Apr 20

Pilihlah kebiasaanmu karena kebiasaanmu akan membentuk watakmu.

Teruskan yang sudah baik, jagalah dan syukuri, dan ubahlah yang kurang baik menjadi baik.
Selamat berusaha. Semoga berhasil dan dilindungi.

Apr 17

Tulislah Catatan Prestasi.

Jika ingin termotivasi dan lebih bersemangat..maka tulislah catatan prestasi. Beberapa waktu lalu, waktu saya membersihkan rumah, saya menemukan catatan tahun 2008.

Saya tau, sudah tiba saatnya saya mengisinya lagi.

Menulis catatan prestasi untuk berpacu dengan diri sendiri. Apakah hari ini diri ini lebih baik dari kemarin..

Menyenangkan apabila kita tau kita bisa fokus untuk mendeskripsikan ide-ide kita dengan jelas dan melaksanakannya.

Tulislah catatan..tapi bukan untuk kesombongan atau membanding-bandingkan dengan yang lain..karena prestasi itu sesuatu yang ukurannya lebih pada berpacu dengan diri sendiri. Meneruskan dan mempertahankan yang sudah baik, meneruskan rencana yang sudah setengah jalan, atau mengubah sesuatu ke arah yang lebih baik.

Selamat menulis catatan prestasi. Saya tau Anda bisa lebih berhasil dari sekarang :)

Apr 8

“Ilma, kenapa? Kok isi tulisan kamu berubah menjadi sufistik begini?” tanya seorang teman kemarin.
“Apa kamu sudah gak memikirkan dunia lagi?” candanya :D

Saya tersenyum simpul, mengingat banyak yang terjadi.
Proses menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

Itu juga berarti menuju sebuah harapan. Ada sedih, ada tawa, ada tangis, ada marah, ada kecewa namun ada juga: sabar dan syukur.

Saya senang bisa merasakan semuanya itu.

Saya ingin bersih-bersih..jiwa, raga..tubuh, pikiran, perasaan, sikap, dan perbuatan.
Seperti baju putih yang sedang saya pakai ini.

Apr 5

Hari-hari kulalui berminggu-minggu, tanpa planning berarti, mengalir saja, kuingin santai dulu..

Karena kadang, sudah kuplanning baik-baik, ketika hambatan semakin besar..
Astaghfirullahal adzim, aku tak ingin mengeluh disini..
Karena kuyakin pasti bisa. Allah Maha Adil, Maha Tau, dan Maha Penolong.

Kupernah coba ‘tuk berontak, itu ketika aku marah..

Tapi Rasulullah SAW telah mengatakan; “Musuh terbesar kita adalah diri sendiri (hawa nafsu).
Ah, aku ternyata sudah terlalu banyak membuat setan-setan penggoda tertawa kesenangan, dengan amarahku atau kekecewaanku, ketika ku tak kuat untuk bersabar..

Aku ingin berada dalam kedamaian.

Rumah orang tuaku, di Solo..
adalah tempat ku kembali.. Mama sering menginginkan aku pulang lebih sering, apalagi ketika aku mengalami tekanan ibukota.

Alhamdulillah, seorang lelaki telah meminang adikku, Mitha. Kami pun kembali menentukan hari baik untuk mereka. Dalam masalah penentuan hari baik, aku memilih untuk ikut dan menghormati.
Perubahan dalam kehidupan Mitha ini membuatku lebih mawas diri. Kehidupan pernikahan benar-benar berbeda dengan masa pacaran. Pernikahan bukanlah perpanjangan dari masa pacaran..

Lalu aku kembali terpikir oleh adikku..
Itu membuatku harus lebih baik lagi. Hatiku harus lurus, jalanku harus kujaga..
Bukan berarti kutakut, tapi.. terkadang melakukan suatu kebaikan itu lebih mudah daripada menjauhkan dari yang bathil. Dengan kata lain dalam masalah amal, justru kebathilan itu yang lebih susah dihindari.

Hidupku kujalani tanpa rencana ini..aku hanya mengalir saja..bekerja mengalir saja…
Alhamdulillah, makin bisa memasak..
Beberapa janji, Alhamdulillah, bisa terpenuhi (karena aku paling bangga dengan sifat ini).

Kini aku melangkah lagi. Lewati jalanku, hari-hariku yang indah bersama keluarga dan orang-orang sekitarku.

Dan tidak ada yang lebih penting, selain menjalani semua dengan ridhoNya.

Alhamdulillah, wa syukurillah..
Terima kasih Sang Pemilik Segala-galanya.