Oct 12

October 12, in my office desk.

Thank you Allah SWT to give me a chance to make my dreams come true… I do a job that I’ve dreamt about for years… I get a chance to have wonderful vacations with my family… I get many supports from family and friends… I have a chance to feel the miracle of helping others.

There are some hightlights to work on.
It needs a courage to hold them… It needs a courage to keep optimist…

Then, I check into my inner soul… How deep I desire my dreams… What’s for?
Is it to make a better condition? Is it to make me get closer to Allah SWT?

Then, how’s the implementation?
Have I done the actions within a totality manner?

I still have many things to work on :). Wish me luck.

Sep 16

Antara Pekerjaan, Keluarga, dan Pengabdian harus seimbang
Hillary Clinton

Ketika saya membaca kalimat ini dari Biografi Hillary Clinton, saya setuju. Mungkin itu juga yang mendasari mengapa saya memilih untuk berorganisasi. Apa sih manfaatnya ikut organisasi? Mungkin begitu yang ada dalam pikiran banyak orang.

Well, sepanjang saya menginjak masa remaja (SMP) sampai sekarang, saya telah lebur dalam kehidupan organisasi.

Karena dulu masih sekolah, organisasi yang bisa diikuti adalah organisasi sekolah.
Sedangkan sekarang, yang sesuai dengan saya, adalah organisasi profesi.

Kebutuhan untuk berorganisasi bagi saya;
lebih pada rasa haus untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik, atau melakukan kemajuan sesuai dengan bidang yang sesuai dengan kapasitas.

Juga untuk pengabdian..

Mengabdi?
Ya.

Meski dengan bangga saya berkata;
bahwa pekerjaan saya adalah cita-cita saya sejak saya kuliah tingkat akhir.
Dan Alhamdulillah itu tercapai.

Tetap saja ada ruang di hati..
untuk memberikan sesuatu..

Terdengar mulukkah?
Tapi inilah yang membuat saya memelihara spirit organisasi.
Bahwasanya munculnya memang naik turun, pasang surut dalam kehidupan organisasi..
Saya menganggapnya sebagai dinamika :).

Terima kasih saya kepada rekan-rekan seorganisasi saya, yang saya kasihi dan saya banggakan.
Terima kasih telah ikut mendewasakan hati saya dan menguatkan mental saya.

Apr 8

“Ilma, kenapa? Kok isi tulisan kamu berubah menjadi sufistik begini?” tanya seorang teman kemarin.
“Apa kamu sudah gak memikirkan dunia lagi?” candanya :D

Saya tersenyum simpul, mengingat banyak yang terjadi.
Proses menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.

Itu juga berarti menuju sebuah harapan. Ada sedih, ada tawa, ada tangis, ada marah, ada kecewa namun ada juga: sabar dan syukur.

Saya senang bisa merasakan semuanya itu.

Saya ingin bersih-bersih..jiwa, raga..tubuh, pikiran, perasaan, sikap, dan perbuatan.
Seperti baju putih yang sedang saya pakai ini.

Mar 7

Malu..ketika diri mengharap ridhoMU
namun belum bisa ikhlas dan ridho terhadap segala ketentuanMU?

Nov 12

Kemarin habis kerja seharian, saya menyempatkan diri facial. Hmm..enak bgt rasanya.. Sekitar jam 21.30 pulang dari facial, seorang kawan lama sms. Curhat seputaran hubungannya.

Kasusnya begini:
Dia seorang laki-laki yang udah punya pendamping resmi. Pihak keluarga udah sama-sama tau. Intinya, tinggal menunggu waktu dan kesiapan saja dari dia. Cuman..dia punya masa lalu dengan seorang wanita lain yang membuat dia merasa dihantui oleh perasaannya selama 5 tahun (!??!!). Wanita yang jadi pacarnya (baca: calon istri) ini pun tau akan hal itu.

Nah, mantan dia (yang dia sebut benci banget sama dia) beberapa waktu yang lalu mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Mantan dia ini udah nikah. Dan dia kemudian kembali terbuai dengan angan dan romantisme dia. Bahkan dia bilang saking sayangnya, kalaupun mantannya ini janda dan punya anak pun dia akan menikahi mantannya.

Lalu bagaimana saya harus menanggapi dia?

Tentu saja, saya tak ingin dia makin berantakan. Saya sarankan dia jangan mengambil keputusan untuk menikahi pasangannya dalam waktu dekat ini. Banyak-banyak berserah diri kepada Allah, merenung apa yang sebenarnya dia cari.

Dia bilang bahwa di hatinya selalu ada ruang untuk mantannya ini.

Lalu saya katakan itulah lika liku kehidupan. Terkadang kita nggak tau kenapa harus mengalami ini dan itu. Tapi alam punya hukum sendiri. Jangan mencoba melawan dengan hukum alam, karena itu akan menyebabkan kerusakan.

Everything happens for a reason… Dan jodoh itu di tangan Tuhan.

Saya juga bilang, bahwa yang dia hadapi adalah perasaannya. Dan untuk dia pahami juga, bagaimana seandainya pasangannya yang sekarang yang merasakan hal seperti yang dia alami (masa lalunya), tentu dia akan sedih banget.

Dia lalu bilang, bahwa orang sesensitif dia akan sulit melawan perasaannya sendiri.

Well, itu memang perlu kebesaran jiwa..
Tapi saya yakin, manusia akan mampu tegar dengan hal itu.
Coba ingatlah korban tsunami..bagaimana mereka kehilangan keluarga. Bagaimana anak-anak yang tak punya orang tua dengan mendadak. Bagaimana hancur hatinya.. Semoga itu bisa membuat perasaanmu lebih enak, teman.

Oct 15

Lintang, salah satu tokoh dalam Laskar Pelangi, barangkali tak menyangka apabila sosoknya kini begitu populer mengiringi kesuksesan Andrea Hirata. Buku itu pada sedianya ditulis sebagai hadiah untuk Ibu Muslimah, seorang guru yang sederhana, penuh kasih sayang, bijaksana, dan berdedikasi luar biasa.

Lintang kecil yang tak punya banyak pilihan ketika nasib membuatnya tak bisa meneruskan sekolah. Setelah ayahnya meninggal sontak ia menjadi kepala keluarga yang mengasuh adik-adiknya yang masih kecil, mengubur semua semangat, semua tekad, dan juga potensi luar biasa pada dirinya: kecerdasan yang mengagumkan.

Lintang kecil sebenarnya tidak adil apabila dihadapkan pada nasib seperti itu.
Namun keberadaannya diciptakan Tuhan untuk membuka mata kita atas anak-anak bernasib serupa. Masih banyak anak seperti Lintang di tanah air tercinta ..

Kapankah bisa teratasi?

Tulisan ini didedikasikan untuk anak-anak itu,
Lintang-lintang Kecil di Langit Biru: Strategi Mewujudkan Sekolah Murah di Indonesia
Agar anak-anak tak perlu menangis batinnya untuk hal yang menjadi hak mereka: SEKOLAH.

Oct 14

Kalau saya ditanya, kepada siapa saya paling ingin berguru maka jawab saya adalah kepada Pak Quraish Shihab. Pada akhir malam Ramadhan kemarin bahkan saya bermimpi les atau kursus privat langsung kepada beliau :D.

Beberapa hari yang lalu waktu jalan-jalan ke Gramedia PIM, saya menemukan buku beliau yang terbaru berjudul M.Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman.

Ada banyak yang ingin saya tanyakan dan belajar langsung kepada beliau..
tentang cara mencapai kedekatan kepadaNYA terutama di saat iman sedang tipis-tipisnya..
tentang bagaimana cara menyelaraskan dan mencapai keharmonisan dengan alam yang IA ciptakan, dengan sesama, dengan lingkungan..
tentang bagaimana sikap kita sehari-hari agar kita mampu menjadi orang yang mampu melaksanakan tugas sekaligus mampu mengayomi perasaan orang lain..well, itu nggak mudah..
tentang mengapa sebagian orang dilanda hal-hal keras dalam hidupnya dan sebagian yang lain mengalami kemudahan dan banyak memperoleh hal-hal baik, karma baik dari kehidupan..
tentang bagaimana sikap kita agar tidak sombong dan angkuh, tentang bagaimana kesenangan hidup tidak mengubah idealisme-idealisme kita..
tentang bagaimana memurnikan keikhlasan kepada ALLAH..
dll..

Negeri ini, Indonesia beruntung memiliki beliau.

With Love,
Arinova&Ilma

Oct 6

Pada Idul Fitri kita bermaaf-maafan, mengikhlaskan segala salah dan khilaf..
Namun kebiasaan ini hendaknya terus ada sepanjang waktu.

Memaafkan baik untuk keseimbangan lahir batin, baik dalam hubungan terhadap sesama, terhadap diri sendiri, dan terhadap Allah.
Memaafkan itu menyehatkan dan membahagiakan..

Allah Maha Pemaaf, maka sebagai hamba kita diperintahkan mengikuti akhlak Allah, salah satunya yaitu: Pemaaf.

Terkadang kita mendengar curahan hati orang yang sakit hati sampai kering air matanya, bisakah memaafkan?
Tentu saja bisa :), karena sebagai hamba kita juga memiliki sifat-sifat dari Pencipta kita.

Guru saya pada reuni kemarin berpesan,
“Jadilah orang yang tenang dalam suka, tersenyum dalam duka,”

Dengan meneguhkan iman, ikhlas dan kedekatan dengan Allah, Insya Allah kita bisa :).

Allah Maha Pengampun dosa-dosa..maka tidak pantas kita menyimpan amarah dan sakit hati terhadap sesama kita..
Maafkan mereka, karena seperti halnya kita, yaitu sebagai hamba-hamba yang sedang “menunggu” hariNYA tiba.

Semoga kita bertemu kembali pada Ramadhan tahun depan..
Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin terus membekas dan menghiasi hari-hari kita ke depan.

Semoga Allah senantiasa mengasihi kita. Amin.

With Love,
Arinova&Ilma

Jul 2

Beberapa waktu lalu ada 2 orang yang saya anggap memuji setengah mati :D. Hahaha emang cowok sih.

Pertama adalah, seorang teman yang cukup dekat. Namanya Zaki; dia nulis begini,
 ..Aku membayangkan kakakku besok akan menjadi wanita modern dan tangguh yang bercita-cita untuk menaklukan dunia dan membuktikan dirinya sendiri kepada semua orang jika wanita juga kompetitif ditengah-tengah hegemoni pria dan budaya patriarki yang memuakkan ( maaf pinjam istilah kaum feminis) Aku mempunyai pikiran seperti itu karena beberapa sahabat wanitaku juga begitu walaupun akhirnya menikah juga . Sebut saja namanya Niken, Niken  Niken itu kuliah di Teknik Elektro UGM ,aktif organisasi, suka ngeblog dan banyak teman / relasi. Setelah lulus dia diterima di perusahan telekomunikasi asing terkemuka yang ada di Jakarta.dan aktif di PII. Dia tidak lama lagi akan menikah tetapi setelah beberapa tahapan di kehidupanya telah dia lalui. Hidupnya seperti telah telah dirancang sangat rapi beserta lengkap rencana cadangan jika mengalami masalah. Aku pikir dia sangat berpotensi sukses. Aku sudah tak sabar melihat sepuluh tahun lagi Ilma udah menjadi apa ya?? Manager, Direktur, Ahli Komunikasi . Aku yakin dia mampu.

*Insya Allah, Amin. Manusia berusaha tapi semua Yang Maha Kuasa yang berkehendak.

Kedua, kenalan baru. Dia bilang begini;
“Saya nggak nyangka di Indonesia ada wanita seperti Anda. Semoga sukses ya Mbak,”
^*&%*hueh?? Emangnya saya ini siapa?!!!

Waktu saya crita sama Mama, Mama cuma bilang, “Ya bersyukurlah.”

Ya di satu sisi, pujian kadang bagai anggur yang memabukkan, membuat kita jadi lengah. Tapi terkadang menjadi dorongan semangat terutama jika mood kita sedang jelek. Mengingat pujian-pujian bikin kita jadi ngerasa.. “Ah, kita tak seberantakan apa yang kadang kita pikirkan sendiri” :D

Walau begitu seharusnya kita bisa tetap percaya diri apapun yang kita terima dari orang-orang. Itu namanya self-esteem.

Berpikir positif adalah satu contoh yang bisa meningkatkan self-esteem. Be focused and positiveLet’s grow up from all the pains!! :D

May 27

Bagaimana rasanya difitnah, dikhianati, dijadikan kambing hitam, dijegal dari belakang.. Saya kok udah sering. Bahkan saya tumbuh dengan itu semua. Ya, memang sejak lama saya cukup bergulat dengan pengalaman itu.

Lalu seberapa sering hidup akan memberi ujian seperti itu?

Minggu lalu saya mengalami lagi. Kali ini dengan seseorang..
Sebenarnya nggak separah itu sih, hanya mengatakan informasi penting yang negatif yang seandainya saya jadi dia, saya nggak akan begitu.. Itu membuat kecewa. Kurasa setiap orang pun akan kecewa. 

“Sayang, aku tadi liat dia..dari wajahnya emang keliatan nyebelin ya say. Tapi aku malah kasian. Tolong dimaafkan ya say,” begitu kata Mas Nova.

Baiklah sayang..akan kucoba sepenuh hatiku.

Akan kucoba.. Kucoba dengan melihat dia lebih dekat.

Ya Afuuw artinya Yang Maha Pemaaf.
Asmaul Husna ini apabila sering dilafalkan akan membuat seseorang menjadi berakhlak lebih baik, lebih pemaaf, dan dicintai orang-orang.

Kubacakan itu untuk hatiku yang sedang terluka.. juga untuk orang-orang yang tersilap telah melukai hatiku atau mungkin ‘ku tak sengaja yang melukai hatinya tapi aku nggak tau.. Memang beginilah hidup :) kadang-kadang kita tak sengaja melukai, seperti daun-daun yang bergesekan.

« Previous Entries