Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan seorang teman. Yaah, bisa dikatakan seorang kolega di dunia telekomunikasi. Namanya Mujib Burahman. Dulu dia ini adalah engineer, kemudian menjadi team leader, masuk ke management.. dan sekarang menjadi seorang Telco Entrepreneur.
Mujib, umurnya sekitar 10 tahun lebih tua dari saya. Dia sering bilang saya hardworker…hahahaha. Saya sering ngobrol sama dia, terkagum-kagum dengan cara berpikirnya yang dalam, idealis, dan cerdik. Berikut obrolan saya dengannya yang terakhir.
…..
[02:11] Mujib: gak gampang tapi juga gak susah kan …
[02:11] Ilma: hahahaha
[02:12] Mujib: yg penting kita tau kenapa kita mau jadi apa
[02:12] Ilma: wah..itu pertanyaan yang philosofis bgt…
[02:12] Ilma: kadang2 gw suka praktisnya aja jib..
[02:12] Ilma: tapi emang bener sih..
[02:13] Ilma: musti tau kenapa kita mau jadi apa..
[02:14] Mujib: nah alasan2 kenapa kita mau jadi apa itu bisa didapatkan dari merenung, berinteraksi dengan yang lain dan membaca
[02:14] Ilma:
thanks
[02:16] Mujib: moral pointnya sih don’t just sit and enjoying what we do now ..
[02:18] Mujib: open your eyes and ear and learn from your surrounding … cause we have to aware what happen arround us … what opportunity passing by and where the wind direction go or change
…..
Nah, itu dia!!
Apakah saya ini terlalu fokus pada kerjaan sehingga lupa memperhatikan arah angin?
Memang saya cenderung kaku, saya tau apa yang saya inginkan dan stritch to fulfill it. Menurut saya ini bagus. Namun kita juga tidak boleh sekaku itu karena ternyata kita bisa “melebihi” yang kita harapkan. Fokusnya adalah pada visi, dan tindakan. Hasil hanyalah bagian dari proses demi proses bertindak.
OK, let’s analyze what I’ve done until now..
Sebagai ENGINEER: saya akan katakan saya ini Engineer standart. Ketika saya menerima suatu kasus atau perkembangan dari Engineer kami di site (Jawa ataupun Sumatera), saya hanya bisa memberikan solusi praktis. Analisa yang lebih dalam? Bisa dikatakan saya harus lebih banyak belajar. Yap, saya akui saya memang perlu training, perlu knowledge sharing dengan teman-teman dengan LEBIH SERING.
Prioritas lain sampai akhir tahun:
- Reuni
Saya bersyukur kami sudah melaksanakan reuni dengan teman-teman SD 16 Solo.. I feel happy, my friends feel happy.. Yap, nggak mudah mengumpulkan teman-teman hampir 40 orang, apalagi sudah 10 tahun sejak reuni terakhir. But we did it 
- FAM PII
Kemarin saya dapat info bahwa salah satu training kami pesertanya sudah lebih dari 40 orang. That’s good. Training yang lain kami masih menggenjot publikasi, and hopefully it works.
As a treasurer? Saya selalu memberikan laporan yang accountable dan transparan atas kinerja saya. Tiap bulan laporan saya tertata rapi dan pihak lain bisa dengan mudah mengeceknya.
- Menulis
Well, saya tak terlalu puas memang. Ada keraguan di diri saya sehingga saya hanya membiarkan tulisan-tulisan saya bercokol di laptop. Ketika saya berjalan-jalan ke toko buku dan mengamati buku apa yang banyak diminati..saya jadi pesimis.. Apakah tulisan saya bagus dan akan digemari? Ketika saya menulis tentang dunia telekomunikasi, siapa yang akan membeli kira-kira? Apakah saya sudah cukup mumpuni dan dianggap di dunia ini? Ketika saya menulis soal sastra, apakah karya saya tidak membosankan dan terlalu mellow? Itulah keraguan saya. Dan ditambah kemalasan saya, hal itu akan semakin jauh dari kenyataan :(.
Sampai saat ini prestasi terbesar saya adalah menulis di Netsains. Situs ini saya suka. Thanks to Mbak Merry.. semangat Mbak, optimis terus.
Visi karir ke depan?
Saya sering dihubungi headhunter asing. Baik lewat telpon maupun email. Tak ayal, saya harus meningkatkan kualitas bahasa Inggris saya. Beda ngobrol dengan orang Inggris, orang India, orang Swedia, orang Afrika..walau dengan satu bahasa Inggris, logatnya laen.
Pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti mengapa saya ingin menjadi ini, mengapa saya ingin menjadi itu.. Dan bagaimana saya menyeimbangkan hidup saya (karena sekarang saya adalah seorang istri) adalah hal-hal yang harus saya jawab. Setelah itu tindakan saya akan memperjelas visi-visi dalam hidup saya. Dengan demikian, hidup saya akan lebih efektif.