Bismillahirrahmanirrahiim..
Jika ikhlas bisa membuatMU makin mencintaiku, Ya Allah..maka aku akan lakukan untukMU
Bukankah aku ini memohon petunjuk dan tuntunanMU, namun kok malah protes ketika Engkau menuntunku ke sesuatu yang aku merasa “ini tak enak, Tuhan” atau “bukan ini yang kumaksud” atau “aku tak pantas begini”
Hahahaha..
Pingin ketawa rasanya..mohon pada Engkau, kok malah tidak konsekuen dengan permohonan sendiri.
Bukankah Engkau yang paling mengerti kondisi hambaMU?
Apa yang dinamakan pengorbanan, bukanlah pengorbanan jika kita melakukukannya dengan ikhlas dan senang hati..
Lalu merasa berkorban padahal kita sendiri sesungguhnya tidak tau dengan pasti, seberapa kapasitas hati kita..seberapa besar hati kita untuk “menampung”, seberapa kapasitas kemampuan kita..
Sepuluh tahun yang lalu, seseorang pernah mengatakan kepada saya;
“Ilma, coba berikan garam pada segelas air lalu rasakan airnya..rasanya asin bukan?
Lalu berikan garam itu pada lautan..dan rasakan airnya..tidak terasa apa2..
Dan begitulah..jadikan hatimu seluas lautan itu, Ma”
Hmm..nasihat itu saya masih sering kurang sungguh-sungguh dalam menjalaninya.
Allah mengikuti prasangka hambaNYA, maka ketika sedang ditimpa ujian kesabaran, sesungguhnya Allah sedang menggerakkan kamu, Allah sedang mengajari kamu bagaimana cara mencintaiNYA.
Ya Allah, jika ikhlas bisa membuatMU makin mencintaiku, akan kulakukan untukMU.
Ajari aku cara mencintaiMU :).
“Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (QS. Ar Ra’d, 13:28).
Alhamdulillah..