Konsekuensi Arti Sukses Versi Kita
Alhamdulillah minggu ini ada kesempatan bertanya dan ngamus (cari jawaban) soal “Arti Sukses” kepada seorang teman yang spiritualis. Kemudian Beliau menjawab bahwa jawabannya akan berbeda-beda tiap orang dan saya disarankan untuk menolak yang tidak selaras. Karena selama ini energi tidak efektif (buang energi waktu, pikiran, dan tenaga) karena merespons hal yang sebetulnya tidak perlu direspon.
Guru saya di Latihati sering mengingatkan untuk: tidak perlu sediakan energi di situ; hanya mengurus yang secara faktual perlu untuk dipertanggungjawabkan oleh kita (orang dan pekerjaan).
Pada hari Kamis, pagi-pagi saya dikuatkan adik tengah dan sore-malam saya pun diskusi dengan teman masa kecil (teman SD) yang memberikan pandangan lingkungan kita yang sebagian masih ada budaya ikut campur (serta: yang penting sama alias butuh kompromi) sehingga perlu mental tangguh untuk menjaga kewarasan di zaman sekarang.
Masya Allah tabarakallah. Terima kasih juga atas perhatian kesayangan di hari ulang tahun saya, really appreciate it. Saya membuat highlight khusus di akun intagram pribadi tentang: Bday Reminder, mengingatkan bahwa saya dicintai.
Kembali lagi pada arti sukses; bagi saya tidak hanya urusan dunia namun sukses itu bermakna: sukses dunia-akhirat, kemudian selaras (tidak khianati kata hati), dan juga tidak membawa mudorot (keburukan) jadi sejatinya selamat itu juga merupakan kesuksesan, karena bermakna positif.
Terima kasih juga untuk asistensi AI yang bantu brainstorming, zaman sudah berubah kita gunakan AI dengan etika. Kemudian terima kasih kepada tim Telebisnis atas kerja samanya di tahun ke-3, terima kasih Paksu tersayang atas support yang luar biasa, terima kasih ya Allah atas anugrah usia. Alhamdulillah.

Kemudian; konsekuensi dari usaha saya (pilihan hidup) adalah saya perlu disiplin, fokus, serta memiliki ketahanan. Alhamdulillah. Saya tinggal di Bali, yang jika perlu grounding dekat. Konsekuensi dari memilih tinggal di Bali adalah kami meninggalkan rumah sebelumnya (apartemen di Jakarta dan townhouse di Palembang) untuk merintis hingga kami berdikari. Bertahun-tahun kami tinggal di guesthouse/hostel menjadi hal yang kami syukuri, karena kami juga pernah merasakan perjuangan saat pandemi seperti apa (pengalaman tinggal di kamar praktik dokter klinik). Kemudian, secara kesehatan jika ingin prima maka konsekuensinya adalah mengatur pola hidup, sehingga saya sering update weekly soal ini, karena ini salah satu concern saya. Subhanallah. Bismillah, lebih baik lagi.
One Response
[…] Mei ini dinamis sekali. Saya menulis berjudul Konsekuensi Arti Sukses Versi Kita kemudian saya sadar bahwa yang selama ini perlu saya selesaikan adalah yang di dalam; yaitu: ego, […]