Bergerak, Maka Allah Tolong
Alhamdulillah minggu ini saya puasa qodho, karena tahun lalu ada haid dan sakit kemudian sibuk sehingga baru dibayar lagi saat bulan Sya’ban. Bismillah, insya Allah tuntas aman sampai selesai.
Kemudian, saya menyadari bahwa saya perlu memusatkan perhatian satu hal di satu waktu. Ketika saya berkata pada suami, “Cuma puasa aja kok capek (karena ekspektasi produktif saya).” Kemudian suami berkata, “Makanya puasa hadiahnya bukan cuma piring cantik.” Masya Allah.
Saya bersyukur dengan hal-hal yang semakin selaras, saya juga lebih percaya diri untuk mengakui pengalaman hidup (tentang hal-hal yang jadi pelajaran ke depan) kemudian disesuaikan dengan struktur jiwa serta personality saya yang perlu batasan.
Ketika saya mengamankan kuliah, saya dinasihati: semakin kecil circle, semakin pecah hasilnya. Fokus. Begitulah yang saya perlu.
Terkadang saya merasa sepi, namun saya perlu menyadari bahwa ini yang terbaik. Saya masih terus memberi (tidak pelit sedekah) terutama sunnah berbuat baik. Namun saya juga perlu hati-hati dengan energi dan kapasitas saya.
Hal-hal yang perlu disyukuri:
- Sudah koordinasi urusan ijazah dengan Academic Counsultant (belajar formal)
- Jalan kaki, puasa, rebusan (pola hidup/keluarga)
- Koordinasi Telebisnis (usaha)
Walaupun terlihat seperti lambat, namun terstruktur.
WEEK 6 2026
Senin-Minggu, 2-8 Februari 2026
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) (Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?).