Pemakluman dan Pemaafan

Menggapai Cinta ALLAH dan Rasulullah

Pemakluman dan Pemaafan

March 6, 2026 Tulisan 0

Ada kalanya luasnya rezeki kita tergantung dari bagaimana kita memaklumi dan memaafkan sifat orang. Hal ini bisa berbentrokan dengan energi/frekuensi/vibrasi, luka batin, serta batasan dari diri kita sendiri.

Saya telah mengamati tentang bagaimana low self-esteem, kelembutan serta kebaikan yang dianggap lemah sehingga bisa membuat orang berlaku seenaknya mempermainkan/meremehkan/mengeruk, pun juga menolak jika diberi ketegasan, karena menganggap itu sebagai sebuah tuntutan yang memberatkan, tidak membuat bebas, sehingga membuat orang lain defensif duluan.

Apakah ini zaman orang baik itu bukan dihargai tapi digunakan/dimanfaatkan? Lalu dijatuhkan jika dianggap tidak bisa digunakan/dimanfaatkan seperti mau/kendali/kontrol/penjajahannya? Sebuah pisau mata dua dengan alibi: kamu kan mampu, kamu kan bisa, kamu kan dikasih Allah kelebihan, dst. Kemudian hal itu juga membuat diri kita melakukan self-sabogating atas pengaruh manipulasi luar, karena terus-menerus memberi dan mengalah sampai habis. Tidak menyisakan apapun pada kita.

Ustadz Nuzul Dzikri, Lc berkata, “Manusia itu sangat zolim dan bodoh.” Itulah mengapa bahkan di titik ketika saya lelah lalu membutuhkan saluran emosi yang sehat, saya masih juga dihakimi dengan gaslighting dan toxic positivity. Seolah dilarang menjadi manusia. Alhamdulillah, saya jadi lebih paham tentang seleksi alam.

Solusinya apa? Menyelaraskan energi dengan spiritual renewal serta berharap pada Allah saja. Barangkali, perlu juga banyak mendengarkan ceramah azab kubur dan azab akhirat, supaya semua kerja keras-kecewa-pengorbanan ini bisa ada harapan. Ada kalanya rasa takut itu menimbulkan obat bagi kecewa. Kita perlu rasa takut akan azab itu, jika tidak buat apa berkorban berlebihan demi serakahnya manusia. Saya banyak menyimak channel Titik Kilau Jiwa yang diasuh mantan artis bernama Fla, juga channel-channel spiritual lain yang sudah saya sebutkan (Kunci Hidup/Deassy) selain itu juga Latihati/Ge, juga menyimak channel spiritual maupun agama. Saya perlu bisa memahami, bahwa semua pengorbanan ini tidak sia-sia, karena Allah selalu memperhitungkan perbuatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *