Intensif Riset 6
“Konsisten Berproses dalam Nikmat Allah“
Takdir Allah yang terbaik. Allah tidaklah kejam, yang terbatas itu pikiran manusia. Memaknai bisa membuat penderitaan tidak perlu. Padahal bisa jalani fakta saja apa-adanya.
Contoh:
Berapa banyak orang menggerutu atau mengeluh saat hujan turun? Padahal hujan ya hujan saja.
Ketidaksadaran maupun ketidaksanggupan juga bisa memperoleh hukum keseimbangan. Jadi hati-hati dengan energi kita, alirkan pada perbuatan baik, hal positif, serta pertobatan.
Vibrasi yang buruk/rendah antara lain:
- Mudah tersinggung
- Gampang dipengaruhi yang tidak benar
- Ceroboh atau kurang hati-hati
- Mudah naik emosi atau temperamental
- Kurang matang ataupun terburu-buru
Saat tidak sanggup memproses, maka jedalah. Memang perlu. Karena kapasitas energi kita.
Istirahatlah.
Berat jadi manusia, maka urus yang perlu. Hati-hati terkena teguran atau melanggar aturan kehidupan. Kebutuhan kita sedikit, kemauan/keinginan kita banyak maka penuhi di kebutuhan insya Allah ringan.
Yang sudah dilakukan:
- Ngamus soal promotor potensial
Post terkait sebelumnya:
Intensif Riset 5
Google Scholar: Ilma Pratidina
One Response
[…] terkait sebelumnya:Intensif Riset 6EDAS: Ilma PratidinaORCID: Ilma PratidinaGoogle Scholar: Ilma […]