Dec 27

Life is an opportunity, benefit from it.
Life is beauty, admire it.
Life is bliss, taste it.
Life is a dream, realize it.
Life is a challenge, meet it.
Life is a duty, complete it.
Life is a game, play it.
Life is a promise, fulfill it.
Life is sorrow, overcome it.
Life is a song, sing it.
Life is a struggle, accept it.
Life is a tragedy, confront it.
Life is an adventure, dare it.
Life is luck, make it.
Life is too precious, do not destroy it.
Life is life, fight for it.

~Mother Teresa~

Jul 21

Sahabat,
Ceritakan padaku bagaimana hari bahagiamu?

Apakah ketika kau bercanda bersama teman-teman atau pasanganmu atau anakmu? Apakah ketika pekerjaanmu menyenangkan? Apakah ketika kau meraih cita-cita yang telah kau idamkan selama ini?

Ceritakan padaku, karena aku ingin mendengarnya..

Dan lalu ku akan tak mau mengalah untuk menceritakannya padamu juga;

Bahwa bagiku;
hari bahagia adalah: aku menjaga sholat, lalu pekerjaanku baik, mendapatkan ilmu baru dan berusaha dengan ikhlas tak menyakiti hati orang lain, maupun berdamai dengan diri sendiri :).
Kulakukan itu selama 24 jam dikurangi waktu tidurku hingga kuberanjak tidur lagi :).

Karena pada saat tidur, kukembalikan jiwa ini kepada ALLAH, Yang Maha Memiliki :).

Sahabat,
Sehat sejahterakah jiwamu?

~Jakarta, 21 Juli 2010~

Nov 3

Aku telah mengenal berjenis-jenis manusia
Ada satu yang selalu membuatku terpikat:
pada kerendahan hatinya
Dan barangkali, itulah salah satu alasan
kenapa aku memilihmu;
Aku jatuh cinta pada kerendahan hatimu

Oct 25

Seorang bos saya tempat saya kerja dulu, bahagia banget ketika punya anak. Mengingat beliau sudah berusia lebih dari 40 tahun. Anak pertamanya laki-laki. Saya kok lupa namanya ya (akan saya tanyakan lagi).. Saya bertanya kenapa nama itu yang dipilih.. Lalu bos saya cerita kalo nama itu artinya orang yang senantiasa mengadu kepada Allah. Beliau berharap agar anaknya menjadi orang yang curhat kepada Allah.

Saya…semakin dewasa, memilih untuk membiasakan curhat kepada Allah. Buat saya hati tenang, karena dengan itu kan kita jadi lebih sering dzikrullah.. Disamping itu terhindar dari rasa kecewa apabila ternyata tanggapan dari orang yang kita curhati tidak menyenangkan. Terhindar dari salah ucap. Terhindar dari fitnah. Rahasia kita aman. Solusi-solusi pun akan mengalir dengan sendirinya.

Kemarin saya punya pengalaman dalam hal ini. Dua orang teman saya menyalami dan meminta maaf kepada saya. Itu karena apa yang saya curhati, yang sebenarnya hal yang menyedihkan saya, justru menjadi bumerang untuk saya. Mereka berbicara negatif soal saya.

Namun, tanpa pikir panjang saya langsung memaafkan.
Menjadi mudah memaafkan karena saya lebih sayang kepada teman-teman saya..sehingga kesalahan mereka masih lebih kecil dibanding rasa sayang saya. Kedua, sayalah yang bertanggung jawab atas hidup saya dan semua yang terjadi pada saya, sehingga kesalahan bukan murni milik mereka. Dan ketiga, bukan orangnya yang harus kita benci namun perbuatannya. Orangnya adalah orang baik, namun perbuatannya tidak baik. Dan perbuatan itu bisa diperbaiki.

Saya juga cenderung suka curhat melalui puisi.
Semakin melankolik saya, semakin produktif saya menulis puisi. Terus terang, saya juga punya kekecewaaan terhadap diri sendiri..
Kekecewaan saya terhadap diri sendiri ini juga saya adukan kepadaNya. Sehingga saya berharap DIA memberi saya kekuatan agar saya mampu menjalankan segala peran saya dalam kehidupan ini dengan baik.

Amin Amin Ya Allah.

Sep 1

Ketika mendengar kabar tidak baik tentang dirimu, diam dan merenunglah. Jika itu benar, maka itu adalah sanksi yang dipercepat. Tidak ada sanksi yang lebih baik dari sanksi yang dipercepat, karena itu akan memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun jika itu tidak benar, maka itu adalah kebaikan yang kamu lakukan tanpa berusaha. Maka jangan sedih ataupun marah.

Sesungguhnya apa yang dialami manusia itu ada 2, yang menyenangkan dan yang menyusahkan. Terhadap yang menyenangkan janganlah angkuh, takabur, atau sombong. Dan terhadap yang menyusahkan janganlah putus asa melainkan bersabarlah. Karena yang menyenangkan dan menyusahkan itu pasti akan berlalu.

*diambil dari buku Yang Sarat dan Yang Bijak*

May 3

Pada Jumat kemarin, saya di kamar sendirian. Suara khotib sedang berceramah di Sholat Jumat mengingatkan.. “O iya ternyata ini sudah Jumat,” batin saya.

Jumat..Jumat, saya senang kalo hari itu tiba. Ya, hari yang baik untuk memanjatkan doa dan berdzikir bukan?

Asma’ul Husna..ohhh seandainya saya tau betapa hebatnya Asma’ul Husna..kenapa tidak dari dulu-dulu saja saya sering melafalkannya?

Dan sholat berjamaah..betapa saya lupa, kapan ya kali terakhir saya melakukannya?

Lalu seketika saya tersenyum dalam hati…”Hey, Insya Allah sebentar lagi saya bisa berjamaah sering-sering. Bersama seseorang yang sangat menyayangi saya dan juga sangat saya sayangi. Ini sesuatu yang saya idam-idamkan sudah lama sekali. Ya, sudah lama sekali..” 

Tiba-tiba mata saya anget karena haru.

Ah, saya memang melankolis sekali.

Mar 3

Pekerjaan yang berpindah-pindah membuat kamu mencemaskan nasibmu?
Kota yang membuat semakin banyak orang mengeluh?
Pekerjaan yang membuat kamu harus terus berlari?
Pasangan yang membuat kesabaranmu lenyap entah kemana?

Tenang…
Setiap orang pasti bisa survive. Tak perlu lemah hati. Jangan menyerah. Percayalah pada saya bahwa menyerah itu selain dosa juga membuat penyesalan di kemudian hari.

Kuncinya satu: dzikir setiap saat.

Sudah.

Pekerjaan yang berpindah-pindah membuat kamu mencemaskan nasibmu? => Semakin berusaha dan jalani apa yang ada. Serahkan semua pada ALLAH.
Kota yang membuat semakin banyak orang mengeluh? => Kamu bisa mengatasi dan menaklukkan kota ini, bukan kota ini yang menaklukkan kamu. Toh yang bisa juga banyak kan?
Pekerjaan yang membuat kamu harus terus berlari? => Kalau emang kamu bisa berlari, kenapa tidak? Bukankah itu membuatmu semakin hebat, semakin kuat? Tentu, ada saatnya sendiri kamu harus beristirahat.
Pasangan yang membuat kesabaranmu lenyap entah kemana? => Itu biasa, tarik nafas dalam. Kamu sayang dia kan? Dia sayang kamu kan? Lalu apa masalahnya? :) Tidak ada.

Ayoo kita bahagia dalam setiap keadaan.

Feb 26

OMDO (=omong doang) adalah istilah yang muncul di antara saya dan Mas Arinova. Dan kami kerap gengsi kalau salah satu sampai mengatakan OMDO. 

Kata-kata itu sebenarnya muncul dari kekecewaan atas harapan yang terlanjur diberikan namun tak bisa diwujudkan. Misalnya, sudah bilang A ehh..nggak jadi. 

Kami suka mengejek satu sama lain begitu. Tapi sebenarnya kami saling memotivasi.

Karena kata-kata OMDO sebenarnya kami tujukan kepada orang yang sudah kami percaya. Kami yakin orang yang kami bilang OMDO itu bisa menepati janji.

Kami jarang sekali bilang begitu ke orang di luar kami, jadi kalau suatu ketika kami mengatakannya, jangan tersinggung ya.. karena sebenarnya itu bentuk kepercayaan bahwa kamu mampu menepati janji.

 :) Ok? Cheers..

Feb 1

Dari Erma Yunita, teman SMA :).

Al Quran Menjawab Pertanyaan Manusia

~ Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur’an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut :2).Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

~ Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur’an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

~ Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur’an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)

~ Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur’an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

~ Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur’an Menjawab : ..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

~ Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur’an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)

~ Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur’an Menjawab :..Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.. (At-Taubah : 129)

~ Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur’an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan
surga untuk mereka.. (At-Taubah : 111)

Sabda Nabi Saw “sampaikan dariku walau hanya satu ayat”

Jan 20

Manusia ternyata memang makhluk yang sangat LEMAH. Dalam menjaga hati, seringkali luput.

Segala perjuangan, akan menjadikan kita makhluk yang sangat berterima kasih, bersyukur dengan amat sangat..atas semua anugrahNya.

Dalam hidup, sebenarnya banyak kekecewaan. Tapi Allah maksudnya baik pada kita.
Alhamdulillah..di atas ketidaksempurnaan sebagai manusia, Allah selalu memberikan yang terbaik padaku ini :).

Kekecewaan..adalah sikap sedih terhadap penolakan atau keadaan tak seperti harapan.
Apa jadinya jika kita hanya senang terhadap pemberian dan sedih terhadap penolakan?
Itu adalah sikap yang kekanak-kanakan.
Yang terpenting bukan kalah atau menang, ataupun pemuasan ego terhadap orang lain, tapi menjaga sikap kita padaNya untuk menyayangi, memaafkan, memberi, memperbaiki diri, dan terus berjuang. Bagaimana sikap terhadap orang lain yang membuatNya tersenyum? Bagaimana HATI agar DIA ridho? Bagaimana sikap ketika DIA memberi kita ujian kebaikan maupun keburukan?
Bagaimanapun dewasa itu adalah suatu pilihan :). Jadi dirimu sendiri :).
Terima kasih Engkau mengajariku indahnya ikhlas dan mengirimkan malaikat-malaikatMu bernama.. SAHABAT :).

« Previous Entries