Seorang kawan lama saya, Ike, bertanya, bagaimana saya bisa mengatur waktu saya antara; bekerja, berorganisasi, menjadi seorang istri, dan aktivitas lainnya?
Saya bilang bahwa saya punya 3 agenda. Satu berjudul; “WORK”, untuk mencatat to-do list saya sehari-hari. Satu berjudul; “FAITH” untuk mencatat curhat saya dan memotivasi saya. Dan yang terakhir berjudul; “FINANCE”, untuk mencatat keuangan keluarga. Yang terakhir, baru saya tekuni setelah menikah.
Dan alasan saya membuat sampai 3 agenda adalah: saya tak mau terjebak dalam kemalasan. Huehehehe..sadar diri, saya nggak serajin Mama saya, atau mungkin Anda yang sedang membaca blog saya. Jadi saya butuh motivator kuat untuk melawan sifat buruk saya itu.
Beberapa bulan belakangan ini, hidup saya lucu juga.. Terkadang saya dipuji, dan sering pula diuji.
Dipuji kadang sampai merasa malu karena diri saya nggak sehebat itu.. Dan diuji.. Ah, bukankah selamanya manusia terus diuji dan diuji? Bapak saya terakhir bilang ke saya; kalau nggak diuji dan diuji, bagaimana mengasah akal budi? Yang penting jadikan itu sebagai tantangan, bukan sesuatu yang menyengsarakan.
Well..saya masih belajar, belajar untuk ikhlas, untuk tabah, untuk sabar..
Suami saya menasihati, kalau saya bisa sabar dan bisa mengontrol diri, maka hasilnya akan luar biasa. Ada anugrah di balik ini semua
Dan pelan-pelan saya mulai membuktikannya..
Bahwasanya memang ada hal-hal yang tak bisa saya kontrol, dan ketika saya sudah berusaha melakukan yang terbaik, saya tak perlu memaksakan diri lagi..
Sudah, saya ikhlaskan saja..
Sahabat saya, Iwuk, menguatkan saya dengan kata-katanya;
“Jangan berharap kesempurnaan, karena kita sendiri nggak sempurna.
Kamu tu orang baek Ma, maka kamu pasti akan dikelilingi orang-orang baek. OK cin?”
Makasih Wuk :), kata-kata Iwuk ini saya catat di Agenda berjudul “FAITH”, hehehe. Dan sering saya baca
Agenda “WORK”
Alhamdulillah, sampai hari ini, hampir semua dari Agenda “WORK” sudah saya penuhi, memang ada sih yang belum.
Tapi saya harus bisa menghargai dan menyayangi diri saya sendiri. Sampai ketika akhirnya saya sakit, batuk-batuk dan badan meriang..
Saya sering merasa, setiap saya sakit atau mengalami sesuatu yang tak mengenakkan, pemahaman saya terhadap hidup bertambah..
Apakah ini yang dinamakan rasa sakit karena terbukanya kulit pemahaman?
Tapi masak iya, saya harus merasakan sakit berulang-ulang atas hal yang sama, sedangkan orang-orang sudah maju meninggalkan saya?
Tidak bukan?
Yang penting saya ingin selalu memberikan, melakukan, dan mempersembahkan yang terbaik semampu saya.
Dan saya ingin bahagia, dengan berdamai dengan diri sendiri dan dengan lingkungan sekitar saya.
Terima kasih, Engkau telah menjadikan hari ini ada :).
Semoga aku selalu bisa memaksimalkan hari-hari yang Engkau berikan padaku :).