Melatih Daya Juang
Apakah daya juang masih perlu dilatih? Tentu masih sangat perlu, apalagi di era kemudahan.
Daya juang bagaikan otot yang perlu dilatih. Bukan atas nama perjuangan disiksa hingga (alami) penderitaan namun taraf yang memanusiakan demi tujuan yang kondusif.
- Pahami kita punya garis start yang berbeda, rute, medan, kesulitan/ujian yang berbeda dalam perjalanan mencapai tujuan. Jadi tidak perlu bandingkan halaman 10 kita dengan 100 orang lain, tidak apple-to-apple jika satunya mulai 2000 satunya 2020.
- Pahami unsur ketidakterdugaan; ada prank dan ada surprise. Di situlah kita perlu belajar adaptasi, sehingga bisa menyikapi dengan penerimaan dan rasa syukur.
- Kenali diri kita sehingga paham masukan yang kondusif dan destruktif. Kenali energi serta paham situasi maupun makhluk.
- Sometimes we win, sometimes we learn. Bagi jiwa pembelajar tidak ada kegagalan: terkadang pemahaman baru, terkadang hanya bayar utang ketidaksadaran sebelumnya, terkadang hanya perlu berhati hamba Allah supaya paham diri serta posisi. Proses itu membuat kita belajar banyak sekaligus mendewasakan.
Allah Maha Bijaksana, Penyayang, Pemelihara jika kita renungi kisah cinta-Nya dalam hidup kita – takdir tidak kejam, Allah tidak kejam, semua sudah selaras dengan takdir terbaik-Nya
Provokasi bukan hal baru. Yang terpancing itu ikan. Fokus dan jangan izinkan pihak luar kita izinkan untuk mengganggu apa yang sedang maupun yang akan Allah berikan pada kita.
Hal-hal yang perlu disyukuri:
- Tuntas puasa qodho seperti yang dibahas minggu lalu (mukmin)
- Follow up & ngamus (belajar formal)
- Done 10 Feb 2026 (belajar formal)
- Bucketlist Ubud quality time (keluarga)
- Membentuk kebiasaan finance bersama suami (keluarga)
- Konten Telebisnis dan grupnya (usaha)
WEEK 7 2026
Senin-Minggu, 9-15 Februari 2026
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) (Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?).