Intensif Review Modul 13
Masya Allah tabarakallah, saya bersyukur ada nilai yang keluar bagus padahal ketika melakukannya saya minder sekali. Mental saya belum: keberlimpahan, ini saya perbaiki dengan innerwork salah satunya dengan rutin yang sadar (olahraga, minyak aromaterapi, serta mendengarkan tubuh).
Ketika saya push forward walau ragu ternyata ada keajaiban bantuan Allah. Namun ketika energi saya meminta dengan paksa, bukan energi memberi maka hasilnya juga beda. Effort besar belum tentu hasil sebanding, namun jika kita santai bahkan kita anggap bare minimum malahan secara tidak terduga bagus. Masya Allah. Jadi do the best and let Allah do the rest.
Saya juga menggunakan tools yang sudah tersedia, untuk menolong diri sendiri, seperti: ruang discussion bahkan saat saya sedang low energy. Ternyata ini membantu, Alhamdulillah.
Review ke-13 yang mencerahkan. Allah bisa ubah kelabu jadi cerah, maka jangan putus asa dari rahmat Allah.
Post terkait sebelumnya:
Intensif Review Modul 12
2 Responses
[…] ini saya mendapatkan kabar yang membahagiakan, yang saya cantumkan di postingan sebelumnya tentang Intensif Review Modul. Ya, saya memang banyak menuliskan step by step namun saya tidak menyangka bahwa doa saya […]
[…] Sebelum ini saya membuat catatan belajar serta menggunakan cara atau metode yang bisa membantu saya, baru menemukan AHA moments setelah saya mengikuti The Study Coach dan Menuliskan Ulang.Juga, dari postingan sebelumnya saya melakukan innerwork yang membuat saya bisa push forward saya sedang minder, akarnya adalah: saya tidak aman saat bersinar, ini menjadi catatan saya ke depan jika Allah takdirkan kuliah lagi.Jangkar napas dan alarm untuk energi mengalir yang saya temukan: Mulai dengan bernapas dulu untuk clarity, 10 menit alarm (sebelum Teknik Pomodoro), dan 123go dengan tugas 1-2 menit maka tidak menunda lagi. Hasil 80/20 juga saya pakai, dengan sistem prioritas. It works until now, but it can be better for sure.Post terkait sebelumnya:– Intensif Review Modul 13 […]