol

Sep 8
Tidak dipungkiri, pekerjaan saya yang sekarang ini tidak normally working hours membuat saya bisa melakukan pekerjaan lain di saat saya sedang nganggur nggak ngapa-ngapain. Tidak jarang di tengah minggu saya libur dan bekerja di weekend. Inilah fokus-fokus saya:
1. Di Telekomunikasi
=> selalu meningkatkan kualitas pekerjaan
=> mengkhatamkan buku-buku dan bacaan-bacaan, mendiskusikan/knowlegde sharing, dan menerapkannya2. Di FAM-PII
=> mendampingi sampai selesai
=> mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dan program kerja yang sudah diselesaikan selama ini3. Di Perkumpulan Alumni
=> reuni tanggal 4 Oktober 2008

4. Di Tulis-Menulis
=> menulis untuk media cetak
=> menulis lagi untuk netsains
=> memaintance sebuah media telekomunikasi online
=> membuat “tulisan berharga” :D
Kalau ada yang lain prioritas diatur lagi.

Fokus Investasi:
=> mengembangkan elemen investasi yang sudah dimiliki, menambah lagi.
Kerja yang baik… untuk direview pada menjelang akhir tahun 2008. Salam hangat dan sukses!

Sep 7

ORGANISASI
Tadi malam saya ada meeting kecil FAM PII di kantor PII Halimun, membahas rencana ke depan dan sedikit mereview kegiatan-kegiatan yang kami lakukan. Nggak terasa udah setahun lebih. Saya sendiri sudah menyelesaikan program-program saya. Dalam setahun ini kami mengalami suka dan duka.. Ada beberapa kegiatan yang akan diadakan ke depannya. Semoga lancar semua! Amin. Semangat!

PERKUMPULAN ALUMNI
Kemarin teman-teman saya juga menceritakan perkembangan reuni SD 16 yang akan kami adakan Sabtu, tanggal 4 Oktober di Ramayana Resto, Solo. Dian mengirimkan file RAB ke email saya. Ada beberapa memang yang suami dan saya kritisi. Tapi dibalik semua itu, SALUT buat temen-temen yang punya semangat persahabatan seperti teman-teman saya ini. Semoga acara kita sukses ya, Bos!! :D

Sep 3

Baiklah, merujuk pada tulisan kemarin soal baik-standar yang berujung pada: stagnasi. Hari ini saya membuka buku mimpi kami.

Oh ya, sejujurnya ada beberapa yang memang sudah dipenuhi. Beberapa di antaranya berada di jalur untuk dipenuhi. Ada juga yang diupdate, dipending karena jika dilakukan dalam waktu dekat justru menjadi muspro dan tidak membawa hasil yang baik.

Kemudian saya membuka buku resolusi. Hey, sudah banyak yang sudah terwujud. Untuk beberapa yang belum, saya akan lakukan combine. Saya akan mixed beberapa tujuan menjadi satu paket sehingga pewujudannya akan lebih praktis.

Semoga Allah memudahkan semuanya ya sayang.
Terima kasih untuk banyak..banyak pelukan tiap hari. CU at home.

Sep 2

Seseorang sahabat saya kuliah, Ayik, mengingatkan saya tentang prinsip Plan is Nothing yang dulu pas kuliah sering kami bicarakan, bersama Sidik juga saat itu :D.

Saya setuju dan tidak dengan pendapat tersebut.
Karena rencana telah banyak membuat jalan hidup saya sesuai aturan. Life path, to-do list, timeline adalah hal-hal yang kerap bersentuhan dengan saya. Menikah tahun ini, bekerja di Jakarta, beberapa pilihan & alokasi untuk masa depan adalah sebagian dari rencana saya yang sudah terwujud.

Ketidaksetujuan saya berdasar pada kehendak Allah yang di atas segala-segalaNya. Allah Maha Tau yang terbaik bagi hambaNya dan rencana DIA adalah yang terbaik. Sehingga terkadang apa yang telah direncanakan matang-matang oleh seorang hamba diputar kembali rencananya oleh Allah. Ini terjadi pada keluarga tante saya, beliau dikaruniai anak perempuan yang luar biasa, sangat baik dan cemerlang sehingga tante saya sudah berangan-angan dan merencanakan masa depan anaknya dengan matang. Namun kehendak Allah mengubah segalanya. Sepupu saya meninggal karena kecelakaan pada usia 14 tahun.

Sesungguhnya apa yang sekarang ini saya jalani semua sudah banyak yang sesuai rencana.. Ada yang sudah berhasil baik, ada juga yang sudah di jalurnya untuk berhasil baik, tinggal difollow up dengan rajin saja.

Overall, semua bisa dikatakan baik. Yah, standar lah.
Namun itu tidak sebanding dengan tingkat kepuasan saya. Saya justru merasa stagnan dan juga sedikit saja ada keluhan sudah jadi bahan pikiran saya yang mendalam. Hmmm..it’s good, but it’s not good.

Barangkali memang benar, baik adalah lawan dari luar biasa.
Terlalu nyaman hanya membuat malas saja dan tidak berkembang.
Dan saya harus cepat beranjak dari kondisi ini karena tidak enak dan tidak baik.

Sep 1

Ketika mendengar kabar tidak baik tentang dirimu, diam dan merenunglah. Jika itu benar, maka itu adalah sanksi yang dipercepat. Tidak ada sanksi yang lebih baik dari sanksi yang dipercepat, karena itu akan memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun jika itu tidak benar, maka itu adalah kebaikan yang kamu lakukan tanpa berusaha. Maka jangan sedih ataupun marah.

Sesungguhnya apa yang dialami manusia itu ada 2, yang menyenangkan dan yang menyusahkan. Terhadap yang menyenangkan janganlah angkuh, takabur, atau sombong. Dan terhadap yang menyusahkan janganlah putus asa melainkan bersabarlah. Karena yang menyenangkan dan menyusahkan itu pasti akan berlalu.

*diambil dari buku Yang Sarat dan Yang Bijak*