Dec 9

Pertama, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga semangat berkorban yang kita lakukan menjadikan kita hamba yang bertakwa dan semakin dekat padaNya.

It’s gonna be a busy week. Setelah meeting di hari Sabtu kemarin, saya ada beberapa pekerjaan.

1. Minggu ini saya akan bekerja shift malam selama 5 hari, dimulai pada malam Senin.
2. Konsep dari Training Menulis sedang saya godok. Training ini bertujuan untuk meningkatkan riset di bidang teknologi. Banyak orang pinter di Indonesia, tapi sedikit yang mau menulis. Akibatnya, riset kita masih kalah dibanding negara-negara tetangga. Insya Allah, training ini akan diadakan pada awal Januari di kantor PII.
3. Pertanggungjawaban Bendahara. Yah, laporan sudah siap sih. Tinggal membereskan beberapa hal lalu kirim email. Koordinasi sudah dilakukan pada hari Sabtu.
4. Menulis bisnis-teknologi untuk sebuah media cetak-elektronik. Karena waktu di Grand Mahakam, saya ditodong oleh sebuah bos media :D.

Semoga lancar dan bisa memberi manfaat. Amin Ya Allah.

Dec 7

Tanggal 4 Desember 2008, saya datang ke Hotel Grand Mahakam, kawasan Blok M. Ada undangan untuk menghadiri malam penganugrahan AFEO Achievement (Engineering Award) & PII Honorary Fellow.

Saya dan beberapa orang dari PII mendapatkan Contribution Award dari AFEO-PII. Ini adalah penghargaan pertama yang dikeluarkan PII-AFEO sehubungan dengan keikutsertaan delegasi ke CAFEO.

Mengapa kami mendapatkannya?
Menurut penilaian dan pertimbangan mereka, karena tahun ini CAFEO berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyak delegasi yang tidak dapat mengikuti konverensi ini, baik tertahan di tanah air maupun negara tetangga, seperti: Singapore. Selain itu, waktu pulang kami melewati jalur selatan perbukitan Thailand yang rentan pemberontakan. Saya sendiri melihat senjata dijual bebas di tempat ini.

Untuk Engineering Award, tahun ini diberikan kepada Ir. Suardi Bahar, MT, IPM dan Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M. Eng.

Selain itu, Honorary Fellow Award juga diberikan untuk rekanan PII, yaitu: Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, Ir. Istanto Oerip, Ir. Tjipto Kusumo, Ir. Agusman Effendi, Ir. Herman Afif Kusumo, Ir. Dedy Aditya Sumanagara, Dr. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc.

Selamat! Semoga semakin bersemangat dalam berkarya :)

Dec 4

Tuhan, beberapa hari yang lalu, aku bercerita pada suamiku..bahwa tahun ini Engkau memberiku lebih dari yang kuharapkan. Hampir semua yang kuinginkan tercapai.

Dan ketika aku mengalami kesedihan…tolonglah agar aku konsisten pada apa yang kuyakini; bahwa Engkau selalu memberikan lebih dari yang kuminta.

Karena ternyata Tuhan..Engkau memberiku kondisi dimana aku tak boleh menyempatkan untuk bersedih.

Ketika aku sedang bersedih, ternyata ada rapat…ketika itu aku harus fokus pada apa yang kami bahas.. Kesedihanku hanya akan membuatku tak bisa memberikan sesuatu yang berguna untuk kemajuan kami bersama.

Kemudian ketika bekerja, aku harus memberikan yang terbaik, aku harus bisa menjalankan fungsiku.. Aku ingin selalu memberikan kontribusi… untuk atasanku, untuk teman-teman setimku, untuk teman-teman yang berkoordinasi denganku, aku ingin membantu agar teman-temanku bisa bekerja dengan lancar.. Aku tidak boleh memikirkan kesedihanku, Tuhan.

Ketika di rumah, aku ingin selalu membersihkan rumah, membereskan pekerjaan rumah, menyiapkan makan dan minum untuk suamiku agar dia merasa nyaman.. Sehingga niatku harus kuat. Kesedihanku hanya akan melemahkan niatku.

Ketika aku bertemu dengan teman-teman dan keluarga, apalagi jika kami sudah lama tak bertemu..aku ingin berbagi keceriaan agar mereka juga bisa senang.. jika auraku sedih, mereka akan tidak nyaman atau bingung menyikapi.. Padahal aku ingin bisa memberikan sesuatu kepada mereka.

Maka mulai saat ini Tuhan, aku berjanji: untuk menyerahkan kesedihanku padaMu.

Tolonglah aku agar bisa senantiasa berpikir positif, Engkaulah pelipur laraku..

Mudahkanlah aku untuk ceria kembali. Agar aku bisa menjalankan fungsiku seperti yang Engkau harapkan, Tuhan.

Karena Engkau selalu memberikan lebih dari yang kuharap, Tuhan :).

Ilma, 03122008

Dec 2

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 26-29 November 2008, saya dan teman-teman berkesempatan mengikuti CAFEO 26. Bertemu dengan teman-teman engineer di wilayah Asean, dan beberapa negara tamu, seperti: Hong Kong, Jepang, dan Australia.

Pengalaman yang menarik bertemu dengan teman-teman dari negara tetangga, di tengah konflik politis di Thailand, sehingga bandara Internasional Suvarnabhumi ditutup. Demo dan kericuhan terjadi hanya di bandara, warga Thailand tetap bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Masalah di bandara menyebabkan kepulangan kami dari Thailand lebih awal, lalu kami mengambil jalan ke Kuala Lumpur dulu (naik bis 27 jam). Walau benar-benar pegal, menyenangkan juga melewati perbukitan di Sadao, perbatasan Thailand-Malaysia.

Semoga kiprah ini menjadi lebih baik untuk dunia keinsinyuran di Indonesia. Bahwa ternyata banyak masalah-masalah keinsinyuran Indonesia, seperti: penanganan disaster, rumah tahan gempa, dll yang menginspirasi negara-negara lain.

Dari segi transportasi masal, kita memang tertinggal. Thailand memiliki BTS/sky train dan MRT/subway. Malaysia juga begitu. Sedang ibukota, masih bergumul dengan macet apalagi ketika musim hujan.

Sebuah lelucon: kalau bisa survive di Jakarta, gampang lah survive di negara lain :D
Namun apapun kondisinya, Indonesia tetaplah Indonesia kita.