Nov 30

A Library
Saya menuliskannya di daftar mimpi. Sebuah perpustakaan keluarga yang lengkap. Biografi, telekomunikasi, agama, sastra, self-development, hobby, psikologi, komputer, kesehatan, novel. Kamu bisa menambahkan topik apapun di shelter yang kamu suka.

Mungkin ini pula keinginanmu, sahabat :).

Mari merapikannya, buku kita sudah cukup banyak :).
Karena anak-anak, generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita sekarang :).

Nov 8

Dari dulu, saya selalu mengagumi seseorang yang piawai membagi waktu. Banyak aktivitas, banyak tanggung jawab, tapi beres semua. Apa kiatnya?

Mbak Dewi Lestari misalnya. Seorang istri dan ibu dari balita yang saat ini sedang mengerjakan proyek menulis, sekaligus proyek soundtrack sebuah groupband. Agar bisa berkonsentrasi menulis, Mbak Dewi kos di Bandung. Kos-kosannya dijadikan “kantor” untuk menulis tanpa terganggu aktivitas lainnya. Pulang dari kos seperti halnya pulang kantor. Dia juga bilang bahwa menjadi vegetarian sangat membantu badannya untuk selalu fit.
*Ngomong-ngomong saya pernah juga jadi vegetarian tapi cuma tahan 2 minggu, hahaha*

Pak Mas Wigrantoro, beliau seorang dosen di Universitas Budi Luhur, Universitas Moestopo, dan Universitas Indonesia. Sedang menyelesaikan pendidikan S3. Menjadi staf ahli Menkominfo, komisaris beberapa perusahaan, dan aktif menulis. Beliau mengatakan dari dulu memang sudah terbiasa mengerjakan banyak proyek, walaupun sekedar melihat the big picture saja.

Saya kagum dengan orang-orang kayak gini. Yang jelas kuncinya: jangan menunda!! Lakukan apa yang harus dilakukan bukan melakukan yang disukai ketika saat yang kita mau. Wah, ini namanya mood-moodan. Kadang, saya seperti ini. Nggak mood, alasannya juga pinter: bioritme saya sedang turun nih.. *Hahaha, dasar alasan!!*

Yuk, sama-sama membenahi untuk lebih produktif lagi. Untuk masa depan yang lebih baik!

Sep 26

Apa penyesalan terbesar dalam hidupmu?
Begitu seseorang bertanya kepadaku.

Tak perlu berpikir lama-lama untuk menjawab bahwa,

Aku menyesal karena tidak bisa mempertahankan komitmenku.

Aku membuat keputusan yang salah untuk kuliahku ketika umur 19 tahun. Itu menyebabkan waktu lulusku mundur. Meski kuakui itu tahun-tahun yang sulit, tapi aku tetap tidak boleh seperti itu kan?

Sampai sekarang, kesalahan itu masih membekas padaku. Walau aku sudah minta maaf pada orang tuaku dan mereka memaafkan.

Ah, sudahlah..
Bukankah manusia itu tak sempurna dan dari kesalahan itu kita bisa belajar dewasa?

Menjadi manusia yang bisa memegang janji; itu kualitas yang paling membanggakan buatku.

Bagaimana dengan kamu?

Aug 15

Terkadang,
keberanian yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mencoba lagi, keberanian untuk tetap berjalan dengan kepala tegak, dan keberanian untuk selalu tersenyum dan berbuat yang terbaik dalam setiap kondisi.

Mar 14

Orang mudah mencapai sukses jika ia keras pada dirinya dan bergembira.
Kesedihan yang berdera-dera, dalam wujudnya yang terlalu intens akan menurunkan gairah dan semangat jiwa.

Sukses itu apa?
Sukses itu jika hari ini lebih baik dari hari kemaren.
Sukses itu jika kau mampu meraih kemajuan dengan mengalahkan dirimu sendiri.
Yup, setiap kemajuan ukurannya bukan orang lain.
Karena sebenernya kita bersaing, kita berlomba-lomba dengan musuh, yaitu diri kita sendiri.

Kegagalan itu apa?
Kegagalan itu jika kita tidak siap menghadapi setiap peluang dan kesempatan yang ditawarkan hidup pada kita.
Kegagalan itu jika kita bangun pagi dengan tidak siap, loyo dan pesimis.

Jika kamu keras pada dirimu, maka kehidupan akan lunak padamu.
Tapi jika kamu lunak pada dirimu, maka kehidupanlah yang akan keras padamu.

Menang atau kalah itu wajar.
Mungkin hari ini kau menang, mungkin besok kau kalah.
Tapi setiap pagi kau harus terus bangun dan berjuang.

Untuk apa?
Untuk memperjuangkan hidup.
Untuk memberi makna pada hidupmu sendiri.
Untuk menyentuh hidup orang-orang di sekitarmu.
Untuk membahagiakan orang-orang yang kau sayangi.
Untuk banyak hal, yang tidak bisa dilakukan orang lain, selain KAMU.

Menjadi kaya itu penting karena dengan itu kita bisa berbuat lebih banyak.
Tapi yang lebih penting adalah kekayaan jiwa.

Selamat menabur benih-benih di hidupmu, kelak kita akan panen, dan kuharap kita semua berkumpul lagi di sana, menuai panen dengan penuh kemesraan.

Aku menyayangimu, aku menyayangimu, aku menyayangimu.
Kalau kau belum tau, kukatakan sekarang.
Kadang aku hanya tak tau, bagaimana mengungkapkannya padamu dengan cara yang kau sukai.
Karena kita daun-daun yang bergesekan.

Kau ingin aku mengatakannya lagi?

Sep 15

Kita ini adalah sama..
Sama-sama dilahirkan oleh ibu dan mengalami fase demi fase pertumbuhan..

Ya, kita sama..
Sampai kita dihadapkan pada masalah dan kesulitan..
Kita akan ditantang, bagaimanakah kita menyikapinya?
Dan bagaimana cara kita menyikapinya, itulah yang menunjukkan diri kita.

Tetap semangatt!! :)

Sep 13

Menurut Tanteku yang kemarin kehilangan anaknya, Asmaul Husna itu kurang 3:

  1. Maha Pencemburu
  2. Maha Humoris
  3. Maha Menangan Dhewe Sakpole!! (Maha Paling Berkuasa.. ini kan sudah masuk Asmaul Husna, Tanteku sayang..).

Aku setuju yang Maha Pencemburu dan Maha Humoris, bukan buat usul kalo Asmaul Husna ditambah 2 *ampuuun* :D, tapi lebih pada mencermati aja pada sifat-sifat khususnya:

  • Maha Pencemburu => kalau kita terlalu memuja sesuatu selain Allah dengan kecintaan yang berlebihan, sampai kayak menyembah berhala aja.. maka kita akan mendapat musibah atas hal tersebut. Hal ini berlaku untuk semua hal. Mempertuhan dirinya, seseorang bahkan anak sendiri, harta, jabatan, dll. Allah tu nggak mau diduain. Lihat aja kalimat “Tiada Tuhan Selain Allah”. Cemburuan banget kan!! :D
  • Maha Humoris => kalau kita sungguh-sungguh banget terhadap suatu hal, misalnya A. Bukan nggak mungkin DIA akan mengubah ke B yang berbeda 180 derajat, itu gampang banget bagi DIA. Usaha kita sampe jengkang-jengking kadang nggak ngaruh. Wah.. KAMU sedang becanda ya, Allah? :D Dan kalo udah gitu nggak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya sebagai aturan hidup, nggak boleh putus asa!! Banyak sisi humorisNYA yang lain. Kata Mas QZoners, termasuk dalam penciptaan manusia. Manusia terlalu sering ingkar, tapi tetep Allah ciptakan.. Pengen masuk surga, tapi dikasih tau jalannya malah nggak mau, malah milih jalan tol ke neraka.

Hahaha..kalau aku sih..malu sendiri, udah kebanyakan dosa soalnya!! Masak mau aku tambahin lagi?? Jadi sudah, diminimalisir aja.. walaupun tentu saja masih jauh dari sempurna.

Sep 2

Seorang sahabat mengirimkan sebuah tulisan dalam format ppt ke emailku. Sangat inspiring.

Jerry is the manager of a restaurant. He is always in a good mood.
When someone would ask him how he was doing, he would always reply,
“If I were any better, I would be twins!”
Many of the waiters at his restaurant quit their jobs when he changed jobs,
so they could follow him around from restaurant to restaurant
Why?
Because Jerry was a natural motivator.
If an employee was having a bad day, Jerry was always there, telling the employee how to look on the positive side of the situation.

Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him
“I don’t get it! No one can be a positive person all of the time. How do you do it?”
Jerry replied, “Each morning I wake up and say to myself, I have two choices today. I can choose to be in a good mood or I can choose to be in a bad mood.
I always choose to be in a good mood.
Each time something bad happens, I can choose to be victim or I can choose to learn from it. I always choose to learn from it.
Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I always choose the positive side of life.”
“But it’s not always that easy,“ I protested.
“Yes it is,” Jerry said.
Life is all about choices. When you cut away all the junk every situation is a choice.
You choose how you react to situations.
You choose how people will affect your mood.
You choose to be in a good mood or bad mood.
It’s your choice how you live your life.”

Several years later,
I heard that Jerry accidentally did something you are never supposed to do in the restaurant business.
He left the back door of his restaurant open.
And then ???
In the morning, he was robbed by three armed men.
While Jerry trying to open the safe box, his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination.
The robbers panicked and shot him.

Luckily, Jerry was found quickly and rushed to the hospital.
After 18 hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.
I saw Jerry about six months after the accident.
When I asked him how he was, he replied, “If I were any better, I’d be twins. Want to see my scars?”
I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place.
“The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door,” Jerry replied.
“Then, after they shot me, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices: I could choose to live or could choose to die. I chose to live.”
“Weren’t you scared,” I asked.
Jerry continued, “The paramedics were great. They kept telling me I was going to be fine.

But when they wheeled me into the Emergency Room and I saw the expression on the faces of the doctors and nurses, I got really scared.
In their eyes, I read ‘He’s a dead man.’
I knew I needed to take action.”
“What did you do?” I asked.
“Well, there was a big nurse shouting questions at me,” said Jerry. “She asked if I was allergic to anything.”
“Yes,” I replied.
The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply.
I took a deep breath
and yelled, “Bullets!”
Over their laughter, I told them,
“I am choosing to live. Please operate on me as if I am alive, not dead.”
Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude.
I learned from him that every day you have the choice to either enjoy your life or to hate it.

The only thing that is truly yours — that no one can control or take from you — is your attitude, so if you can take care of that, everything else in life becomes much easier.

Makasih ya Mas Herison.. :)

PS.
Hmmm..
Kalau ada sesuatu yang paling harus dibenahi dari bangsa Indonesia, jawabannya adalah: JIWAnya!! Sepertinya kita sudah lupa dengan lagu kebangsaan sendiri.. “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.. untuk Indonesia Raya”
Merdeka!!! Huehuehuehuehue..

Apr 30

Jangan naek tangga sambil lari, entar terpeleset

Hey,
Tenang aja..
Allah udah mengatur yang terbaek :)

Keep chayoooo!! :)

Next Entries »