Teruslah Melangkah
Orang yang rendah hati lebih sanggup beradaptasi dengan kecewa atau tidak sesuai ekspektasi, karena dia tidak menempatkan dirinya lebih dari apa yang Allah mau kepada dirinya. Dia jujur, mengenali dosa-dosanya, serta hal-hal yang baru diajarkan kemudian yang hanya bisa dilakukan Allah melalui cobaan untuknya.
Jadi bersyukurlah, ridholah, dan jika kamu belum sanggup minimal berusahalah untuk menyembuhkan apa yang di dalam dulu. Karena sesungguhnya apa yang ada di dalam kita menarik apa yang terjadi/menjadi kenyataan luar, serta apa yang kita lakukan/perbuat itu akan menuai ketetapan bagi kita.
Sadar. Pengendalian diri. Lebih mencintai apa yang Allah kehendaki.
Bukankah roh sebelum lahir sudah bilang sanggup.
Minggu ini saya bersyukur memiliki quality time dengan keluarga baik suami, anak, beserta keluarga besar. Kemudian melanjutkan todolist. Ada juga hal yang sudah kami canangkan/wacanakan akhirnya terwujud, yaitu: area kami sudah mengkategorikan sampah, Alhamdulillah kemajuan dalam sektor kebersihan.
Saya juga perlu follow up hal-hal yang menjadi tugas. Pengendalian diri diperlukan agar tenang, kemudian memiliki mental yang sehat dengan bersabar dan bersyukur, tidak putus asa pun tidak sombong.
Hal-hal yang bisa disyukuri:
- Editing buku (usaha)
- Salah satu bucket list (usaha)
- Quality time (keluarga)
- Sudah bisa jalan kaki lagi pasca sakit pencernaan (pola hidup)
- Halal bihalal (keluarga)
- Kelas Latihati (belajar nonformal)
WEEK 13 2026
Senin-Minggu, 23-29 Maret 2026
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) (Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?).