Dampak Ibadah alias Ritual Tirakat
Pernah dalam suatu masa, saya memperbanyak berpuasa sunnah hingga fisik tidak seimbang dengan aktivitas, maka yang perlu saya sesuaikan adalah frekuensi dan intensitas puasanya. Dikurangi saja; karena amal terbaik adalah yang istiqomah.
Kemudian, ketika dibukakan pintu rezeki maka pintu sedekah juga bisa dilakukan namun itu masih belum cukup untuk menolak apa yang memang untuk kita.
Perlu energi yang lebih; ini perlu pertolongan Allah.
Kita diajarkan membentuk kebiasaan untuk disiplin. Hal ini membantu saat-saat dimana kita perlu refleks; misal: sering istighfar mencegah saya dari jatuh saat berjalan, barangkali sudah TAKDIR saya bertemu batu namun karena DOA menjadi berkurang.
Hikmah yang diperoleh adalah;
Ritual itu boleh membentuk kebiasaan, namun berikan energi MEMBERI. Bukan sekedar centang checklist namun tanpa makna. Bukan berarti berlebihan merenung, namun setidaknya RITUAL ITU MEMBAWA DAMPAK.
Hal ini perlu pemahaman; mengenai pengenalan terhadap keadaan, apa yang sebetulnya kita butuhkan. Kalau memang masih pekerjaan batin (innerwork) yang sering saya bahas, maka lakukan. Semua yang kita butuhkan sudah disediakan Allah Maha Pemelihara pun jawaban sebetulnya ada di diri kita sendiri (muhasabah).
Jawaban sebenarnya sudah ada. Ibadah yang rutin sehingga menjadi ritual tirakat itu jika dilakukan dengan pengertian; maka akan ada kebaikan juga perbaikan dalam hidup kita. Insya Allah. Mohon bimbingan, penyertaan, dan penjagaan Allah dalam setiap langkah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَا يَرُدُّ القَضَاءَ إلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي العُمُرِ إلَّا البِرُّ
“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebajikan.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam kitab Al-Qadar, bab “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa” (no. 2139), dari hadis Salman radhiyallahu ‘anhu. Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Sahihah (no. 154) dan dalam Sahih Al-Jami’ (no. 7687).
Sumber: https://muslim.or.id/103578-fatwa-ulama-apakah-doa-dapat-mengubah-takdir.html