Mensyukuri Perjalanan Sunyi
Jika kita sudah tahu arah navigasi, maka kita tinggal bergerak saja. Pun jika perjalanan kita ini sunyi.
Ikhlas. Itu sudah menjadi nazar saya ketika saya mencapai cumlaude. Maka apapun yang terjadi dalam hidup ini; ya Qadir, itu sudah menjadi ketetapan Allah yang terbaik.
Juga memaafkan dengan ambil hikmahnya, melapangkan hati seluas samudera. Karena Allah. Juga belajar tidak memberikan emas pada yang belum lulus perunggu. Saya perlu lebih bijaksana lagi dengan asam-garam kehidupan.
Biarlah tunaikan fakta sebagai fakta. Sedangkan, kita terus berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Saya perlu melakukannya satu per satu, sampai tuntas. Misalnya ketika saya sudah membuat draft email, lalu terjeda aktivitas lain, maka saya perlu mulai dari yang terakhir saya tinggalkan. Ini perlu skill; untuk butuh selesai.
Tahun ini akan lebih sedikit upload sosmed yang saya lakukan (sudah dimulai) dan saya akan lebih fokus upload di sini setelah sebelumnya bekerja nyata.
Bismillah… Mencintai perjalanan sunyi ini; karena ketika saya mendirikan perusahaan, sudah siap di posisi ini. Hari ini saya menulis begini; duka tidak perlu diromantisasi, sekarang era baru.
Alhamdulillah…
One Response
[…] juga menuliskan postingan tentang Mensyukuri Perjalanan Sunyi di minggu ini. Alhamdulillah. Hal-hal yang bisa […]